
''Nona Celyn apakah anda tidak memegang handphone?'' Tanya pengawas Liu yang merasa terganggu dengan panggilan telephon dari Chung Chuan.
'' Maaf tuan Liu... apa tadi itu panggilan dari tuan Chung Chuan?'' Celyn merasa canggung apalagi pertanyaanya dijawab anggukan oleh tuan Liu.
''Bahkan beberapa panggilan telephon dari dua setengah jam lalu semua dari dia. Dan kamu tau? Dia hanya memberiku satu pertanyaan yang sama pada setiap panggilanya. Yaitu 'bagaimana dengan Celyn'. Sanya tidak menyangka seseorang yang sangat angkuh seperti dia, ketika bucin sangat lebay''. Tuan Liu geleng-geleng kepala dengan perubahan sikap Chung Chuan
Mendengar perkataan tuan Liu, wajah Celyn sudah seperti udang rebus. Dia tidak menjawab hanya teesenyum canggung.
Sore harinya Chung Chuan datang menjemput. ''Apa kau baik-baik saja? Adakah yang mengganggumu?''
''Tentu...'' jawab Celyn sambil tersenyum. Diperjalanan mereka mampir untuk take away junk food berlogo Harland David Sanders. Karena hari itu semua orang pergi ke ladang dirumah tidak ada yang memasak. Sedangkan untuk mencari restauran yang dulu berlogo halal sangat jauh.
''Lin'er kau yakin hanya makan malam dengan ini?'' Chung Chuan merasa makan hanya nasi dan ayam goreng saja tidak terlalu baik.
''Bukan itu saja.... Saya menyarankan take away supaya nanti dirumah saya bisa memasak sayur. Apa Chuan ge keberatan?''
''Oh... tentu saja aku setuju dengan idemu. Pintar...'' pujinya sambil mengelus kepala Celyn.
''Tak sepintar Chuan ge'' jawab Celyn
''Apa tadi ada yang mengganggumu?'' Chung Chuan mengulang pertanyaanya. Ia sungguh khawatir Celyn akan digangggu pekerja di ladang. Tapi apa boleh buat, hanya Chung Chuan dan Chung Tau saja tidak bisa menghandle puluhan ribu hektar tanah dan pekerja sebanyak 600 orang.
__ADS_1
''Mereka tidak ada yang berani mengusiku. Tapi sesuatu yang sedikit mengusik kenyamananku dan pengawas Liu. Chuan ge bisa minta tolong, besok-besok jangan setiap saat menelphon pengawas Liu....'' keluh Celyn yang menundukan kepala khawatir kata-katanya akan menyinggung Chung Chuan.
'' Apa mengganggu? Kau masih muda dan cantik, mereka semua lelaki dewasa. Bagaimana kalau mereka mengganggumu?'' sanggah Chung Chuan.
''Saya melihatnya sendiri dengan mata kepala, mata hati dan mata batin. Mereka tidak berani mengusik kekasig Chuan ge...''kata Celyn
''puft... he he banyak sekali matamu...'' Chung Chuan.
'' Memang... tapi aku masih punya empat mata lagi yang tidak bisa melihat'' Celyn.
''Apa?'' Chung Chuan bertanya.
''Mata kaki'' jawab Celyn merekapun tertawa dengan canda receh Celyn. ''Apa Chuan ge tidak bisa percaya?''
'' Bukankah mereka sudah lama bekerja dengan kalian? Dan untuk kita, saya pernah dengar fondasi dari sebuah hubungan adalah kepercayaan. Hubungan tanpa kepercayaan tidak akan kokoh, curiga dan cemburu berlebih bisa merusak hubungan. Tapi kepercayaan yang dimaksud bukan hanya kita percaya, kita juga harus bisa dipercaya. Karena ketika kita sudah mengasihi dan percaya akan sangat sakit bila dihianati. '' mendengar ucapan Celyn Chung Chuan menepikan mobilnya. Celyn merasa ucapanya mengusik Chung Chuan. 'Kenapa dia menghentikan mobilnya? Apa dia tersinggung? Dimananya yang salah? ' batin Celyn. Dia pun menggapai tangan kanan Chung Chuan dan berkata ''Chuan ge, apakah ada yang salah?''
Chung Chuan menggeleng. '' Apa kau bisa kupercaya untuk disampingku selamanya?'' tanya balik Chung Chuan.
'' Aku tidak bisa berjanji untuk bersama Chuan ge selamanya. Pernikahan ada perceraian. Pertemuan ada perpisahan. Nasib sudah tergaris, aku tidak tau apa yang terjadi besok bahkan nanti. Tapi bisa aku pastikan selama aku masih bersama Chuan ge aku tidak akan berhianat.'' Jawab Celyn dengan senyumnya.
Lalu Chung Chuan melajukan mobilnya. Tak berapa lama mobil berhnti di depan rumah. Chung Chuan memencet tombol pada kuncinya dan sekatika pintu pagar terbuka. ''turunlah tidak perlu mengerjakan apapun. makan lalu istirahat'' titahnya.
__ADS_1
Celyn mengangguk lalu membuka pintu dan turun. Melihat mobil Chung Chuan tancap gas pol loss dol (jangan di tambah rem blong ya! otor ga punya stok peran pengganti) Celyn teringat sesuatu lalu mencoba memanggil Chung Chuan. Tapi mobil itu sudah melesat sangat cepat seperti tukang ojek yang baru sadar habis ngeboncengin mbak kunti.
''Huft...'' Celyn hanya bisa menghela nafas. Beruntung lakak kedua dan istrinya sudah pulang duluan jadi pintu rumah tidak terkunci. Celyn langsung mandi lalu absen pada Penciptanya. Setelah itu dia memutuskan untuk menumis sayur berharap Chung Chuan segera pulang. Tapi sampai sayur dingin batang hidung Chung Chuan masih belum kelihatan. Sambil mengusap perutnya celyn berfikir malang sekali nasib para cacing di perutnya. Berhubung kelopak mata atas dan bawah sudah tak bisa menahan rindu, Celyn memutuskan masuk ke kamarnya lalu tidur. Apalagi ini udah hampir tengah malam.
Sampai suara ketukan pintu membangunkanya. ''Lin er bangunlah'' suara yang tak asing dari balik pintu. Celyn menyibakan selimutnya lalu bangun untuk membuka pintu. Celyn mendapati Chung Chuan berdiri dengan aroma yang berbeda. Aroma ini sama dengan ketika dirumah ini kedatangan tamu agung. Celyn segera menyadari kalau Chung Chuan tengah mabuk.
'' Maaf aku lupa dengan nasinya, Kau pasti lapar. Kita makan dulu ya!'' Kata Chung Chuan.
''Tidak apa-apa saya tidak lapar. Selamat malam...'' kata Celyn karena dia lebih membutuhkan tidur dari pada makan.
''Aku juga belum makan dan sangat lapar''.
flash back on
Mendengar Celyn mengatakan tentang kepercayaan, Chung Chuan teringat dengan Mey Lee. Meski hatinya sakit tapi ada harapan Celyn tidak akan seperti Mey Lee. Tapi begitu mendengar Celyn tidak bisa berjanji untuk terus mendampinginya ada rasa sakit yang lebih parah ia rasakan. 'Apakah selama ini Celyn belum mencintaiku? lalu kenapa dia bersedia menjadi kekasihku? apa hanya merasa sungkan menolak? Dewa kenapa cintaku selalu memihak pada orang yang tidak tepat' batin Chung Chuan. Setelah menurunkan Celyn diapun memutuskan untuk mencari temanya yang sudah lama tidaķ ia temui. Along atao kerap dipanggil Jeremy Long pemilik JUN HUA BAR and RESTO.
Setelah cukup melampiaskan kekesalanya pada minuman keras ia pun pamit. Didalam mobil ia menegadah lalu memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Dari spion matanya menangkap sesuatu yang membuatnya melotot. Ya dia melihat bungkusan KFC di jok belakang. Dalam artian Celyn pasti lapar karena nasinya kebawa kesini.
Chung Chuan melihat jam di tanganya sudah menunjukan pukul sattu dini hari. Lalu ia mengumpat kebodohanya ''sial...'' katanya sambil memukul kemudi. Sampai di rumah ia melihat tumis brokoli udang di atas meja makan. Dan ia ingat betul tadi sian yuri sudah memakan habis roti yang ada. Chung Chuan segera memanasi semua makanan yang ada lalu membangunkan Celyn.
flash back of
__ADS_1
tbc