Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Sudah Tidak Mungkin


__ADS_3

Pagi ini mereka melakukan perjalanan cukup jauh. perjalanan yang memakan waktu 75 menit. Mereka sampai di kebun durian untung bukan masa panen. Celyn bisa merasa pusing bila mencium bau durian. Semua pekerja sudah menanti mereka. Chung Chuan bertugas memanggil dan menyerahkan amplop. Setelah pekerja mengechek isinya Celyn bertugas mengarahkan pekerja untuk tanda tangan. Proses berjalan lancar dan hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam.


Ketika akan pergi mereka berpasan dengan Chung Tao. Setelah menyapa mereka pamit dan menuju ladang manga. Disana pun pekerja sudah berkumpul. Seperti tadi Chung Chuan dan Celyn bekerja sama. Disini memakan waktu seperempat jam. Mereka pun menuju ladang semangka tapi bukan tempat yang biasa Celyn datangi. Disini mereka bertemu dengan Tang Hui. Pekerja disini ada 113 orang pekerja mungkin lebih luas dari ladang yang Celyn jaga.


Waktu sudah tengah hari di perjalanan ke ladang berikunya mereka mampir ke kedai khusus ayam dan bebek panggang. membungkus dua box nasi bebek panggang lalu meluncur ke kebun tebu. Tanpa mereka sadari sebuah mobil merah sudah menunggu mobil mereka di dekat perkebunan tebu. Chung Chuan dan Celyn makan di sana. Sementara pengawas Lee mengumpulkan semua pekerja.


Setelah semua kumpul Celyn dan Chung Chuan memulai bagianya. Di tengah kesibukan mereka seoran pekerja setengah berteriak berkata "pengawas Lee seseorang mencarimu...". Semua mata tertuju pada gadis cantik yang baru saja datang. Banyak dari mereka yang terpesona melihat tampilanya termasuk Celyn. Ukiran wajahnya yang begitu sempurna. Rambut panjang ikal yang hanya ia jepit sebagian dan bagian lainya ia gerai. Kulitnya yang seperti susu. Tubuh tinggi semampai dengan kaki jenjang yang terbalut kain jeans


Semua orang terperangah melihat penampilanya hingga suara dingin nan berat menyadarkan mereka. "Pengawas Lee urus tamumu jangan sampai mengganggu aktivitas kami. Saya tidak ada waktu banyak untuk mengurus kalian." kata Chung Chuan.


Celyn yang merasa ada kemarahan dalam kata-kata Chung Chuan pun sekilas menoleh ke Chung Chuan yang seolah acuh terhadap kehadiran gadis cantik itu. 'Apa? bagaimana dia bisa jatuh cinta padaku tapi tidak mengagumi maha karya Tuhan yang begitu sempurna ini' batin Celyn. Ketika dia menoleh ke gadis itu, Celyn berfikir tampaknya gadis itu terluka dengan ucapan Chung Chuan. Celyn terus mengamati gadis itu yang seperti enggan untuk pergi, itu terlihat dari matanya yang nanar melihat ke arah Chung Chan.


''Apa yang kau lihat?'' tanya Chung Chuan.


''Dia....'' Celyn ingin bertanya dia siapa tapi sudah dipotong Chung Chuan.


''Mukesh C733'' teriak Chung Chuan.

__ADS_1


Celyn mengerti bahwa Chung Chuan saat ini tidak ingin membahas gadis tadi. Dia dapat melihat kebencian yang besar dimata Chung Chuan. Tak lama urusan mereka di tempat itu selesai. Celyn menyempatkan diri untuk shalat zduhur. Celyn dan Chung Chuan memasuki ruang pribadi. Setelah selesai mereka keluar dengan bergandengan tangan.


Tanpa mereka sadari sepasang mata dari tadi terus mengawasi mereka. Siapa lagi kalau bukan Mey Lee. Tanganya mengepal penuh amarah. Pasalnya sudah lama ia menantikan hari ini. Dia sengaja datang kesini untuk menarik perhatian Chung Chuan. Tapi tak ada apapun yang bisa dia lakukan untuk mendapatkan hati Xiao Chung Chuan kembali.


Setiap orang melihat Mey Lee pasti cemburu. Memiliki paras yang cantik. Tubuh yang ideal. Suara yang enak didengar. Bakat acting yang lumayan. Dalam tiga tahun terakhir dia mampu menggaet dua sosok pria tersohor. Satu artis papan atas dan terakhir hingga saat ini adalah duda muda yang menjadi walikota di kota B. Tapi siapa yang mengira sebenarnya yang Mey Lee alami adalah kesedihan. Dia bisa menjadi tokoh utama dari film yang melambungkan namanya dengan mengorbankan keperawananya.


Untuk mempertahankan hubunganya dengan Chung Chuan, dia sengaja memberi bubuk perangsang pada minumanya Chung Chuan supaya dapat mengelabuhi Chung Chuan. Tapi siapa yang mengira kejadian di hotel sore itu mengancurkan kepercayaan sekaligus harapan sampai titik ini. Hubunganya dengan super star berinisial XZ hanya settingan untuk mendongkrak popularitasnya. Di depan kamera mereka selalu mesra tapi dalam kehidupan nyata mereka hanya orang asing.


Hubungan ketiga yang ia jalani dengan si walikota lebih parah. Ia di jadikan budak *****. Tahun lalu Mey Lee mengandung anak sang wali kota. Tapi begitu si walikota mengetahui bukanya bertanggung jawab lalu menikahi Mey Lee. Tapi malah memaksa Mey Lee menggugurkanya demi nama baik.


Karenanya ia masih berharap bisa kembali dengan Chung Chuan. Lelaki yang dulu selalu menjaga fisik dan hatinya. Tapi melihat sikap Chung Chuan padanya hari ini apalagi kedekatan Chung Chuan dengan gadis berhijab itu rasanya tidak mungkin. Sungguh tidak mungkin. Apakah ini yang dibilang karma?


meskipun waktu belum juga menunjukan pukul tiga tapi karena pepohonan yang rimbun membuat cahaya berkurang. Mobil berjalan pelan tapi pasti. Selama perjalanan keduanya hanya diam dengan pikiran masing-masing. Sebenarnya kesunyian itu membuat keduanya tidak nyaman. Tapi bagi Chung Chuan tidak tau mau memulai percakapan seperti apa. Sementara diamnya Chung Chuan diartikan lain oleh Celyn. Celyn mengira Chung Chuan masih marah. Diapun mengira-ira hubungan Chung Chuan dengan gadis tadi.


''Lyn er kenapa kau hanya diam? Apa batremu sudah melemah?'' Chung Chuan memecah kesunyian.


'' Set dah dia pikir robot kali... '' umpat Celyn meggunakan bahasa negara I.

__ADS_1


'' Jangan gunakan bahasamu aku tidak faham'' protes Chung Chuan.


'' Saya bukan robot Chuan ge. saya hanya takut menyinggung Chuan ge.'' jawab Celyn.


''he he '' Chung Chuan tertawa. ''Apanya yang menyinggung? Kau penasaran dengan wanita tadi?" tanya Chung Chuan.


'' Dia seorang artis yang menghalalkan segala cara untuk meraih ambisinya.'' jelas Chung Chuan.


''Sepertinya kalian pernah dekat?'' tanya Celyn.


''Ya'' jawab Chung Chuan.


''Sedekat apa?'' jiwa kepo Celyn meronta-ronta.


Ketika akan menjawab Chung Chuan merasa ada yang salah dengan mobilnya. ''****... jangan bilang ban nya kempes.'' Umpat Chung Chuan. Chung Chuan pun menepikan mobilnya. Dan turun memeriksa mobilnya. Seperti dugaan banya kempes. Tapi ada pemandangan yang tak lazim pada jalan itu, ia melihat ada beberapa paku. Fellingnya tak nyaman, tapi terlambat sebelum beraksi sebuah belati sudah mengarah ke lehernya.


tbc

__ADS_1


Kira-kira masih ada yang peduli dengan novel ini tidak ya?


mau lanjut tapi kok kurang semangat. Apa karena isinya kurang menarik?


__ADS_2