
Pagi hari ini Celyn bangun lebih awal. Sudah tidak ada rasa gelisah dan rindu yang membebaninya. Seperti biasa ia mengerjakan pekerjaanya dengan rapi dan cekatan. Tapi lain dengan sosok yang kini sedang menuruni tangga. Karna semalam tindakanya sudah terbongkar, semua orang pasti mengira dirinya tertarik pada Celyn. Kira-kira bagamana tanggapan Celyn? Akankah sikapnya berubah dan menjauh?
Setelah ia duduk dimeja makan matanya melirik Celyn yang menghampirinya. Ia hanya diam memperhatikan sikap Celyn. Semalam dia menyadari kalau hatinya sudah benar-benar terisi nama Celyn dan sudah membulatkan tekatnya untuk mendapatkan Celyn. Ia baru sadar ternyata tak ada yang berbeda dari sikap Celyn. Apa? kenapa dia biasa biasa saja? dia tidak menghindariku, juga tidak bersikap canggung. Dia itu bodoh apa terlalu polos? batin Chung Cuan.
''Telurnya sudah siap Chuan ge ge saya permisi, sebelumnya saya mengucapkan terimakasih sekali lagi atas semalam.'' ucap Celyn sambil sedikit menundukan kepalanya. Chung Chuan hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Celyn menggapai lap bersih dan berniat membersihkan ruangtamu tapi baru sampai ruang tengah ia melihat tuan besar Xiao dan nyonya Lu menuruni tangga ia pun behenti dan mengucapkan selapat pagi.
'' Celyn a... mari sini dulu, ambil sarapamu kita sarapan bersama. Ada yang mau saya bicarakan.'' perintah tuan besar Xiao.
'' Ba baik bapak...'' meski ragu Celyn tidak berani membantah ia membuat sanwidch dan milo untuk dirinya sendiri. Maklum perut Indonesia memang harus kenyang baru bisa kuat bekerja. Celin merasa canggung dan memilih kursi di ujung untuk duduk.
'' Aiya... saya sudah tua. Apa harus teriak-teriak supaya kamu dengar'' protes tuan besar Xiao. Chung Chuan berdiri dan mengambil piring dan cangkir Celyn lalu melatakan di samping kursinya. Melihat tingkah putranya nonya Lu hanya tersenyum. Celyn hampir tidak percaya dengan tindakan Chung Chuan. Sekarang posisinya tuanbesar Xiao di kursi kebesaranya. Nyonya Lu di sebelah kanan tuan besar Xiao. Dan di sebelah kiri tuan besar Xiao adalah Cung Chuan lalu Celyn. Celyn tersenyum canggung lalu meraih sarapanya.
Tuan besar Xiao meraih cangkir kopinya lalu berkata '' Celyn a... sekali lagi saya ucapkan selamat ulang tahun. Kita mau memberi hadiah tapi kami tak tau hadiah seperti apa yang cocok untukmu. Bicaralah, katakan apa yang kamu inginkan dan kami akan mengabulkan''
Pikiran Celyn melayang dia membayangkan berhadapan dengan om jin yang berkata 'ku beri tiga permintaan'. Celyn segera tersadar dan telintas dua hal dalam pikiranya. '' Bapak bolehkah saya minta dua permintaan?'' tanya Celyn ragu. khawatir dianggap serakah.
''Katakanlah'' timpal tuan besar Xiao.
'' bapak, yang pertama bolehkah sara memakai kerudung?''
__ADS_1
''veil?'' tanya tuan besar Xiao yang terkejut karna jawaban Celyn diluar ekspetasinya. Dia mengira Celyn akan meminta Hp atau uang.
'' Ya seperti...'' Celyn yang mengira mereka tidak faham nangkit mengambil lap yang tadi akan dia gunakan. '' Seperti ini'' ia membentang lap itu lalu melipat menjadi segi tiga dan menempelkan di kepalanya.
'' Ok baiklah. Boleh tidak apa-apa'' jawab tuan besar Xiao
'' Yang kedua, itu... bolekah saya melakukan ibadah menurut agama saya?'' katanya penuh harap.
'' Boleh saya tahu ibadah mu seperti apa?'' kata Cung Chuan yang diangguki tuan besar Xiao dan nyonya Lu. Celyn pun menjelaskan waktu2 yang ditentukan untuk sholat, durasi dan tempat yang dibutuhkan. Mereka bertiga memperhatikan dengan seksama lalu memikirkan solusinya. Karena menurut kepercayaan mereka rumah yang didalamnya ada altar budha tidak boleh buat sembahyang agama lain.
''a pa... a ma... itu di tempat obat dan pupuk a... saya rasa bisa di sisihkan sedikit ruang untuk Celyn.'' usul Chung Chuan.
Kian jie jie memberinya tiga lembar syal dan bisa digunakan untuk hijab. Pagi harinya ketika Celyn mengupaskan telur untuknya, Chung Chuan tetgelitik untuk bertanya ''Celyn a... kamu meminta ijin dari kami untuk memakai kerudung tapi kenapa kamu tidak punya kerudung?''
''hah? itu... dari negara I saya sudah memakai dan membawa kerudung tapi semua disita agen.'' jawab Celyn hatinya masih sakit mengingat waktu itu. Chung Chuan percaya mengingat foto dalam data diri Celyn memang berhijab.
Siang ini ada yang luar biasa. Chung Chuan pulang dan makan siang dirumah. Saat akan duduk di meja makan dia memanggil Celyn ( otor sih ngarep mereka get romantic lunch gitu ...) ''Celyn kemari'' ''Bersiaplah, ganti bajumu setelah makan saya akan membawamu pergi ke pasar''
''hah... baik Chuan gege'' meski ragu tapi Celyn tidak membantah.
__ADS_1
Mereka hanya pergi berdua awalnya ia ingin mengajak Yuqi, tapi Yuqi sedang tidur sedangkan waktu Chung Chuan tidak banyak. Di perhalanan mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing sampai mobil memasuki area parkir bawah tanah. Ternyata Chung Chuan membawa Celyn ke pusat perbelanjaan. Keluar dari lift Celyn terus saja berjalan di belakang Chung Chuan. Beberapa kali Chung Chuan berhenti untuk menyeimbangi langkah Celyn. Namun selalu saja Celyn berhenti beberapa langkah di belakang Chung Chuan. Hingga Chung Chuan tak sabar dan berbalik mendekati Celyn lalu menarik tangan Celyn.
'' Kenapa kamu selalu berjalan di belakangku? Apa kamu takut saya akan memakanmu ditempat umum seperti ini? Atau kamu berlagak seperti pengawal, biar semua orang melihatku seperti pria lemah yang berlindung di ketiakmu, hah?'' cecar Chung Chuan.
'' Bu bu bukan itu, saya merasa rendah diri kalau berjalan di sebelah Chuan ge ge'' aku menghormatimu tahu. kenapa mara?
Mendengar jawaban Celyn, Chung Chuan tersenyun ''itu fakta yang tidak bisa dirubah. Harusnya dalam masa pertumbuhan kamu minta suplemen peninggi badan pada ibumu'' timpal Chung Chuan cengengesan.
''Apa?'' Gila dia ... menghina fisiku. padahal kalau tak aku bikinin sarapan juga liat dia jalan orang pasti ngerasa aneh 'lidi kok bisa jalan' batin Celyn.
''Jangan mengutuku dalam hati... ''
''hah.... ti tidak berani'' Celyn menunduk. Bagaimana dia tahu yang aku batin?
''itu rahasia....'' Sebenarnya Chung Chuan tidak bisa mendengar isi hati. Tapi dari raut wajah Celyn ia dapat memahami perasanya.
''hah...'' wajah cengo Celyn samgat menggemaskan.
''ayo'' ujar Chung Chuan sambil menarik yangan Celyn
__ADS_1
tbc