Terjerat Rasa

Terjerat Rasa
Bab 98 - Peninggalan Yong


__ADS_3

Sesungguhnya hidup adalah perjalanan cobaan bagi setiap manusia di dunia ini, sampai dimana rasa cinta dan kasih sayang manusia itu kepada Tuhannya. Pada akhirnya, orang-orang yang sabar dan tetap berpegang teguh pada sandaran ilahi, mereka itu lah orang-orang yang beruntung dan pantas untuk mendapatkan kebahagiaan serta keselamatan.


*


Semua aset hak waris Yong Woong juga fasilitas keamanan dan harta Ryan sendiri selama bekerja dengan Lim Woong sudah dikembalikan kepada Khaliza Rahma dan Ryan Alaska (Tan Woong).


Crush dan beberapa pengawal Lim mengantarkan Khaliza, Ryan juga Adinda menuju rumah besar milik Yong Woong yang berada di Singapura, sebuah rumah yang tidak kalah mewah dengan milik Lim Woong, karena Chen Woong memberikan fasilitas rumah mewah yang sama untuk kedua putranya, selama Yong sudah memilih jalan hidupnya untuk menikahi Khaliza, Chen dan Lim tidak merestui pernikahan itu sehingga Yong tidak berhak lagi atas rumah, fasilitas dan semua harta yang ia dapatkan dari perusahaan Woong Group.


Beberapa tahun kemudian, atas izin Lim, rumah itu kembali ditempati oleh Ryan Alaska selama menempuh pendidikan dan karirnya, namun konflik terjadi, Ryan diusir oleh sang Paman, sehingga Rumah Yong kembali kosong, tetapi tetap dalam perawatan super intensif dan digunakan untuk perjamuan para aliansi Woong Group dari manca negara.


Ilustrasi penampakan rumah Yong Woong dari atas di malam hari.



Pintu terbuka.


Khaliza dan Adinda terhentak takjub, barang-barang interior yang super mewah dan berkualitas di tata rapi sesempurna mungkin, tidak ada debu atau kotoran sedikitpun yang menempel disana. Yong sudah banyak merenovasi rumahnya agar menjadi lebih indah, karena ia berpikir rumah adalah tempat ternyaman.


"Welcome back Young Master (Selamat datang kembali Tuan Muda) This is Your real Home (ini adalah rumah kalian yang sesungguhnya)!" ucap Crush memberi penghormatan kecil kepada majikannya itu.


Sudah terpajang mewah, foto pernikahan Yong dan Khaliza disana, Tan memerintahkan Crush akan memajang foto pernikahan kedua orang tuanya, juga foto pernikahan dirinya serta foto keluarga mereka bersama yaitu Yong, Khaliza, Ryan dan Adinda Aira, foto Yong ditempelkan dengan editan teknologi terbaik, sehingga Yong terlihat nyata ada bersama mereka saat pernikahan Ryan Alaska.


Melihat hal itu reflek Khaliza menangis, tidak kuasa menahan Airmatanya. Ryan langsung memeluk ibunya itu.


"Terima kasih Nak!" ucap haru Khaliza.


"Mama harus tetap semangat!" ucap Ryan.


"Mama hanya teringat Papa mu, Nak. Dulu dia sangat ingin membawa kita untuk tinggal bersama-sama di rumah ini, tapi takdir memang tidak mengizinkannya!" tangis Khaliza yang sangat merindukan sang suami.


Mendengar hal itu, Adinda pun reflek menangis haru, betapa sabarnya Mama mertuanya itu menghadapi cobaan pernikahan mereka, perjuangan mendapatkan restu yang sangat panjang.


"Andai aku menjadi Mama, aku tidak akan sanggup!" batin Adinda.


Mata Ryan juga terlihat memerah, Mendekap kuat sang bunda.


"Tapi Mama harus yakin, bahwa Allah punya rencana yang lebih indah, akan menempatkan Mama dan Papa di rumah surga kalian yang jauh lebih indah. Anggap saja cobaan ini sebagai penghapus dosa-dosa Papa!"

__ADS_1


Khaliza mengangguk.


"Iyah Nak, di rumah mana pun, itu tidak masalah, Mama hanya teringat dengan Papamu saja!"


Ketiganya berpelukan bersama.


Crush ikut terharu melihat perjalanan kehidupan majikannya itu.


Mereka lanjut berkeliling, Crush menjelaskan bahwa rumah itu tetap terjaga dan barang-barang Yong tidak ada yang rusak atau berkurang sedikitpun, namun setiap tahunnya selalu ada renovasi perbaikan rumah, agar rumah itu tetap tampil mewah dan menawan.


"Terima kasih Crush! Kau pendamping terbaik kami selama ini!" Ryan langsung memeluk haru orang kepercayaan Woong itu.


Crush meminta izin permisi kepada Ryan karena ia tidak punya banyak waktu untuk menemani mereka.


Khaliza juga lebih memilih istirahat karena tiga jam sekali ia harus rehat untuk menstabilkan jantungnya. Wanita itu sangat bahagia tidak henti-hentinya sujud syukur kepada sang ilahi.


Sementara Ryan lanjut membawa Adinda menuju ruang bawah, tempat garasi koleksi mobil mewah Ryan dan Yong Woong, semua masih terawat dan terbungkus rapi, mobil itu tetap dipakai agar mesinnya tidak bermasalah.



Lagi-lagi Adinda langsung takjub dan terbengong melihat 10 koleksi mobil mewah milik Ryan dan Ayahnya.


"Lima diantaranya milik Papa, selama bekerja dengan Paman, aku sudah memiliki Lima mobil mewah!"


"Wah!" Adinda begitu takjub, selama ini ia hanya melihat merek mobil itu di dunia Maya saja, kini sekarang ia bisa melihat langsung dan nyata berada di hadapannya, bahkan akan segera menaikinya.


"Gimana? Kamu suka!" ucap Ryan.


Adinda masih terlihat kebingungan.


"Ryan lebih baik kita bercerai saja!" ucap ceplos Adinda justru terlihat ketakutan.


Dahi Ryan langsung berkerut.


"Maksudnya!"


"Kamu terlalu kaya, aku takut!" ucap Adinda pergi namun dengan cepat tangan Ryan mengambil pergelangan tangan Adinda dan langsung memeluknya dengan manja.

__ADS_1


"Kalau kamu pergi, lalu aku mau menikah dengan siapa?" ujar Ryan.


"Nanti kamu punya banyak istri, aku enggak sanggup!" rengek Adinda.


"Hahahaha! Kan istri pertama itu tetaplah istimewa!"


"Aaaaaa gak mau," rengek Adinda, Ryan pun mendekap mesra sang istri.


"Selagi kamu menjadi istri yang baik dan sholehah aku akan tetap setia (Ryan mencubit kecil hidung Adinda) Karena istri Sholehah adalah perhiasan dunia yang paling mahal, jadi terlalu bodoh diriku jika aku melepas perhiasan yang termahal itu!"


"Hemm, apa ini gombal!"


"Kau hanya dukung aku dan karirku serta sayangi ibuku, itu sudah lebih dari cukup, karena punya istri satu saja, aku sudah enggak bisa tidur malam, masuk angin, pusing, pegal, demam, muntah, bagaimana jika punya empat, mungkin aku bisa mati di tempat!"


"Ahahahaha!" tawa bahagia Adinda.


"Aku lebih memilih mengurus banyak perusahaan daripada banyak istri!" celoteh Ryan.


Keduanya tertawa bahagia.


*


Lanjut Ryan menarik tangan Adinda menunjukkan kepada sang istri 5 mobil mewah milik Yong Woong.


"Ini adalah milik Papa, hasil kerja kerasnya, harga masing-masing mobil sekitar satu triliun lebih rupiah!"


"Hah😳!" ucap Adinda.


"Tapi aku berniat ingin menjual 3 diantaranya untuk membangun beberapa masjid dan sekolah di daerah - daerah wilayah Indonesia khususnya daerah terpencil yang sangat membutuhkan fasilitas itu, karena selain pajak dan perawatan yang cukup tinggi, mobil ini juga jarang dipakai. Aku pikir, semasa hidup Papa dia belum pernah sedekah yang besar karena ia baru saja mualaf dan mengenal Islam ketika menikahi Mama, lalu dia diterpa jatuh sakit dan kondisi ekonomi mereka tidak stabil, untuk biaya pendidikan ku saja, mereka kesulitan, tapi sebelumnya aku minta izin dulu pada Mama dan aku yakin ia pasti sangat senang!"


"Subhanallah!" Mata Adinda berbinar-binar memandangi Ryan.


"Bang Alam pernah berceramah dan aku juga baca hadist Rasulullah yang mengatakan ada tiga amal yang tidak akan putus meski manusia telah meninggal. Pertama, Sedekah jariyah. Kedua, ilmu yang bermanfaat dan ketiga, doa anak yang Sholeh. Setidaknya, aku harus mengambil minimal satu diantaranya!"


Reflek Adinda langsung memeluk suaminya,


"Aku kagum banget sama kamu, Mas, kamu itu luar biasa!" ucap Adinda memeluk erat sang suami.

__ADS_1


*


__ADS_2