Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Romantis vs Mesra


__ADS_3

Merekapun akhirnya turun untuk makan. Celyn mendapati makanan yang sudah di panasi terhidang di meja, lebur sudah kekesalanya. Celyn menuju dapur lebih dahulu ia mengambil dua gelas air putih hangat dan merebus air untuk menyeduh teh jahe madu. Ia meletakan secangkir teh dan segelas air putih di depan Chung Chuan. Mereka pun makan. Chung Chuan kembali meminta maaf tapi Celyn hanya tersenyum . Ia menyadari kalau ketika makan Celyn selalu diam tidak bicara. Etika makan yang bagus.


Selesai makan mereka bekerja sama membereskan bekasnya. Setelah itu Chung Chuan membawa cangkir teh ke ruang tengah. Celyn menghampirinya '' Apa ada yang terjadi?'' tanyanya pada Chung Chuan.


Chung Chuan tersenyum melihat sikap Celyn yang tidak protes atas apa yang terjadi malah menunjukan kepedulianya. ''Apa kau pernah berpecaran?'' tanya Chung Chuan balik.


Celyn mengangguk tapi setelah itu dia berkata ''pernah, dan itu sedang saya jalani dengan Chuan ge. Tapi sebelumnya belum pernah''.


'' Apa?'' Kini Chung Chuan yang tersenyum. ''lalu bagaimana kamu tahu rasanya dihianati?'' tanya Chung Chuan.


''Bukan hanya kekasih yang bisa menghianati, temanpun bisa.'' sanggah Celyn.


'' Benar...'' lalu Chung Chuan menghembuskan nafasnya dengan kasar ''huffft''. ''Lyn er sebenarnya bagaimana perasaanmu padaku?''


''Perasaan ya? Emm... Awalnya aku tidak percaya saat Chuan ge menyatakan perasaan cinta. to be honest dari awal aku sudah mengagumi kecerdasan ge ge. Lama-lama aku terenyuh dengan perhatian dari ge ge. Aku berharap Allahku mengijinkan kita untuk bersama sampai akhir hayat dan mampu mengatasi semua perbedaan. Tapi hanya Allah yang mengetahui mana yang terbaik untuk kita. Jadi jangan mencintai apapun secara berlebihan supaya kita lebih bisa terima bagaimanapun endingnya.''


Chung Chuan nenyadari kalau dirinya sudah salah paham. Dan apa yang dikatakan Celyn memang benar.


''Apa masih ada yang ingin ge ge bicarakan?'' tanya Celyn.


''Maaf sudah mengganggu istirahatmu tidurlah!" kata Chung Chuan sambil mengecup punggung tangan Celyn. Sebenarnya dia sangat ingin memeluk dan mencium Celyn saat ini. Tapi dia memahami Celyn yang menjaga diri pasti tidak nyaman mendapat perlakuan semesra itu. Baiklah romantis tak harus mesra bukan?

__ADS_1


''Aku mau shalat tahajud dulu. Aku akan meminta supaya kita dipersatukan sampai akhir.'' jawab Celyn sambil beranjak.


''Ok, aku temani ke gudang ini terlalu malam...''


Mereka pun pergi ke gudang. Selama Celyn shalat Chung Chuan berfikir seperti apa Allah Celyn sebenarnya? Apakah seperti dewa? Atau seperti leluhur? Tapi dia sungkan bertanya pada Celyn.


Setelah selesai Celyn menyadari kalau Chung Chuan selalu memperhatikanya. ''ge ge masih disini?'' tanya Celin.


''Uum ya. Aku kawatir bila harus meninggalkanmu sendirian di gudang dini hari begini.'' jawab Chung Chuan yang tengah mendekati Celyn.


'' Sebenarnya aku sering melakukanya kalau aku bangun tengah malam'' terang Celyn.


''Doa apa yang kau panjatkan tadi?'' tanya Chung Chuan.


''Sudah berani ya....'' kata cung Chuan sambil menoel hidung Celyn. ''Boleh aku tau seperti apa tampilan Tuhanmu?'' tanya Chung Chuan.


'' Allah adalah Zdat yang menciptakan alam semesta. Keberadaanya tidak dapat dilihat tapi dapat dirasakan. Layaknya angin. Tapi setiap saat kita bisa merasakan manfaat dari kuasanya.''


''Kalau benar ada kenapa tidak bisa dilihat?''


''Pernahkah Chuan ge melihat matahari di tengah hari dengan durasi yang lama? Atau lampu flash dari kamera secara beruntun?(Chung Chuan mengangguk) bagaimana efeknya?''

__ADS_1


''Sangat silau dan pandangan bisa hilang sementara.'' jawab Chung Chuan.


''Itu karena daya tangkap mata manusia terbatas. Melihat matahari yang merupakan ciptaanya saja seperti itu apalagi melihat penciptanya. Lagi pula Allah itu Maha Adil, kalau Dia bisa dilihat bagaimana dengan orang buta?'' terang Celyn. Dan Chung Chuan manggut manggut tanda mengerti. ''Tapi kuasanya dapat dirasakan. Baik nikmat kehidupan yang setiap hari kita rasakan. Maupun mukjizat yang pernah ada misalnya at-tin yang menunjuk pada sebuah pohon dimana budha pertama kali mendapat wahyu atau kisah gunung sinai dan masih banyak lainya. Saya yakin kedua mukjizat tadi ge ge pernah dengar.'' Celyn tahu dengan kecerdasan Chung Chuan dan bila Allah menghendaki, kata ini cukup untuk membuka pikiran Chung Chuan.


Obrolan merekapun berlanjut saat perjalanan ke kamar masing-masing. Setelah sampai di depan kamar Chung Chuan mengecup punca kepala Celyn '' Tidurlah lagi mulai pagi ini cukup buatkan aku sarapan tidak perlu mengerjakan apapun.''


Dan mereka masuk kamar masing-masing. Pagi harinya saat Celyn menyapu orang yang menggantikan pekerjaan rumahnya datang lalu mengambil alih sapu Celyn. Rupanya dia sudah dipesan untuk tidak membiarkan Celyn bekerja. Ulah siapa lagi kalau bukan Chung Chuan.


Hari ini Chung Chuan menggantikan Chung Pao mondar mandir di 3 ladang sekaligus. Ladang pisang, ladang pepaya dan ladang tebu. Tapi sebelum meninggalkan Celyn di ladang semangka ia memberi sebuah smartphon untuk Celyn supaya mempermudah berkomunikasi.


Sore harinya sambil menunggu Chung Chuan, Celyn mandi, shalat ashar. Lalu memasak nasi tumis asparagus dan udang goreng balur nestum. Baru saja Celyn mengenakan mukena mau shalat maghrib Chung Chuan datang mengacungkan tanganya mau salim. Salim sudah jadi kebiasaan mereka saat bertemu atau berpisah. Tapi kali ini Celyn menolak pasalnya dia sudah wudlu.


Merekapun menikmati makan malamnya di ladang baru pulang sampai di rumah sudah hampir pukul delapan. Setelah mengambilkan segelas air putih hangat untuk Chung Chuan Celyn ke gudang untuk shalat isya.


Setelah itu Chung Chuan meminta Celyn untuk menemaninya di ruang kerja. Celyn mengetuk pintu ruang kerja, setelah mendapat jawaban dia membuka pintu lalu masuk.Begitu masuk Celyn dikejutkan dengan ratusan gepok uang. Mungkin kalau di negara I uang ini sudah bisa buat beli rumah mewah meski tidak elit. Ternyata besok adalah hari gajian buat para pekerja. Celyn diminta menempelkan nama dan kode pekerja dan memasukan uang yang sudah Chung Chuan hitung. Jam sebelas Celyn membuatkan Chung Chuan kopi dan membuat coklat panas untuk dirinya sendiri.


Jam satu lebih pekerjaan mereka baru selesai. Merekapun menuju kamar masing-masing. Chung Chuan kembali mengingatkan Celyn. ''Sudah kubilang tidak usah mengerjakan pekerjaan rumah. Tidak perlu bangun pagi untuk bekerja kalaupun mau beribadah kamu bisa tidur lagi. Tapi besok kita akan berangkat lebih awal karena harus pergi ke banyak tempat. Apa kau keberatan?''


''Tidak'' jawab Celyn.


''Ok besok kita akan berangkat pukul tujuh. tempat terjauh dulu yang akan kita datangi. Tidurlah have nice dream terimakasih sudah membantuku.'' ujar Chung Chuan lalu mengecup punggung tangan Celyn.

__ADS_1


tbc


hay kakak-kakak readers tercinta minta dukungan dan komentarnya dong. biar makin semangat dan bisa up tiap hari.


__ADS_2