
Hay readers, makasih sudah setia menunggu TTT. Mungkin ada yang belum tau arti 'ge ge' dan 'jie jie'.nih otor kasi taw, biar bisa lebih menghayati
ge ge (''ko ko'')\= kakak laki-laki
jie jie (''cie cie'')\= kakak perempuan
di di ("ti ti")\= adik laki-laki
mei mei \= adik perempuan
🤗🤗🤗🤗🤗🤗HAPPY READING🤗🤗🤗🤗🤗
Beberapa anak tanga kayu di atas sudah agak rusak tapi ada beberapa team penyelamat yang berjaga di sana. Mereka berjalan satu per satu Celin berjalan di depan Chung Chuan.Udara yang lembab membuat tangga terasa semakin licin. Celyn yang saat itu mengenakan sepatu yang tak berapa bagus sempat terpeleset. Beruntung Chung Chuan yang di belakang dengan sigap memangkap Celyn. Mata keduanya melotot dan muka keduanya memerah. Pasalnya kedua telapak tangan Cung Chuan tepat menakup benda kenyal yang selama dua puluh tahun ini Celyn jaga. Hari ini ternodai oleh tangan Chung Chuan.
''ha ha ha anak muda kau beruntung. Menolong sekaligus mengambil tanda terimakasih'' tawa dari seorang team penyelamat menyadarkan mereka berdua. Chung chuan menurunkan tanganya mengapit perut Celyn lalu membantu Celyn berdiri tegak (sebenarnya saat itu bukan hanya Celyn yang di bantu Chung Chuan berdiri. Celyn pun sudah membantu sesuatu milik Chung Chuan yang tersembunyi berdiri) sambil berbisik "maaf aku benar-benar tidak segaja'' tepat di telinga Celyn. Lalu menoleh ke petugas penyelamat. ''Tuan anda tau apa yang akan terjadi bila istri saya jatuh? Kenapa anda bisa sebegitu senangnya? Apa kalau ada wisatawan yang jatuh terperosok lalu mati kalian akan berpesta? Itukah tujuan kalian sampai tidak memperhatikan bahwa hampir 25% anak tangga di sini rusak?'' murka chung chuan. Meski Chung Chuan mengatakan dengan nada yang biasa saja, tapi dari taapan mata yang tajam, aura dan makna kata-katanya mampu membuat orang sekitarnya menggigil. Petugas itu bersimpuh dengan gemetar lalu meminta maaf. (chung chuan dan pekerja itu berbicara menggunakan bahasa setempat.) untung celyn tidak mengerti bahasa meteka batin Chung Chuan.
Celyn dari tadi hanya menunduk merutuki kecerobohanya. Kehormatanya sudah tercabik-cabik tapi ia tidak bisa menyalahkan Chung Chuan karena ia tahu dari sikap Chung Chuan baru saja, Chung Chuan murni tidak sengaja. Ia juga merasa sangat malu.
Setelah pendakian yang cukup melelahkan akhirnya mereka sampai di puncak bukit. Celyn masih terdiam mukanya memerah dan tidak berani menatap Chung Chuan.
Chung Chuan memahami keadaan Celyn dan bersyukur karena dapat di pastikan tanganya adalah tangan pertama yang menikmati benda itu. Ia melangkah, tapi menyadari Celyn masih diam ditempat ia pun menoleh ke belakang
''apa kau akan diam saja disana? Ayolah nikmatilah apa yang ada disini, jangan biaran tenaga naik kita sia-sia. Apa kau masih marah? bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak sengaja? bukankah sejam lagi adalah waktumu untuk beribadah?'' bujuk Chung Chuan lalu mengulurkan tanganya untuk menggandeng Celyn.
Dengan ragu Celyn menggapai tangan Chung Chuan lalu mereka berjalan berieingan. Chung Chuan kembali berbisik pada Celyn. ''Angkatlah wajahmu sudah tidak ada lagi yang akan merendahkanmu. Tadi aku mengaku sebagai suamimu. Lagi pula menyesal tidak akan memperbaiki masa lalu. Benar?''
Setelah berfikir sesaat Celyn mengangkat kepalanya dan memandang wajah orang disampingya yang lebih tinggi 27cm. Lalu tersenyum canggung dan mengangguk.
''Lihat, lihat itu''
__ADS_1
''iya aku melihatnya''
''wah besar sekali''
''kita beruntung bisa melihatnya''
Teriakan orang- orang sekitar membuat Celyn dan Chung Chuan melihat ke arah yang sama. nampak sosok yang mengambang di air danau. Meskipun tidak terlihat jelas tapi bisa diperkirakan panjangnya kisaran 2m.
Semua mata terperangah ada juga yang mengabadikan moment tersebut dengan handphone, handycam atau kamera.
Sampai benda itu tak terlihat lagi baru suasana berubah riuh dengan sorak sorai.
'' Kau lihat tadi? itu adalah ikan taimen, ikan air tawar raksasa. Mereka semua merasa sangat beruntung kali ini bisa melihat monster itu''. kata chung Chung Chuan.
''Bukankah kita juga beruntung?'' tanya Celyn yang merasa Chung Chuan kurang bersyukur.
''Melihat ikan itu memang keberuntungan, tapi bersamamu itu adalah keberuntungan terbesar'' sambil meraih tangan Celyn lalu menciunya.
''Apa mau turun ini kawasan penganut islam. Kau akan mudah menemukan masjid.'' kata chung chuan.
Mereka menuruni anak tangga yang tadi tapi kali ini Celyn lebih hati-hati. Chung Chuan juga tidak pernah melepas tangan Celyn. '' Aku gendong mau?'' tanya Chung Chuan.
''Tidak, terimakasih. Lagi pula itu akan membuat Chuan ge ge semakin kesulitan menuruni tangga.'' jawab Celyn sambil tersenyum.
Benar kata Chung Chuan disini ia bisa menemukan mushala. Setelah Celyn melakukan shalat ashar mereka mencari cafe di sekitar lalu melakukan perjalanan kembali ke Urumqi. Jam sudah menujukan pukul sembilan lebih mereka baru memasuki hotel. untung mereka sudah makan malam saat di bandara.
Pagi harinya meteka bangun lebih awal Setelah membersihkan diri sambil menunggu Celyn mandi Chung Chuan memesan makanan pada pihak hotel. Setelah sarapan mereka chek out. Lalu Chung Chuan mengemudikan mobilnya pergi mencari barang-barang yang di butuhkan Celyn. Mereka memasuki beberapa galery lalu membeli beberapa junk food untuk di makan di mobil sebelum sampai di rest area.
Merekapun bertolak dari kota Urumqi ke ibu kota negara C. Ketika memasuki waktu shalat Celyn melasanakanya seperti biasa tapi kali ini ia mengenakan mukena. Saat di rest area Chung Chuan menawarkan vidio call pada Celyn tentunya untuk keluarganya di negara I mumpung ini akhir pekan. Celyn pun mengangguk dengan antusias.
__ADS_1
'' Asalamu alaikum umi,...'' sapa Celyn.
''Wa alaikum salam... Alahamdulillah ini beneran kamu nak?'' Najwa sangat bahagia hari ini
Celyn penasaran karena uminya berpenampilan rapi dan berada di tempat yang terdengar ramai '' umi lagi di mana?''
''umi...'' belum sempat menjawab Najwa di datangi Salwa dan Hizkia. terdengar sosok pria itu berkata ''sudah saatnya umi dan Salwa naik mimbar''. Umi? batin Celyn. ''Umi lagi ngapain?'' kini suara yang ia kenal, Salwa adiknya.
'' Asalamu alaikun Salwa sayang...''
'' Ka... kak Celyn umi?'' tanya Salwa
''Umi, Salwa sudah tidak ada waktu lagi...'' suara itu terdengar lagi.
'' Celyn mereka sudah menunggu umi. Kita mat...'' Najwa
'' Jangan di matikan umi...biarkan dia melihat!'' kata laki-laki itu.
'' Baiklah, nak umi harus pergi kamu sama nak Kia dulu ya'' kata Najwa.
Celyn masih dalam mode bingun. Tapi tetap mengangguki uminya.
''Asalamu alaikum Celyn'' Hizkia
''Waalaikum salam'' Celyn
'' Wah besar sekali...'' Hizkia
''Be besar se kali ? apanya?'' Celyn
__ADS_1
''ha ha ha itu tanda tanya di mukamu besar sekali'' Hizkia
tbc?