Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Pengakuan


__ADS_3

Meja makan bundar itu di kelilingi Yumna, Najwa, Salwa, Celyn, dan Hizkia. Saat makan hanya suara denting sendok dan garpu yang terdengar. Setelah selesai barulah mereka ngobrol. Yumna dan Salwa asyik mengobrol tanpa mempedulikan anak -anak.


Hizkia berbisik di telinga Celyn. '' ngerasa suasana berubah jadi acara reuni nggak ?''


Celyn yang tengah minum pun hampir menyembur. Selain merasa risih dia juga mau tertawa meskipun kenyataannya begitu. Hizkia mengajak Celyn dan Salwa ke taman samping kolam renang belakang.


'' Papa kak Kia dimana ?'' tanya Salwa.


'' Papa ngurus rumah sakit di kota J. '' jawab Hizkia.


'' Oh jadi kakak cuma tinggal sama mama doank?'' tanya Salwa lagi.


'' Mulai deh jiwa keponya'' sindir Celyn.


'' Biarin aja dari pada malu bertanya sesat di hutan....'' bela Salwa.


'' Lagian di hutan mau tanya siapa. Oh iya di sana ada kembaran kamu. Orangutan ha ha ha...'' balas Celyn.


'' yee... enak aja. Nih makanya sebelum masuk hutan Salwa tanya dulu.'' Salwa. Salwa geram dengan kakak lalu mendorong Celyn menjauh.


'' Tidak juga, mama tadi siang baru dateng paling besok pagi sudah pulang. Setiap hari aku hanya tinggal dengan mbok Sumi dan mbah Giman.'' jawab Hizkia.


" Oh jadi...'' perkataan Salwa terpotong dengan notifikasi di ponselnya.


Ting....


'' Udah tuh urusin hpmu dulu jangan kepoin orang mulu....'' potong Celyn. Sambil mendaratkan panta**ya di bangku taman.


'' Kak aku masuk dulu, umi nyariin '' kata Salwa. Hizkia dan Celyn pun mengangguk.


'' Jangan dengerin dia '' saran Celyn pada Hizkia.


Hizkia tersenyum lalu menjawab ''aku senang punya adik seperti Salwa '' katanya sambil menyusul Celyn duduk dengan menghadap Celyn.

__ADS_1


'' Berarti punya adik kayak aku ngebosenin dong'' ujar Celyn


'' Ngebosenin sih tidak tapi untuk menganggap kamu sebagai adik memang berat. Tapi apa boleh buat, kamu pasti keberatan untuk menjadi seperti yang aku mau.'' balas Hizkia.


'' Hah emang aku kenapa?'' ada kekecewaan dalam ucapan Celyn.


'' Masalahnya bukan di kamu tapi aku.'' Hizkia sedikit ragu untuk menyampaikan maksud hatinya.


'' Maksudnya ?'' tanya Celyn yang memang merasa bingung dengan ucapan Hizkia.


'' Begini... mungkin menurutmu ini konyol. Apa kamu ingat dulu pernah menàbrak aku waktu di rumah sakit kota J? sejak saat itu ada perasaan yang tidak biasa untukmu. Aku senang sekali bisa melihat kamu di bangsal tempat abi dirawat.


Aku mencoba menepis perasaan itu mengingat umur kita jauh berbeda. Tapi semuanya sia-sia. Aku sama sekali tidak bisa melupakan kamu. Hingga tanpa aku sengaja aku bertemu umi. Dengarkan aku... Aku akui Aku cinta kamu. Sifatmu, fisikmu, keluargamu dan apapun yang ada dalam dirimu aku suka.


Tapi aku sadar dengan keadaanku. Aku tidak memaksa untuk di terima. Apapun keputusan kamu aku terima. Aku hanya berharap perkataanku ini tidak menjauhkan aku dengan kamu sekeluarga. '' ucap Hizkia.


'' Aku...'' Celyn bingung tidak meyangka Hizkia menyimpan perasaan lain di hatinya


'' Ssst aku tahu ini terlalu dadakan. kamu tidak harus menjawab sekarang. fikirkan baik-baik. Yakinkan jawaban kamu telebih dahulu. imbuh Hizkia.


Salwa jengah karena sudah berkali-kali memanggil tidak ada respon dari keduanya. Dengan terpaksa Salwa mendekati keduanya. ''Pantesan nggak denger. Pada ngelamun semua...'' kata Salwa dengan sedikit meninggikan suaranya. Baik Celyn maupun Hizkia terkejut mendengarnya.


'' Apa sih dek ngejutin orang aja...'' protes Celyn.


'' Habisnya dari tadi dipanggil nggak jawab apalagi mendekat. Eh melamun kok kompak sih ngelamunin apa sih?'' tanya Salwa.


'' Rahasia '' jawab Celyn dan Hizkia serempak lau keduanya bangkit dan meninggalkan Salwa yang masih terpaku.


Setelah beberapa saat Salwa baru tersadar '' melamun kompak. Jawab juga kompak...'' gumam Salwa sambil menggelengkan kepalanya. Tapi setelah sadar Celyn dan Hizkia sudah masuk pintu belakang Salwa sedikit berteriak '' tunggu aku...'' sambil berlari.


Di ruang tengah...


Najwa melihat Celyn langsung berkata pulang yuk nak besok adikmu sekolah. '' Ajak Najwa.

__ADS_1


Celyn pun mengangguk lalu menghampiri Yumna sambil berkata ''pulang dulu ya tante makasih makan malamnya... assalamualaikum '' ucap Celyn. Sementara Hizkia mendahului mereka keluar dan mencari supir. bukan untuk menyuruhnya mengantar Celyn sekeluarga, tapi untuk meminta kunci mobil. Ya Hizkia berniat mengantar sendiri. Dan menyuruh supir untuk pulang. Hizkia


'' Iya nak hati-hati... waalaikumsalam '' jawab Yumna.


'' pulang dulu ya jeng... lain kali main ke ruma. Assalamualaikum '' pamit Najwa sambil cipika cipiki.


'' Waalaikumsalam Oh itu pasti kalau memang di terima '' jawab Yumna.


'' Pulang dulu tante assalamualaikum...'' Salwa berpamitan sambil cium tangan.


'' Waalaikumsalam hati-hati sekolah yang pinter ya...'' balas Yumna.


Yumna pun mengantar mereka keluar. Diluar Hizkia sudah bersiap. Hizkia semula memegang handle pintu belakang. Tapi melihat Celyn yang jalan di depan, tangannya beralih ke handle pintu depan. Dan mempersilahkan Celyn masuk. ''Terimakasih kak...'' ucap Celyn yang di jawab senyuman oleh Hizkia.


Setelah itu dia membuka pintu belakang dan mempersilahkan Salwa dan Najwa masuk.


Najwa dan Salwa masuk sambil mengucapkan terima kasih. Mobil mulai meninggalkan villa mewah tersebut. Hizkia menyalakan layar 26 inci yang membatasi kursi penumpang dan kursi depan itu. Sengaja ia memutar lagu-lagu pop untuk mencairkan suasana . Hizkia tidak mau Celyn merasa tidak nyaman karena pengakuannya tadi. Suasana di depan hening berbeda dengan di kursi penumpang terkadang Salwa mengikuti album yang tengah mereka dengar.


Tak sampai 40 menit mobil Sampai di depan rumah sederhana yang di tempati Celyn sekeluarga.


Setelah menurunkan Celyn sekeluarga Hizkia pamit undur diri. mobil mewah itu kembali menyusuri jalan semula.


Setelah membersihkan diri dan mengenakan piyama Celyn merebahkan tubuhnya. Dia teringat akan malam setelah ia shalat istikharah..


flash back on...


Celyn pov...


'' Shalatlah! mintalah petunjuk dari Allah setelah itu baca sebanyak mungkin dan resapi Quran surah Al baqarah ayat 221'' kira-kura seperti itu saran dari umi. Dan akupun melakukan seperti yang di sarankan.


Dengan khusyuk aku shalat istikharah. Setelah salam aku membaca ayat beserta artinya aku semakin meresapinya. Hatiku bergetar bisa dibilang karena ada rasa takut dan penyesalan. Entah sudah berapa ratus atau mungkin ribu aku mengulang ayat itu. ketika merasa kebas aku mengubah posisi dudukku hingga aku merasa berada di tempat yang indah sebuah taman bunga yang terawat. Bunga-bunga bemekaran layaknya musim semi. Sungguh keindahan yang tidak cukup untuk digambarkan dengan kata-kata. Tubuh ku serasa ringan jauh berbeda dengan keadaanku sebelumnya.


Aku pun menikmati pemandangan itu. Sampai aku melihat sosok yang aku kenal. Dia kakak angkatku.

__ADS_1


tbc


__ADS_2