Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Majikan Ganteng


__ADS_3

''Saya sudah tua. Kamu pun sudah cukup umur. Saya mau kalau kalian serius jangan tunda terlalu lama. Segeralah menikah karena saya juga ingin punya cucu dari kalian. Syukur -syukur cucu laki-laki. Bilang sama orang tua di rumah, tak usah risau kita keluarga di sini sudah setuju. '' tuan besar Xiao kembali memberi wejangan.


'' Kalau kalian tidak berjodoh ingat, sampai kapanpun kamu tetap anaku. Kamu bisa kembali ke sini meskipun sudah tidak ada hubungan dengan Chung Chuan '' imbuhnya.


Celyn hanya mengangguk patuh. ''Saya mengerti bapak ''


'' Selamat jalan Lyn er. Sampaikan salamku untuk keluargamu. ini ada sedikit hadiah dari keluarga Xiao, kami puas dengan kinerjamu. Anggap saja bonus'' Tuan besar Xiao kembali memberi Celyn amplop.


'' Terima kasih bapak. Ini saya terima. Sekali lagi saya minta maaf atas semua kesalahan saya selama di sini. Sudah bayak kebaikan yang saya terima dari keluarga Xiao saya hanya bisa membalas dengan kata terima kasih meskipun itu tak sebanding. Mohon bapak juga jaga kesehatan selama saya pulang ke negara I. '' ucap Celyn penuh hormat.


Tuan besar Xiao mengangguk sambil tersenyum lalu mengajak Celyn keluar untuk sarapan. Dan di meja makan ternyata sudah ada nyonya Lu, Chung Chuan, Yuri dan Poh Kian. Yuki langsung lari menuruni tangga saat melihat Celyn. Dia segera memeluk Celyn dan mengadu ''jie jie kemana saja semalam? aku menunggumu di kamarmu hingga 1 jam lebih. Aku ingin tidur di kamarmu, tapi dimana jie jie tidur ? kenapa tidak di kamar? apa jie jie tak mau tidur denganku?'' cecar Yuki.


'' Aduh satu satu nanyanya. Pertanyaan kamu seperti kereta api saja. Semalam aku tidur agak lambat karena di ruang kerja menemani paman ketiga. '' jawab Celyn.


'' Kamu sudah besar kenapa tidur saja mencari Celyn Jie jie ?'' protes Chung Chuan.


Setelah bercengkrama sambil sarapan, satu per satu dari mereka pergi memulai rutinitas masing-masing. Pukul 9 pagi dengan berat hati Chung Chuan bersiap mengantar Celyn ke bandara. Dari pintu kamarnya Celyn menengok dan bertanya ''ge ge apa kau sudah siap?''


Chung Chuan yang tengah berdiri di depan cermin meminta Celyn untuk masuk '' ke sini sebentar!"


Celyn menurut dan mendekati Chung Chuan karena mengira dia butuh bantuan. Tapi alangkah terkejutnya Celyn ketika tubuhnya ditarik ke dalam pelukan Chung Chuan. pelukan yang erat benar-benar menenggelamkan Celyn yang awalnya terkejut kini semakin menikmati hangatnya pelukan itu. Celyn pun membalas dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Chung Chuan.


'' Jangan pernah menjauh dariku.... atau aku tidak akan pernah memaafkannya '' kata Chung Chuan.


Celyn menggelengkan kepalanya ''Tidak... Aku tidak akan pernah berniat menjauh kecuali karena takdir '' jawab Celyn. Celyn melirik jam di nakas tiga setengah jam lagi waktu penerbangan. Setelah berapa menit Celyn bergumam ''Apakah kita akan seperti ini terus?''

__ADS_1


Chung Chuan pun melepaskan pelukanya tapi tidak serta merta melepaskan Celyn. Kedua tangannya menakup pipi Celyn. Wajahnya yang sendu. Orang yang melihatnya tidak akan menyangka kalau inilah orang yang selalu bersikap arogan. Bukan tanpa alasan Chung Chuan seperti itu. Chung Chuan merasa Celyn tidak akan kembali padanya. Entah hanya khawatir saja atau insting, intinya Chung Chuan takut kehilangan Celyn.


Celyn bisa merasakan kesedihan Chung Chuan. '' Apa yang ge ge sedih? Percayalah tuhan tidak akan mengambil sesuatu dari kita kecuali mengganti dengan yang lebih baik. I love you ''


Chung Chuan tersenyum kecut. Di usapnya bibir ranum Celyn. Dari bibir itulah selalu keluar kata-kata yang menenangkan. Ingin rasanya ******* habis bibir ini. Tapi Chung Chuan sangat menghormati Celyn. '' Kita berangkat ?'' tanyanya. Dan di angguki oleh Celyn.


Di perjalanan mereka hanya sesekali mengobrol. Chung Chuan selalu menggenggam tangan kiri Celyn dengan tangan kananya. terkadang ia menarik kepala Celyn supaya bersandar di bahunya.


Sebelum masuk bandara mereka mampir ke Hongbin Lou restoran untuk makan siang. barulah mereka menuju bandara. Di bandara Chung Chuan menurunkan Celyn dan barang bawaannya lebih dulu baru memarkirkan mobilnya. Celyn menunggu Chung Chuan di luar pintu. Tiba-tiba badannya terdorong dari belakang dan brught...


'' dui bu qi... (maaf)'' ucap orang yang menabrak Celyn. Tapi begitu Celyn menoleh orangnya lansung berkata '' eh orang Indonesia juga ya?''


Celyn tersenyum dan menjawab ''iya ''.


'' Kenalin aku Mia dari kota S...'' kata wanita itu sambil menyodorkan tangannya.


'' Di sini kerja juga ya ?'' Mia


'' iya '' jawab Celyn


'' Berapa tahun ?'' tanya Mia.


'' Belom sampai 2 tahun'' jawab Celyn.


'' Oh baru... pantesan masih agak bingung. Kalau aku sudah 5 tahun jadi sudah biasa bolak balik antara negara I dan negara C. Tapi jangan Khawatir biar g bingung kamu bisa barengan sama aku. Kayaknya pesawat kita juga sama'' Mia.

__ADS_1


'' Oh baguslah kalau begitu.'' balas Celyn.


'' Ok kalau begitu yuk kita masuk '' ajak Mia.


'' tunggu...'' Celyn menahan.


'' Jangan khawatir dengan adanya aku kamu tidak akan nyasar. '' Ucap Mia dengan penuh percaya diri.


'' Aku tidak meragukan kamu. Hanya saja aku tengah menunggu seseorang. '' jawab Celyn.


Tak berapa lama Chung Chuan datang. Mia yang melihat kedatangan Chung Chuan bola matanya hampir keluar. '' Lihat ganteng sekali dia ''. Celyn pun melihat ke arah pandang Mia dan dia melihat Chung Chuan. Dan Chung Chuan melempar senyum melihat Celyn. '' Eh dia senyum padaku. '' komentar Mia lagi.


Celyn hanya melirik Mia. Setelah Chung Chuan mendekat dia mendorong troli Celyn. Melihat itu Mia kembali memberi komentar ''hah dia majikan kamu? ganteng sekali... apa sudah menikah ?''


Chung Chuan melihat seseorang berbicara bahasa asing pada Celyn hanya melirik dingin. Lalu pandangannya kembali menghangat melihat Celyn. '' Be carefull on the way. Dont forgot call me after you arived (hati -hati di jalan. jangan lupa hubungi aku setelah sampai.''


'' Hay sir Im Celyn's friend (hay tuan aku teman Celyn)'' Mia menyela.


Chung Chuan tidak menjawab dia hanya melirik sekilas. Lalu berkata pada Celyn lagi '' wait here I will take your flight ticket (tunggu di sini aku akan mengambil tiiketmu) .'' Chung Chuan pun meninggalkan mereka berdua.


'' Gila ganteng-ganteng srigala eh maksudku ganteng-ganteng sombong.'' komentar Mia.


'' Maafkan dia ya dia memang seperti itu kalau dengan orang asing.'' Celyn menjelaskan.


tbc

__ADS_1


''hay readers yang setia maafkan othor ya. karena untuk beberapa bap ke depan kalian harus siapkan tisu sebelum membaca. Mana lagi nih dukungannya buat othor supaya lebih semangat


btw othor bingung deh mau jodohin Celyn sama siapa? dilema nih antara si ganteng Xiao Chung Chuan atau si gagah Hizkia. kadih saran di kolom komentar ya...


__ADS_2