
Celyn menyalami Hizkia. ''Maaf kak...'' kata Celyn penuh penyesalan karena dari tadi mengacuhkan Hizkia.
'' Tidak apa-apa ayo kita pulang dulu...'' Hizkia mengambil alih troli Celyn. Sambil mendorong troli, Hizkia menelpon supirnya.
Memasuki jam pulang kerja seperti ini, pemandangan jalanan yang macet sudah menjadi hal yang lumrah. mobil-mobil berjalan merayap menyusuri jalanan kota. Begitu juga dengan MPV mercedes benz V class yang ditumpangi Hizkia dan yang lainnya.
Hizkia duduk di sebelah Salwa. Di hadapannya Celyn duduk di sebelah Najwa . Celyn kembali mempehatikan wajah Najwa yang menua. Celyn juga dapat merasakan sang umi lebih kurus. Meskipun tubuhnya di balut dengan pakaian syar'i. Tapi dari jemarinya dapat di pastikan dalam 2 tahun ini berat badan uminya pasti turun banyak. ''Umi maafkan Celyn tidak bisa merawat umi dan Salwa...'' ujar Celyn.
'' Yang kamu lakukan sudah lebih dari hanya merawat umi dan Salwa nak...'' timpal Najwa sambil menepuk tangan Celyn yang mènggenggam tangan sebelahnya.
'' Dek... berbohong itu dosa. apa umi pernah sakit ?'' tanya Celyn pada Salwa.
'' Setelah kakak pergi umi jadi mudah sakit. Apalagi waktu itu pak Waloyo yang menyalurkan kakak jadi TKI hanya menipu kita. Dia memberikan uang yang sudah dia janjikan. Untuk kebutuhan sehari hari umi sampai hutang sana sini. Umi pasti khawatir kakak juga di tipu bukan di salurkan untuk jadi ART.
2 minggu setelah kepergian kakak penyakit umi semakin parah. Tapi setiap s Salwa meminta umi periksa ke dokter umi selalu bilang nanti. Salwa ngerti umi hanya punya sedikit uang jadi tidak berani ke dokter. Karena sakit londry juga tidak terlalu bagus. Hingga suatu hari hiks... Salwa pulang sekolah nemuin umi hiks... pingsan di dapur.
Tetangga menolong kami membawa umi ke rumah sakit. Tapi hiks... karena waktu itu kita hanya punya ponsel, itulah yang aku jadikan jaminan. Mereka tidak menerima jaminan itu hiks... dan menolak merawat umi.
Beruntung saat itu kak Kia datang, Kak Kia lah yang menjamin umi memberi pengobatan dan fasilitas terbaik untuk umi. Juga membantu biaya sekolah Salwa. Maafkan Salwa kak hiks... Salwa nggak hiks... becus jagain umi...'' Salwa menceritakan masa sulit mereka.
Mereka tak kuasa menahan tangis. Bahkan supir yang sedang mengemudi pun ikut menitikkan air mata. Hizkia memberi kekuatan pada Salwa dengan mengusap punggungnya saat Salwa bercerita.
'' Kamu tidak salah dek hiks... Bahkan kamu sendiri harusnya masih kakak jaga hiks... kakak yang harusnya minta maaf hiks.... Maaf kakak nggak jaga kalian hiks... Kakak juga terlalu abai nggak berfikir sampai di sana '' balas Celyn.
Najwa menggeleng '' tidak hiks... tidak ada yang harus di salahkan hiks.... Semua adalah ujian Dan Allah tidak akan memberikan ujian pada hamba-Nya kecuali hamba-Nya mampu. Adanya juga hiks... untuk naik kelas. Dan dua putri umi ini adalah putri yang paling berbakti. Kalau saja umi punya kemampuan masa anak-anak kalian tidak akan sekacau ini. '' timpal Najwa penuh penyesalan.
__ADS_1
'' Umi...'' kedua putrinya serempak bersimpuh dan menyandar ke pangkuan Najwa.
Hizkia ikut menitikkan air mata juga. Tapi ia sadar bukan tempatnya untuk mencampuri mereka. Melihat Celyn menangis tersedu hatinya seperti di iris pisau berkarat. Ingin rasanya memeluk dan memenangkannya. Tapi dia sadar gadis seperti Celyn pasti menjaga kehormatannya. Ia pun termenung, hingga suara Celyn menyadarkannya.
'' Kak Kia makasih ya... sudah jagain umi dan Salwa. Celyn nggak bisa ngebales. Semoga Allah membalasnya dengan mengabulkan hajat kakak dan meyiapkän tempat di surganya. '' Celyn.
Mendengar doa dari Celyn Hizkia sangat bahagia ''aamiin..'' jawab Hizkia. 'apa kau tahu? hajatku adalah kamu ' batin Hizkia. '' Untuk apapun yang aku lakukan semata-mata karena aku menganggap kalian keluarga. jadi kalau kalian menganggap aku juga keluarga jangan besar -besarkan itu. Semua sudah berlalu, kita sudah berkumpul. Untuk Celyn aku sarankan buatlah usaha di sini atau bekerjalah di rumah sakit HARAPAN. '' ujar Hizkia.
Kalimat terakhir Hizkia membuat Celyn kecewa. Tapi Celyn tidak menunjukkannya. Celyn hanya menanggapi Hizkia dengan senyumnya.
Saat waktu mendekati waktu maghrib mobil memasuki parkiran gumaya tower hotel. benar juga begitu pintu mobil di buka terdengar kumandang adzan maghrib. mereka mencari mushola dan shalat berjamaah. Hizkia yang menjadi imam. Ayat-ayat suci Al qur'an Hizkia lantunkan dengan merdu. Setiap lafaznya dari hati. Dan yang mendengar pun hatinya bergetar.
Setelah shalat Hizkia mengajak mereka ke rooftop dari hotel itu. sesuai namanya Sky land. Restoran ini berada di rooftop bangunan ini. terdiri dari outdoor dan indoor. mereka terperangah melihat desain dari restoran yang memukau. Dari tampilan tempatnya saja bisa di bayangkan butuh berapa uang untuk yakin duduk dan makan di sini .
Saat Najwa membuka mulut ingin menolak,
Setelah makan Hizkia memberikan kartu kreditnya pada pelayan. beberapa menit berlalu pelayan mengembalikan kartu kredit beserta nota.
Mereka pun meninggalkan restoran. Sampai di lobi si supir dan mobil nya sudah ready di luar. Begitu masuk mobil Hizkia menanyai supirnya. '' Sudah makan pak?''
'' Sudah tuan...'' jawab si supir.
'' Baguslah... makan di mana?'' tanya Hizkia.
'' Di sebrang sana tuan masuk sedikit ada lamongan. '' jawab supirnya.
__ADS_1
Hizkia mengangguk mengerti. Mobil pun kembali melaju membelah keramaian jalanan kota. Pukul 8 malam mereka baru sampai di rumah. Setelah membantu memasukkan barang, Hizkia pamit undur diri. Sebenarnya Celyn masih ingin menahannya tapi Celyn menyadari Hizkia adalah dokter yang sibuk. Celyn pun mengucapkan terima kasih lalu mengantar kepergian Hizkia sampai teras.
'' Makasih ya kak hati-hati di jalan '' Celyn mengantar kepergian Hizkia.
'' Sama-sama. assalamualaikum...'' Hizkia.
'' waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh...'' Celyn.
Celyn masuk ke kamarnya yang tetap rapi dan terawat. Ia mengambil handuk dan baju ganti lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi mereka shalat berjamaah.
Selesai shalat mereka duduk di ruang tengah dan nonton tv. Celyn teringat untuk mengabari Chung Chuan. Celyn pun meraih ponselnya. lalu
mengirimkan chat.
ting...
Cepat sekali Chung Chuan membalas.
' Vidio call saja di sini ada papa, ta ge dan er ge' isi pesan Chung Chuan.
belum sampai memencet tombol panggil, sudah ada panggilan masuk dari Chung Chuan.
Begitu panggilan tersambung Celyn tersenyum. Nampak Chung Chuan yang tersenyum juga dengan background ruang kerja.
'' Arived home yet (sudah sampai rumah)?" tanya Chung Chuan.
__ADS_1
'' yes, at 8 a clock (ya, jam 8 tadi)" jawab Celyn.
tbc