
Bab ini tantangan baik buat Jingga. Karena, awalnya Jingga ingin membuat cerita yang detail. Bagaimanapun ini mp baik untuk Celyn maupun Hizkia. Dan othor rasa mp lebih mudah diingat dari pada malam-malam panas setelah itu. Apalagi dulu sebelum marak novel online othor udah banyak baca novel novel yang lebih fulgar jadi othor rasa tidak apa asal menyamarkan beberapa huruf.
Tapi siapa sangka upload pertama kali tidak lolos, Jingga revisi tidak lolos lagi. Setelah revisi kedua kalinya masih nggak lolos. Setelah merevisi untuk ketiga kali masih nggak lolos juga terpaksa Jingga coba screen shot dan upload sebagai bonus pembaca eh masih nggak lolos juga terpaksa Jingga hapus dan mikir ide lain untuk cerita yang lebih ringkas di bagian itu, semoga lulus lah ya... Kita hormati aja kebijakan NT ya... Kalau di fikir tujuannya bener juga karena mungkin nggak semua readers cukup umur. Nah ternyata tantangan nggak sampai di situ aja setelah 700 kata KE HA PUSðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ Nangis nggak lu? nangislah...
Sempet terfikir untuk berenti sampai di sini tapi othor tidak suka apapun yang nggantung. Di gantung itu sakit say... Apalagi bakalan jelek banget mukanya, bayangin aja matanya yang melotot mau keluar lidahnya melet dengan liur yang menetes dan wajah yang pucat. Eh becanda... jangan bayangin serem malem jumat nih. Untuk yang di bawah umur tolong skip aja ya
🤗🤗🤗🤗🤗HAPPY READING 🤗🤗🤗🤗🤗
Melihat Celyn akan bangkit dari sajadahnya Hizkia mencoba menghentikannya '' tunggu ''. Ketika Celyn menoleh ia berkata '' Setelah menikah kita belum melakukan shalat sunah dua rakaat, apa kita bisa melakukannya sekarang ?''
Celyn yang mengerti rona merah di pipinya tidak dapat menutupi perasaan malu dan gugup yang menyerangnya. Namun Celyn cukup tahu diri. terlepas dari siapa pria yang di cinta, Hizkia lah suaminya saat ini. Melayani kebutuhan rohani dan jasmaninya bukan hanya sekedar kewajiban namun juga komitmen yang berhadiah pahala. Celyn mengangguk sebagai tanda menyetujui saran Hizkia.
Setelah salam dalam shalat sunah itu Celyn mencium punggung tangan Hizkia yang dilapisi mukena. Hizkia tak langsung menarik tangganya melainkan menjulur dan menyentuh ubun-ubun Celyn dan berdoa
...Bismillahirohmanirohim ...
__ADS_1
...Allahuma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha alaihi wa a-'udzu bika min syarri-ha wa min syarri ma jabaltaha alaihi ...
'' Aamiin " ucap keduanya bersamaan di akhir doa. Canggung... satu kata itu menguasai kamar yang di tempati oleh sepasang suami istri itu. Untuk menghindari rasa canggung Celyn bangkit dan merapikan alat shalat begitu jua Hizkia.
Celyn tersentak ketika sepasang tangan kokoh memeluknya dari belakang. Apalagi ketika satu tangan Hizkia menyibak rambut panjang Celyn dan nafas Hizkia mulai terasa menyapu leher jenjang Celyn seperti sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuh Celyn. Hizkia dengan satu tangan memutar tubuh Celyn sementara satu tangan lainya mengambil alih mukena dari tangan Celyn dan melempar tepat ke atas sofa. Pandangan mereka bertemu sesaat setelahnya Hizkia menyatukan kening mereka lalu berkata lirih '' Apa kau siap untuk menjadi istriku seutuhnya ?''.
Celyn mengangguk sambil berkata '' Insyaallah Aku seutuhnya milikmu''
Kedua tangan Hizkia menakup pipi Celyn lalu memberikan kecupan singkat pada bibir ranum Celyn yang mulai menjadi candunya itu. Saat melepas matanya kembali menelisik untuk mencari keraguan dalam mata Celyn. Setelah yakin ia berkata '' Aku sangat mencintaimu.'' lalu ia tersenyum mengingat perjuangannya selama ini. '' Apa kau tahu? sungguh sulit bagiku, memendam perasaanku selama tujuh tahun bukan hal yang mudah. Tanpa aku ketahui siapa gadis itu dan di mana gadis itu berada. Semua orang menganggap aku konyol. Aku bersyukur Allah mendengar doa ku dan tidak menyia-nyiakan penantian panjangku. Terimakasih cintaku ''
Cecapan demi cecapan terdengar seolah tidak ada yang mau mengalah. Tanpa melepas pagutanya Hizkia membimbing Celyn mendekati kasur. Setelah itu Hizkia menjeda aksinya dan membopong tubuh Celyn. Hizkia berjalan memutar ke sisi lain kasur. Lalu dengan hati-hati meletakkan tubuh Celyn ke atas kasur layaknya sebuah vas porcelen yang mudah pecah.
Hizkia pun merangkak ke atas kasur dan kembali mendaratkan ciuman pada bibir ranum Celyn yang mulai menjadi candunya itu. Sementara tangannya bergerak dari pipi, leher dan berhenti pada sepasang piramida kenyal.
Celyn terkejut spontan melotot dan tangannya bergerak cepat menahan tangan Hizkia. Merasa seolah dapat penolakan Hizkia menghentikan aksinya dan melihat wajah merah istrinya '' Apa kau belum siap ?''
__ADS_1
'' Mm... maaf aku hanya terkejut '' jawab Celyn sambil tersenyum canggung.
'' Apa bisa dilanjut ?'' Hizkia kembali memastikan.
Mendapat anggukan dari Celyn Hizkia tersenyum lalu mengecup setiap bagian dari wajah Celyn dan kembali mema**t bibir Celyn sementara satu tangan melepaskan kancing piyama Celyn. Celyn sangat menikmati kelembutan dalam setiap sentuhan Hizkia hingga ketika tangan Hizkia kembali meremas ****dara Celyn yang sedikit di atas rata-rata namun tidak berlebihan. Saat itu Celyn baru tersadar kalau semua pakainya sudah terlepas hanya menyisakan kain kecil berbentuk segitiga.
'' Sssss... akh'' ******* Celyn lolos ketika jari Hizkia memainkan ***ting yang berwarna merah muda milik Celyn. Malu karena suara yang dia keluarkan Celyn menutup mulutnya. Hizkia berbisik '' Jangan tahan sayang ekspresikan apa yang kau rasakan. aku suka mendengarnya '' lalu memainkan lidahnya pada daun telinga Celyn. Hizkia sangat menikmati tubuh istrinya. Dia tidak mau melewatkan setiap inci tubuh Celyn.
Celyn benar-benar merasakan sensasi yang susah dijelaskan kadang geli kadang ngilu tapi itu semua sensasi luarbiasa yang tidak ingin diakhiri oleh Celyn. ******* dan cecapan mendominasi ruangan itu hingga kain terakhir yang menempel pada tubuh Celyn pun terlepas.
Tangan Hizkia memberi usapan lembut pada area inti Celyn sedangkan mulutnya tak melepaskan dua gunung penantang langit. Celyn semakin menggelinjang ketika permainan tangan tadi digantikan oleh lidah sedangkan satu jari berputar dengan sedikit menekan pada kacang mede. ''kh... kak hentikan emmmmmh'' tapi Hizkia sama sekali tidak menghiraukan ucapan Celyn bahkan aksinya semakin ganas. Tubuhnya serasa panas berpusat pada perutnya diiringi sesuatu yang memaksa untuk keluar. Tubuh Celyn menegang lalu bergetar seperti tersengat listrik.
Hizkia mengungkung istrinya yang masih tersengal-sengal. '' Apa kau siap sayang ?'' tanyanya.
' Apa ? siap? masih ada lagi ? lalu barusan itu apa?' pikir Celyn. Sebenarnya Celyn sudah lelah, tapi melihat wajah suaminya penuh harap ia pun mengangguk.
__ADS_1
tbc