
Mobil terparkir sempurna di garasi rumah itu yang hanya muat untuk 2 mobil. Selain mobil yang mereka tumpangi tadi di sana sudah ada mobil Audy Q7 Atasnya hanya tertutup oleh atap galvalum. Turun dari mobil langsung disuguhi pemandangan taman yang terawat. Untuk masuk ke rumah itu harus menaiki beberapa anak tangga baru bisa menapaki teras berukuran 1,5×3 meter. Dari luar tidak bisa melihat halaman rumah ini karena pagarnya cukup tinggi.
Baru saja sang supir mau memencet bel pintu. Pintu sudah terbuka dari dalam. Nampak seorang wanita paruh baya yang bertubuh sedikit gemuk. Baik Salwa maupun Najwa pernah bertemu dengan mereka. Tapi Celyn menerka-nerka apakah itu mamanya Hizkia. Tapi dari penampilan sepertinya bukan.
'' Assalamualaikum...'' ketiganya memberi salam bersamaan.
'' Waalaikumsalam... monggo monggo masuk Nyonya sudah menunggu di dalam '' ujar wanita tambun itu.
Mereka pun masuk. mbok sumi langsung mengantar mereka ke ruang tengah. '' monggo silahkan duduk. Saya permisi dulu mau memberi tahu nyonya...'' ujar mbok Sumi.
'' Terimakasih '' ujar Najwa yang di angguki oleh Celyn dan Salwa. Mereka bertiga pùn duduk.
'' Mi rumah kak Kia bagus banget ya...'' bisik Salwa. Najwa hanya tersenyum.
Dari samping terdengar suara yang sangat familiar. '' Kalian sudah datang?" siapa lagi pemilik suara itu kalau bukan Hizkia.
Ketiganya menoleh ke asal suara. Nampak Hizkia dengan setelan kasualnya. rambutnya masih basah. Meskipun ada hair dryer tapi Hizkia tidak pernah menggunakannya karena menurutnya hair dryer bisa merusak rambut. Aroma lavender masih melekat di tubuhnya. Ia pun mendekat dan mereka bersalaman.
'' Sepertinya mama lagi di kamarnya. Mbok Sumi tolong panggilkan mama! " Hizkia.
'' Dalem den...." jawab sang asisten rumah tangga.
'' Tolong panggilkan mama bilang tamunya sudah datang !" perintah Hizkia lagi.
'' Anu den Nyonya lagi di kamar mandi, tapi sudah saya beri tahu seperti yang aden pinta.:" jawab mbok Sumi.
'' Bagus terimakasih" ucap Hizkia.
__ADS_1
'' Tidak perlu tergesa-gesa nak... kita juga baru saja sampai. " kata Najwa. " kamu juga katanya ada meeting penutupan bulan?'' tanya Ñajwa
'' Iya umi. Maaf tadi tidak bisa menjemput kalian...'' jawab Hizkia.
flash back on...
Sore itu di sebuah ruang di rumah sakit HARAPAN kota A. Hizkia menepuk jidatnya '' bodoh sekali aku bagaimana kalau mama berkata yang bukan-bukan? mereka tidak saling kenal apa tidak akan canggung nanti? kasihan Celyn... '' gumamnya. Lalu Hizkia memencet intercom '' Tolong panggilkan dokter Waloyo ke ruanganku segera ''
x: "baik dok''
Selang belasan menit pintu di ruangan Hizkia ada yang mengetuk. '' masuk...'' kata Hizkia.
''Permisi dok... dokter mencari saya ?'' dr.Waloyo.
'' Iya. Dok saya minta tolong meeting dimajukan satu jam karena saya ada keperluan mendesak. '' ujar Hizkia.
'' Baik dok...'' jawab dr.Waloyo.
Meeting berjalan lancar. Hanya ada pembahasan lebih tentang perluasan area. Dan proyek akan di mulai minggu depan. Sehingga Hizkia baru bisa keluar dari ruang rapat sudah hampir pukul 6. Tanpa kembali ke ruangannya is meninggalkan rumah sakit. Sampai rumah dia segera bersuci lalu shalat maghrib karena khawatir waktu yang ditentukan untuk melaksanakan shalat maghrib habis. Setelah itu baru mandi. Hizkia bersyukur dalam hati Selesai mandi baru terdengar pintu pagar di buka dalam artian Celyn dan keluarga baru sampai.
flash back of....
Mereka berempat ngobrol ringan hingga sebuah suara kembali terdengar dari tangga. '' Wah sudah datang maaf ya baru selesai mandi '' kata Yumna.
Mereka berempat pun menoleh. Najwa terpaku melihat sang empunya rumah. Yumna pun sempat menghentikan langkahnya melihat tamunya. Mereka berdua sangat syock.
'' Nana....'' keduanya menyapa dengan keterkejutannya masing-masing.
__ADS_1
Baik Celyn, Salwa maupun Hizkia memasang wajah cengo melihat reaksi kedua orang tua itu. Najwa yang sudah berdiri sejak melihat Yumna pun berjalan mendekati Yumna.
Yumna yang terus melanjutkan langkahnya sambil membuka kedua tangannya '' Nana benar ini kamu kan?'' tanyanya hampir tidak percaya.
'' Iya. Wah.... kamu masih tetep cantik aja meski di usia kita ini''. kata Najwa. Mereka berdua pun saling berhambur untuk berpelukan seperti teletubies😆😆😆😆😆.
Ya mereka berdua teman satu sekolah bahkan satu kelas. Meskipun pergaulan mereka tidak satu sever alias Yumna di sekolah itu selain karena pintar juga ber-uang. Sedangkan Najwa yang merupakan gadis dari panti asuhan bisa mengenyam pendidikan di sekolah swasta elit itu karena bea siswa. Tapi yang membuat mereka sering berinteraksi karena nama panggilan mereka sama yaitu 'Nana'.
'' Apa kabar Na?'' tanya Yumna.
'' Alhamdullilah seperti yang kamu lihat aku baik dan di karuniai dua putri. Kamu sendiri bagaimana ?'' tanya balik Najwa.
'' Alhamdullilah aku juga baik. Tapi sayangnya meski menikah muda aku hanya dipercaya 1 putra saja. Wah tidak menyangka kita akan besanan'' kata Yumna.
Sontak membuat Najwa, Hizkia, Celyn dan Salwa melotot. '' Celyn belum tahu tentang perasaan Kia '' bisik Najwa pada Yumna.
' Aish anak ini...' batin Yumna. '' Aa.. he he he he maksudku putrimu cantik sekali. Senang sekali kalau kita bisa berbesan'' kata Yumna meralat kata-katanya tadi.
Hizkia bernafas lega sedangkan Celyn pipinya memerah karena malu.
'' Ayo ayo kita ngobrol sambil minum teh'' Ajak Yumna yang melihat mbok Sumi dan pak Giman sepasang suami istri itu menyajikan minuman dan camilan. Mereka pun bergabung dengan anak-anak duduk di sofa.
Najwa menyadari ada tanda tanya di wajah Celyn, Salwa maupun Hizkia. Dan Najwa menjelaskan bahwa dirinya dan Nana alias Yumna adalah teman sekolah waktu di bangku SMA . Mereka menghentikan obrolan mereka ketika mendengar adzan berkumandang. masing-masing terdiam hanya bergumam menjawab suara adzan. Setelah itu mereka shalat berjamaah di lantai 2. kembali Hizkia sebagai imam nya.
Ada rasa bahagia di hati Celyn bisa mendengar indahnya lantunan surah Quran yang keluar dari mulut Hizkia. Ini keempat kalinya Celyn mendengar Hizkia mengimami meskipun kali ini Celyn tidak ikut shalat berjamaah . Saat mereka Shalat Celyn teringat untuk memblokir nomer Chung Chuan. Dengan rasa bersalah Celyn memblokir kontak Chung Chuan. Karena Celyn tidak tahu harus bilang apa ketika menghadapi Chung Chuan meskipun lewat ponsel.
Yumna mengajak mereka untuk makan. Ternyata kedua keluarga ini saat makan punya adab yang sama. Hanya denting suara sendok dan garpu yang terdengar dalam ruangan itu.
__ADS_1
tbc
maaf ya lagi-lagi othor sibuk bgt. Sebagai gantinya insyaallah hari ini othor up 2 kali pagi dan malam. Maaf ya dua bab saja soalnya meskipun libur othor mau ada undangan resepsi.... jangan bosan dukung othor ya