
Celyn mengerjapkan matanya.
tok tok tok
''Jie jie tolong Yuqi di dapur dia ingin membuat susu tapi tidak bisa'' teriak Yuri dari luar pintu.
'' Ya sebentar'' Jawab Celyn sambil menyibakan selimut. '' Jam berapa sih ini'' gumamnya sambil meraih jam di atas rak baju. ''Apa mereka tidak ngantuk tengah malam begini mau minum susu.'' gumamnya lagi. Celyn merapikan rambunya dan keluar kamar. Ketika langkahnya sampai di pertengahan tangga yang berbentuk V tiba tiba lampu padam. Ia menghawatirkan Yuqi ''Yuqi kamu dimana sayaaang?''
''Jie jie aku disini'' teriak Yuqi dari arah dapur.
Ketika Celyn sampai di anak tangga terakhir terdengar suara orang menekan saklar lampu. Lalu tepat di depanya tempat biasa ada jam besar, tembok itu tersorot cahaya dan menampakan sebuah gambar. Menampakan dua sosok yang sangat ia rindukan ''asalamu alaikum nak...'' sapa seorang yang lebih berumur. Namun Celyn tidak mampu menjawab, ia terduduk di anak tangga. '' Celyn jawab salam umi nak'' imbuhnya. Celyn sungguh-sungguh hanya mampu menangis meluapkan kerinduanya dan kekhawatiranya pada ke dua sosok di depanya. *Ini mimpi, mimpi yang indah T*uhan... maafkan aku yang tidak ingin menjawab salamnya lalu bangun dan tersadar kalau aku habis mengigau batinya dambil terus menangis.
Ini diluar dugaan pembuat rencana akhirnya lampu mereka nyalakan kembali. dan laptop yang digunakan untuk vidio call ditaruh di atas meja berjarak dua meter dari Celyn. Kini Salwa dan Najwa melihat Celyn agak terkejut. Pasalnya rambutnya pendek dan tanpa hijab, tapi mereka memaklumi mungkin karna acara kejutan ini dimulai ketika Celyn tidur. Tapi yang membuat mereka sedih adalah Celyn yang menangis tersedu-sedu meringkuk di tangga
'' Kakak, kakak jangan nangis. Salwa nggak bisa lihat kakak nangis kayak gini'' Salwa pun mulai terisak. Najwa pun menekan kedua matanya untuk menahan tangis dan tanpa mereka sadari di ruangan itu ada banyak orang yang ikut menitikan air mata.
__ADS_1
Celyn membuka tangan yang ia gunakan untuk menutup wajah ketika ada dua orang yang memeluknya. Ia masih merasa mimpi dan berharap bahwa Najwa dan Salwa yang memeluknya. Dan ternyata dua orang itu adalah nyonya Lu dan Yuqi. ''Sudahlah kamu merindukan mereka bukan? bicaralah, katakan kamu rindu mereka. Lihat mereka juga menangis karena kamu menangis'' kata Nyonya Lu sambil mengusap pipi Celyn. mereka pun membimbing Celyn untuk duduk di kursi.
''Wa alakum salam umi, maaf hiks..." Celyn menunduk sambil menangis. Ia ingin mengatakan 'maaf Celyn tidak bisa menjaga hijab Celyn' tapi mulutnya tak mampu dan hanya bisa menangis.
''Umi mengerti nak'' (Najwa salah faham dikira Celyn menangis karna lama tidak mengabari). ''Apa yang membuatmu menagis nak? apa hari bahagia ini kita hanya akan menangis?'' ucap Najwa sambil mengusap pipinya sendiri yang makin tirus. Mendengarnya Celyn sadar kalau menangis hanya akan membuat mereka resah.
''Kakak ayolah kita tidak hiks... mungkin vidio call sampai pagi hiks... kan? Banyak hal yang ingin Salwa ceritain ke kakak'' ucap Salwa sambil sesenggukan.
''Ya umi, kenapa umi agak pucat dan agak kurusan? hiks... Salwa juga kenapa penyakit bawelmu makin hiks parah?'' Akhirnya Celyn lebih mampu menenangkan diri. merekapun mengobrol sebentar lalu memperkenalkan majikanya dan keluarganya. Sesekali ia jadi penerjemah.
Dan satu hal lagi yang membuatnya terkejut. siapa lelaki yang kini bersama umi dan Salwa. Sebenarnya ia masih ingin mengobrol banyak hal pada umi dan adiknya. Tapi itu sungguh egois pasalnya di ruangan ini ada dua lansia dan dua orang anak . Dan ini tengah malam tidak baik untuk mereka berlama-lama disini. Untuk itu setelah tiup lilin dan beberapa obrolan , Celyn memutuskan vidio callnya.
Celyn mulai memotong kuenya. Ia menhucapkan terimakasih pada keluarga Xiao yang telah menerimanya dengan baik. Bahkan perlakuan mereka pada Celyn juga sangat baik. Khususnya malam ini, Celyn sangat terharu. Kini beban rindu dan khawatir akan keluarganya terlepas. Potongan kue pertama ia berikan ke tuan besar Xiao. Potongan kedua ia berikan pada nyonya Lu. Potongan ketiga akan ia berikan ke Chung phao ge ge. Tapi ia menolaknya dan menyarankan memberikan kue itu pada orang yang bercontribusi banyak untuk perayaan ini.
Celyn membawa kue itu menuju Yuqi yang sedang gugup. Ketika Celyn akan menyodorkan kue itu, Yuqi beralih ke samping Celin dan mengarahkanya ke arah Chung Chuan. Kini semua orang terkejut karna setahu mereka Yuqilah yang paling dekat dengan Celyn, dan dia juga yang dari dua malam yang lalu merengek untuk acara ini.
__ADS_1
''Paman ketiga maaf kali ini saya tidak bisa berbohong, kue ini milik paman''. Kata Yuqi polos.
''Yuqi kau yakin?'' tanya tuan besar Xiao
'' Ya kakek pamanlah yang memberi tahu saya kalau besok ulang tahun Celyn jie jie. Dia juga yang merencanakan semua ini dan memintaku membujuk kalian. Bukankah kalau saya menerima kue itu, saya sudah mengambil hak paman ketiga?'' kata Yuqi.
''wow wow wow ternyata ada gajah di balik batu, hahaha'' kelakar Chung Tao. Diacungi jempol Chung Pao. Dan mereka berdua pun saling give five (tos) dan tertawa.
blush
Wajah Chung Chuan seketika merah ia sangat malu. '' Itu. Kemarin saya memeriksa data pekerja dan tak sengaja menjatuhkan data Celyn dan tercecer. Dari sana saya melihat tanggal lahir Celyn. Sebagai ucapan terimakasih karna Celyn telah banyak membantuku, aku berinisiatif merayakan ulang tahunya. Aku tidak mau hutang budi. Itu saja tidak lebih.'' kata-kata Chung Chuan membuat semua orang di ruangan itu tersenyum kecuali Celyn dan Hui jie jie.
''Terimakasih Chuan ge ge, Tapi apa yang saya lakukan adalah tugas saya. Dan kalian sudah membalasnya dengan gaji. Tapi saya sangat berterima kasih atas semua ini. Ini sangat berarti bagiku. Mohon maaf, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih. Saya berjanji kedepan akan bekerja lebih baik, mohon terima kue ini meskipun tidak sebanding yang anda hadiahkan ke saya.'' ucap Celyn.
Chung Chuan menerima kue itu ''baiklah''. Tapi dalam hatinya ada yang terasa sakit meskipun benar Celyn melayaninya dengan sangat baik karena itu memang tugasnya. Ada harapan suatu saat Celyn melakukan itu karana kasih sayang. Seperti apa yang ia lakukan padaYuqi bahkan lebih.
__ADS_1
tbc