
Setelah menjelaskan panjang kali lebarnya tugas Celyn madam lu beranjak kembali ke kamarnya. Kakinya baru menapak anak tangga pertama dia ingat sesuatu lalu berbalik ''e.. e... Celyn youre name Celyn right?'' (Celyn namamu Celyn kan?)
'' Yes madam is mine''
''Tonight my youngest son will come back from S country. May be our familly will go out to get dinner, so may you cook by yourself? And one more come and folow me first pleace'' (malam ini putra terkecilku akan pulang dari negara S. Mungkin kami seleluarga akan makan malam diluar., bisakah kau masak sendiri untukmu. dan satu lagi sini ikuti saya)
Langkah mereka benhenti tepat di depan sebuah kamar.
ceklek
Begitu pintu di buka hawa pengap panas mendesak keluar. Terlihat sekali kalau ruangan ini lama tidak di tempati. Begitu masuk bayangan ruangan yang berantakan penuh debu dan sarang laba laba menguap begitu saja. Barang barang di kamar itu tertata rapi ya meski ada debu tapi bisa dimaklumi. Hawa pengap yang timbul mungkin karna kamar ini berada di ujung paling barat di lantai dua. Tidak ada ventilasi jadi tidak ada sirkulasi udara. Mungkin saja empunya kamar tidak menempati kamar ini begitu lama dan karna tak berkepentingan tak ada orang yang memasuki kamar ini.
'' This is Chuan room. He didnt mariage yet . So hope you can help to prepare all hes needs. for example breakfast, clouthing and another things'' (ini adalah kamar Chuan. Dia belum menikah. Jadi tolong bantu menyiapkan segala kebutuhanya. misalya sarapan, pakean dan lain sebagainya)
__ADS_1
''I see madam.... I wiil do it'' jawab Celyn. Umi .... terikasih berkat doa umi, pekerjaan Celyn disini sepertinya nggak berat berat amat batin Celyn.
''good, now you can do onother first and on afternoon just come and clean this room'' (bagus, sekarang kamu bisa melakukan yang lainya dan siang ini kemari dan bersihkan kamar ini)
'' All right madam , escuse me'' (baik nyonya permisi)Celyn berbalik dan mengerjakan tugasnya. Satu persatu penghuni rumah keluar Celyn pun menyiapkan sarapan seperti arahan madm lu. Ternyata kelurga majikanya, baik dan ramah ramah. bahkan hari ini Celyn mendapat beberapa pujian atas kinerjanya.
Tuan besar Xiao juga mengingatkan Celyn untuk sarapan. Seperti perlakuan keluarga candra memperlakukan bik Inah mpok Atik dan pak Slamet dirumah Celyn yang dulu. Seperti itu pula perlakuan yang Celyn dapatkan mereka juga menyuruh Celyn makan di meja yang sama. Seperti inikah perasaan bik Inah dan yang lain pantas saja mereka betah kerja sma abi batin Celyn.
Melihat menantu ke dua pulang membawa sayur dah buah Celyn berinisiatif membantu membawakanya. Sesampainya di dapur ia menawarkan batuan pada majikan tepat pukul satu semua masakan terhidang di meja. Selama majikan makan Celyn membersihkan dapur setelah itu berlalu ke kamarnya menyempatkan sholat zduhur.
Kamar ini benar benar pengap, dibukanya jendela kaca di kedua sisinya. kamar berukuran empat kali lima dengan nuansa abu tatanan ruang yang sangat rapi cukup menunjukan sifat sang empunya. Sejam kemudian Celyn menyulap kamar itu menjadi bersih, sebutir debu pun tidak dibiarkan tinggal mengingat sang empunya kamar pastilah orang yang mendamba kesempurnaan. Sebelum keluar dia kebali menutup jendela dan memastikan ruangan itu benar benar rapi dan bersih. Matanya menangkap tatanan buku yang kurang rapi di rak buku. Ketika sibuk merapikan buku sesuatu terjatuh di kakinya. Celyn pun menggapai map itu tapi karna terbalik isi di dalam map berceceran. Celyn terpana melihat isi di dalam map tersebut. " amsterdam excellence scholarship, nuffic, faculty of economics and business, sr. Xiao Chung Chuan M.arch. (dan lain sebagainya) sejenius inikah dia?"
Tanpa sadar Celyn menyunggingkan senyum masamnya. Terbesit kesedihan dalam hatinya karna dirinya hanya mampu menganyam pendidikan sampai kelasXl. Tak mau terlalu larut dalam perasaanya Celyn segera menyimpan kembali map itu ditempatnya. Lalu dia keluar. Kali ini langkahnya sedikit berat, dalam pikiranya timbul kata andai, andai saja musibah lima tahun lalu tidak menimpa keluarganya. Andai abi masih ada. Namun sayang, dalam hidup ini kata andai hanya ucapan dan angan. Realita hidup tidak pernah mengukir kata andai. Kehidupan time travel hanya ada di cerita khayalan (eh lupa kita lagi diajak otor ke dunia haluππππ). Hari pertama kerja dilalui dengan lancar.
__ADS_1
Malam ini Celyn masak masak sendiri. Makan makan sendiri. Cuci piring sendiri. Tidurpun sendiri .... ahay tarik sist semongko (pelampiasan nich otor)
Selesai menyetrika Celyn segera bebersih diri. Tidak lupa juga lima sehat sunah sempurna(shalat dan shalawat ) lanjut ke pulau kapuk. Pukul sebelas malam. Celyn keluar ke kamar mandi karna ada yang mendesak dibawah sana. Dalam kamar tidak ada kamar mandi , karnanya dengan langkah sempoyongan dia keluar kamar menuju kamar mandi yang terletak di sebelah kamarnya. Baru saja keluar kamar matanya yang setengah mengantuk dikejutkan oleh penampakan sesosok bertubuh tinggi berdiri di pojokan rumah.
xiao chung chuan
Chung Chuan dia baru saja mengabari kakanya yang di negara S begitu sambungan telepon terputus ia mendengar ada suara pintu terbuka. Dia menoleh ke sumber suara, itu adalah kamar pembantu tapi sosok yang keluar dari sana terlalu sempurna untuk dibilang pembantu. Chung Chuan terpana melihat muka bantal Celyn, kulitnya yang putih susu, parasnya yang cantik khas nggak ngebosenin, rambutnya amburadul bikin gemez. Anehnya dia malah terkejut menatap chung chuan, matanya membulat dan hampir saja terjungkal untung tanganya langsung bisa menggapai dinding disampingnya. Mebuat Chung chuan merasa jengkel ''what wrong?'' (ada yang salah)
''I'm mem... I'm sorry, I just shocked. I thingk no one here'' ( sa saya minta maaf. saya hanya terkejut. saya pikir tidak ada orang disini)
''no one?( tak ada orang) ... so how about you (bagaimana dengan kamu)?'' tanya Cung Chuan sambil medekati Celyn. setelah sampai tepat disamping Celyn ia menghentikan langkahnya tanpa menoleh Chung Chuan berkata lagi ''are you human'' (apa kau manusia)? tanyanya lalu masuk ke kamarnya yang berhadapan dengan kamar Celyn, tentunya kamar yang siang tadi dibersihkanya. Celyn hanya mematung memandang punggung pria itu. Merasa masih ada mata yang memandangnya Chung chuan berbalik, tapi wajah Celyn langsung menunduk. Chung Chuan terseyum karna tingkah Celyn .
__ADS_1
tbc