
Harap bijak dalam membaca. Untuk bab ini mengandung 21+, bocil skip dulu ya....
🤗🤗🤗🤗🤗HAPPY READING🤗🤗🤗🤗🤗
Tanganya mengepal sampai urat nadinya timbul. Dalam kemarahanya masih berharap ini mimpi dan akan segera bagun setelah menemukan kamar 204. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri menelusuri setiap nomer yang bertengger pada lock code pintu. Sampai terdengar kecapan dan ******* pada pintu yang sedikit renggang. Saat melihat nomer kamar itu adalah 204, kemarahanya semakin besar dengan gemetar Chung Chuan maju lalu sedikit mendorong pintu supaya bisa melihat isinya. Sayangnya dari sudut pandangnya ia tidak dapat melihat keduanya.
cup cup cup
'' sssssh... akh''
Chung Chuan bersandar pada samping pintu. Dia khawatir ketika nekat memasuki kamar tersebut ternyata yang di dalam bukan kekasihnya.
''Kau manis sekali babby, sejak mala itu aku ingin memilikimu setiap malam'' ucap si lelaki yang membuat Chung Chuan melotot. Ternyata ini bukan kali pertamanya mereka.
''sssssh akh come on babby...'' ucap sang wanita dengan suara yang sedikit serak. Apakah bukan Mey Lee kekasihnya? atau karna sedang keninkmatan jadi serak? Chung Chuan meragu.
''Cup... Sabar sayang lakukan pelan-pelan lebih nikmat. Cup cup''
'' akh ''
''ssssk ahk''
'' Tuan ye aku harap ini hanya kita berdua yang tahu, seperti aku yang membutuhkan dukunganmu. orang tuaku juga membutuhkan dukungan keluarga Xiao.'' ujar si wanita.
Kemarahan Chung Chuan benar-benar tidak bisa di bendung. Pelan tapi pasti ia masuk dan mencari kedua sosok itu.
''ahk babby''
__ADS_1
''ahk''
''faster bab...'' blum selesai sjdah ada suara yang tak asing menggema di ruangan itu.
''Benar- benar memanfaatkan bakatmu... aku salut.'' Ucap Chung Chuan penuh amarah.
''Chu Chuan ge... Ini ini tidak seperti yang honey lihat... pe percayalah '' Mey Lee terperanjat. Ia segera melepas penyatuanya, lalu turun dari ranjang dan merangkak ke Chung Chuan tanpa mempedulikan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun. Di peluknya kaki Chung Chuan
''Percaya? bisa percaya sih tentunya percaya apapun yang kau katakan kalau 'ting' aku tiba-tiba muncul disini. Sayangnya aku sudah mengikutimu sejak di loby dan menonton adegan panasmu dari awal. Aku rasa setelah ini kamu juga bisa jadi artis bo**p.'' kata Chung Chuan yang mampu membuat Mey Lee lemas.
Mey Lee menyadari dirinya sudah tidak bisa menyangkal lagi. Dunianya seolah runtuh seketika. Benar-benar sudah tidak ada harapan. Mereka saling mentukai sejak di bangku setara SLTP. Lima tahun mereka pacaran dan kini harus kandas karena kelakuanya.
'' Aku fikir kemarin malam adalah pertama bagimu. Untukmu aku nengabaikan beasiswaku dan memilih kuliah di sini karna ingin mempertanggung jawabkanmu. Tapi ternyata kau hanya mempermainkanku. Merayuku supaya aku merasa harus bertangung jawab untuk mempertahankan posisi ayahmu. Tck... aku tegaskan aku tidak ingin melihatmu lagi.'' ujar Chung Chuan lalu mwninggalkan Mey Lee yang terduduk lemas.
Chung Chuan pergi dengan hati yang hancur. Dia telah mengabaikan masa depanya yang menjanjikan untuk Mey Lee. Chung Chuan dari setara kelas dua SD selalu mendapat bea siswa. di bangku secondary school di sekelas dengan Mey Lee kedekatan mereka semakin erat hingga memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Lulus secondary school Chung Chuan mendapat tawaran beasiswa dari berbagai sekolah tingkat junior high school ternama. Termasuk sekolah elit. Tapi karena Mey Lee bukan dari keluarga kaya. Mereka memutuskan untuk sekolah di daerah tetdekat yang tidak terlalu elit.
Dengan penuh amarah Chung Chuan melesatkan tinjunya ke kaca frame foto tersebut
pyaaaaarrrrr
kaca hancur berjatuhan ke lantai dan darah segar mengucur menodai foto besar itu.
Pagi harinya Mey Lee dan ayahnya datang ke keluarga Xiao. Mereka menemui tuan besar Xiao, nyonya Lu dan Chung Chuan. Mey Lee hanya menunduk sejak tadi hanya ayahnya yang berbicara meminta maaf karena tidak bisa mendidik anak sehingga anaknya mengecewakan keluarga Xiao.
Meski kecewa tuan besar Xiao memaafkan Mey Lee mengingà t ktulusan mereka untuk meminta maaf. Akan tetapi keberlangsunganya hubungan Chung Chuan dan Mey Lee tuan besar Xiao tidak akan pernah menyetujui.
Mulai saat itu Chung Chuan memutuskan untuk pindah kuliah ke luar negri.
__ADS_1
flash back of
Ini adalah hari kedua Cely ikut ke ladang siang hari Chung Chuan meninggalkan Celyn bersama pekerja di ladang untuk mengantar mereka yang mau ke bandara.
''Aku tinggal dulu. Kalau ada apa-apa segera cari pengawas Liu, jangan jauh-jauh dari dia. Ingat mereka semua orang asing.'' tanpa Chung Chuan sadari kalimat terakhir membuat Celyn tertawa.
''apa? ha ha ha ha...'' Celyn menertawakan kata 'hati-hati' dan 'orang asing'. E**mang kita tidak asing? batin Celyn.
'' Apa? Kenapa kau tertawa?'' Chung Chuan bingung.
''Bukanya kita juga kenal dua bulan?''
''Itu... tak sama, kamu kekasihku. Disini kamu paling cantik aku tidak mau para lelaki itu menggodamu...'' protes Chung Chuan.
'' Sudah sudah.... pergilah jangan sampai mereka ketinggalan pesawat!" bujuk Celyn.
'' Ok ingat jangan tergoda sama mereka, aku lebih tampan dan lebih setia...'' peringatan Chung Chuan sebelum mobilnya melaju.
Celyn hanya geleng kepala. Celyn kembali ke lahan pertanian. Suasana nampak berbeda dari sebelumnya. Beberapa orang terdengan seperti saling melempar gurauan hingga beberapa dari mereka tertawa. Celyn tidak memahami bahasa mereka hanya sedikit familiyar dari logatnya yang seperti bahasa India. Dari pengawas Liu, Celyn mengetahui bahwa mereka dari negara P dan B. Memang secara fisik tampilan mereka hampir sama. Yang membedakan adalah bahasa daerah mereka.
Celyn menuruti apa yang di katakan Chung Chuan dan tidak berani terlalu jauh dari pengawas Liu. Apalagi terkadang ada beberapa pasang mata yang melihatnya seperti orang yang baru pertama kali melihat kaum hawa. Hampir setiap 20mnt atau 30mnt sekali pasti handphone pengawas Liu berbunyi.
tbc
Nb:
uhk beberapa hari ini otor sibuk bagt susah bgt mau up bab. Tapi terimakasih buat semua readers yang setia menunggu update novel TTT , semoga kalian makin semangat ngasih dukungan supaya otor juga makin semangat nulis meski capek. Ini otor kasih bonus visual Mey Lee. Terusdukung otor ya
__ADS_1