Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Pelecehan di ladang


__ADS_3

Keluarga Xiao selalu mempersilahkan Celyn untuk memasak sendiri menunya. Tapi Celyn cukup tau diri. Dia akan memakan apa pun yang sudah terhidang di meja makan. Kecuali barang yang diharamkan untuk kaum muslim. Biasanya mereka akan memberi tau kalau ada menu dengan swe** dan **bi.


Sudah 4 hari berlalu....


Saat isoma Celyn menyempatkan diri untuk menghubungi keluaraganya. ''Asalamu alaikum umi...'' Celyn.


''Wa alaikum salam wr... wb... bagaimana kabarmu nak?'' Najwa.


'' Alhamdulillah baek umi. Umi dan Salwa gimana?'' Celyn.


''Sehat sayang. Sudah pasti tanggal puangnya nak?'' Najwa.


'' Iya mi... dua minggu lagi nggak sabar deh pengen ketemu umi ma Salwa.'' Celyn.


📱📱📱📱📱


Lima menit kemudian Celyn kembali ke ladang mangga untuk melanjutkan tugasnya. Pekerja sedang menyemprotkan roundup (sejenis obat untuk mematikan rumput. Pohon mangga yang berjajar tingginya kurang lebih 3-4 meter membuat cahaya matahari tak merata.


Tiba-tiba dari samping seorang pekerja mengatakan sesuatu. ''kakak, apakah tuan Chung Chuan sudah lama tidak pulang?'' tanyanya.


''Sebelas hari'' jawab Celyn sambil tersenyum.


''kau pasti sangat merindukannya ?'' pekerja.


Celyn hanya tersenyum, dia menangkap sesuatu yang tak biasa dari pekerja itu. seperti suatu niat buruk. Celyn pun mulai waspada.


Pekerja itu semakin mendekati Celyn dan duduk tepat di sebelah Celyn. Celyn sedikit menjauh. ''Sebenarnya apa yang menarik dari orang cina ? aku dengar mereka main sebentar sudah loyo. Tapi tidak masalah kalau hanya memanfaatkan uangnya saja. Kau bisa mencari kepuasan di luar'' imbuhnya.

__ADS_1


'' Apa yang kau katakan? '' Celyn semakin mendapat sinyal bahaya.


'' Jangan munafik nona, aku tahu seberapa dalam hubungan kalian. Sepasang kekasih tinggal serumah dalam jangka waktu yang panjang apa yang pasti terjadi orang buta pun pasti tau.'' pekerja.


'' Ucapanmu menunjukkan jati dirimu sendiri'' balas Celyn.


Tapi bukan menyangkal pekerja itu malah tertawa. '' ha ha ha nona aku lelaki normal dan setelah merasakan kejantananku tanpa meminta pun kekasihku selalu meminta lebih dulu.''


'' Si*ting'' jawab Celyn sambil berlalu. Tapi sial, sebuah tangan menarik pergelangan kakinya. Karena tidak siap Celyn pun tidak seimbang dan terjatuh. Saat pekerja itu merangkak hendak menindih Celyn, Celyn segera menendang muka pekerja itu. Dan tepat mengenai hidungnya. Darah segar membanjiri mulutnya. Celyn pun berteriak mencari pertolongan.


Dengan menahan nyeri dan pandangan yang agak kabur pekerja itu mencoba sekuat tenaga untuk bangun dan membungkam mulut Celyn. Tapi kali ini ia benar-benar salah mangsa.


Sambil terus berteriak Celyn memutar tubuhnya membelakangi pekerja. Dengan gesit ia menekuk kakinya hingga satu lututnya menempel ke tanah seiring menyalurkan tenaganya ke lengan dan...


dug....


Dengan sekuat tenaga Celyn mengerahkan tenaganya bertumpu pada siku dan mengayunkan tepat di antara pangkal paha pria itu. ( aduh Celyn ... semoga aja kau tidak memecah telur di ladang).


Pekerja itu mengerang kesakitan sebelum akhirnya tak sadarkan diri bersamaan dengan para pekerja lain yang berbondong-bondong kemari. Sebagian dari mereka ada yang terbengong melihat adegan tadi. Ada juga yang tanpa sadar memegang pusakanya sendiri. Ada juga yang mendekati TKP. Pengawas Jin segera menghubungi tuan besar Xiao.


Pengawas Jin segera menghampiri Celyn. ''Anda tidak apa-apa nona ?'' tanyanya pada Celyn.


'' Tidak apa-apa, urus dia'' perintah Celyn sambil menujuk pekerja yang terkapar. '' Yang lain lanjutkan pekerjaan kalian. ingat bekerja dengan baik jangan berfikir untuk berbuat buruk.'' peringatan dari Celyn masih dengan wajah kesalnya.


Pengawas Jin menyuruh 4 orang pekerja mengangkat tubuh temannya yang terkapar. Meskipun dia pernah mendengar Celyn melawan preman suruhan pengawas Lee, tapi ketika menyaksikan sendiri kemampuan Celyn ia pun bergidik ngeri.


🕑🕝

__ADS_1


Tuan besar Xiao tiba di ladang. Terlihat jelas dari mukanya kalau beliau sedang menahan amarah. Begitu melihat pengawas Jin ia marah dan mempertanyakan kinerja pengawasan Jin. Dia pun segera menyuruh pengawas Jin memanggil Celyn.


Saat Celyn mendengar kedatangan tuan besar Xiao, ia pun bergegas meninggalkan pekerjaannya dan menghadap tuan besar Xiao.


Celyn melihat wajah tuan besar Xiao yang tengah gelisah. Baru saja Celyn mau menyapa, tuan besar Xiao sudah lebih dulu memberondong Celyn dengan pertanyaan. '' Celyn a ... apa yang sudah dilakukan si busuk ini ? apa terjadi sesuatu padamu? haiya ... apa Chuan tahu?''


''Bapak mohon tenang dulu tidak akan terjadi apapun dengan saya. Emosi berlebihan tidak akan baik untuk kesehatan bapak. Pria ini sudah mendapat pelajaran '' bujuk Celyn.


''Haiyo.... a Jin a ... sudah saya bilang jaga anak saya ma... beruntung Celyn bisa beladiri. Kalau tidak a .... habis o...'' Tuan besar Xiao kembali memarahi pengawas Jin. Belum habis beliau melampiaskan kemarahannya terdengar gesekan ban mobil yang di rem.


ciiitttttt ....


Semua mata beralih ke sebuah mobil ford range abu-abu yang baru saja datang. Mobil siapa lagi kalau bukan mobil Xiao Chung Chuan. Setelah mobil terparkir sembarangan Chung Chuan segera keluar lalu membanting pintu mobil yang tidak bersalah.


Melihat kedatangan Chung Chuan, Celyn merasa masalah semakin rumit. Chung Chuan mendekati Celyn. Diputarnya tubuh Celyn seperti gangsing, matanya menelisik sambil berkata '' apa kau baik baik saja?''.


'' Chuan ge jangan khaw...'' belum selesai kata katanya sudah dikejutkan dengan pelukan erat dari Chung Chuan. Bagaimana tidak terkejut, tuan besar Xiao dan pengawas Jin juga ada di sana. ''Chuan ge, ada bapak dan pengawas Jin '' Celyn berbisik mengingatkan.


Chung Chuan baru merenggangkan pelukannya tapi tak serta merta melepasnya. ''Papa'' sapanya pada tuan besar Xiao. Dan tuan besar Xiao hanya mengangguk. Matanya beralih ke sesosok pria yang terkapar di lantai ''baji**an itu kah yang mengganggumu?'' tanyanya pada Celyn.


Celyn mengangguk seiring datangnya sebuah mobil mazda merah. Begitu ketiga orang itu keluar Celyn mengernyitkan alisnya berusaha mengingat sosok tambun yang agak familiar. Celyn pun ingat, dia adalah orang yang menyuruh tiga orang memaksa melepaskan hijab Celyn sewaktu baru pertama kali datang dari negara I. Sudah dapat di pastikan mereka adalah pihak agen penyalur tenaga kerja.


Seorang berkacamata jalan lebih dulu diikuti si tambun dan seorang wanita yang menenteng tas berkas. Mereka membungkuk terhadap tuan besar Xiao. Lalu meminta maaf atas nama agency. Si tambun melihat Celyn dalam rangkulan Chung Chuan terperanjat, lalu terlihat jelas kegelisahan dari mukanya.


''Lyn er adakah saksi mata saat kejadian?'' tanya Chung Chuan. Mendengar panggilan Chung Chuan pada Celyn si tambun salah tingkah dan mengeluarkan saputangan untuk mengusap peluh di dahinya.


''Chuan ge, waktu itu saya hanya terfokus menghindari orang ini dan tidak menyadari sekeliling.'' Jawab Celyn apa adanya. Chung Chuan menyuruh pengawas Jin segera mengumpulkan semua pekerja.

__ADS_1


tbc


__ADS_2