
"Lalu bagaimana nasab anak kalian nanti? Dalam islam memang tidak ada istilah anak haram, tapi anak yang lahir dari hubungan tidak sah nasabnya hanya milik ibunya. Bagaimana reaksi orang kalau mendengar nasabnya adalah ibunya apa nanti anakmu tidak malu ? Apa kamu mengerti hukum menikah beda agama? Sekarang umi minta kamu berwudlu lalu shalat istikharah. Mintalah Allah membuka hati dan pikiran kamu. Setelah itu baca resapi makna surah Al baqarah ayat 221 ulangi sampai melekat di kamus hidupmu. Dan tanyalah pada dirimu sendiri apa yang itu kesalahanmu'' ujar Najwa lalu bangkit dan meninggalkan Celyn.
Celyn pun semakin terisak. Setelah berapa saat ia bangkit dan memenuhi perintah uminya. Satu per satu saran dari uminya dilakoni.
Celyn merasa tubuhnya yang ringan. Matanya memandang sekitar taman yang terawat dengan rumput yang hijau dan bunga yang bermekaran. Nampak sangat indah. Dari samping ada suara yang mengejutkannya. Hizkia, kakak angkatnya datang setelan tuxedo rapi terlihat elegan. Ya dia datang untuk menjemput Celyn ke suatu tempat.
Celyn terpana melihat ada kereta kencana dengan tempat duduk yang bernuansa putih. Kayunya terbuat dari kayu terbaik dan dilapisi warna emas. Hiasan pada kereta itu membuat kereta semakin indah. 'Kenapa ada kereta kencana di taman ini? Wah indah sekali. Pasti ada orang special yang juga mengunjungi taman ini 'batin Celyn.
Celyn menoleh ke kanan dan kiri. Tapi tidak nampak ada mobil Hizkia yang kemarin mengantarnya pulang dari bandara. Dan anehnya lagi, Hizkia membawanya ke arah kereta itu. Setelah sampai di dekat kereta Hizkia membuka pintu kereta kencana itu. Dengan diam Hizkia mengulurkan tangannya seolah membiarkan Celyn berpegangan pada tangannya lalu naik ke kereta kencana.
Meski ragu Celyn tetap menurut. Dan Hizkia duduk di depan untuk mengendalikan kudanya. Kereta kencana berjalan dengan gagahnya. Keluar dari taman kereta kencana itu melewati jembatan yang cukup panjang. Di ujung jembatan samar-samar Celyn melihat ada sosok yang sangat dia kenal. Xia Chung Chuan berdiri menyeder di ujung jembatan. Celyn merasa ada yang menggoyang lengannya.
Celyn mengerjap beberapa kali. Dia melihat sekeliling. Lalu merasakan kain yang membungkus hampir seluruh badannya. Ia pun berusaha untuk duduk. Dan melihat wajah uminya.
'' Bangun nak sudah waktunya shalat subuh. Ayo bersiap umi tunggu. '' ujar Najwa.
Celyn mengangguk lalu bangkit ke kamar mandi sebelah mushola untuk gosok gigi dan berwudlu lalu kembali ke mushola. Dibukanya lemari kecil di mushola untuk mengambil mukena dan sajadah yang bersih.
__ADS_1
Setelah shalat berjamaah mereka memulai aktivitas masing-masing seperti yang selalu mereka lakukan sebelum Celyn menjadi TKI.
Celyn tidak fokus memotong daun bawang. Pikirannya di penuhi mimpi semalam. Sikap Najwa sedikit berbeda, sedikit lebih dingin. Mungkin selama proses memasak tidak akan ada suara di antara keduanya. Tapi tidak, Najwa yang tengah mengambil sayuran di sebelah Celyn dikejutkan darah yang menodai daun bawang dan talenan. "Hentikan nak..." pekik Najwa.
Celyn baru tersadar dari lamunannya. Dan dia baru merasakan nyeri pada ibu jarinya. Sementara Najwa mengambil kotak obat. Celyn segera membasuh tangannya lalu duduk di meja makan dan mengambil tisu untuk mengelap tangannya dan menghambat darah yang keluar lalu dia keluar dan mencari lidah buaya.
Saat Celyn masuk ke dapur,Najwa sudah menunggunya di meja makan di depannya ada kotak obat. Celyn yang mengerti mengucapkan terima kasih pada uminya. Sedangkan Najwa hanya mengangguk. Mendapat reaksi seperti itu dari uminya hati Celyn merasa hancur.
Dengan mulut yang terbungkam Ñajwa mengobati luka anaknya. Kalau boleh memilih, Celyn lebih memilih dimarahi atau di pukul dari pada di diamkan seperti ini. Sungguh sangat tidak nyaman.
Celyn kembali mengucapkan terima kasih. Lalu mereka lanjut memasak. Setelah semua pekerjaan rumah selesai Celyn membantu pekerjaan uminya di londry. Celyn ingin memulai percakapan tapi tidak tahu mau mulai dari mana.
Mendengar percakapan putri sulungku dengan majikannya aku merasa ada yang janggal dari sebutan 'papa' yang Celyn ucapkan. Meskipun aku tidak bisa bahasa inggris, tapi aku sedikit memahami bahasa itu.
Benar saja di tengah obrolan mereka aku mendengar kurang lebihnya seperti ini 'jangan tinggalkan saudaraku lama nanti kurus lagi. atau kalian nikah kabari aku.'
Deg....
__ADS_1
ku ingat-ingat tadi di awal telepon aku tidak mendengar mereka mengucapkan salam layaknya orang muslim. Apa anaku menjalin hubungan asmara dengan orang kafir? Astaghfirullah.... Aku selalu merasa aman karena sebelumnya aku tidak pernah mendengar anaku berpacaran meskipun bisa di bilang selain berprestasi anaku juga punya visual yang lumayan cantik. Ku kira anaku pandai menjaga pergaulan tanpa aku ajari. Ternyata aku kecolongan. Di sini aku merasa telah gagal dalam mendidik anak.
Setelah panggilan vidio terputus, aku menyuruh anaku yang bungsu untuk masuk kamar. Aku coba memastikan dengan bertanya pada anak sulungku. Tapi jawabannya sungguh membuatku hancur. Dia tidak menyangkalnya. Putriku adalah anak gadis yang belum pernah membangkang sekalipun. Aku tidak pernah memarahinya karena biasanya sebelum aku tegur dia sudah menyadari kesalahannya.
Akan tetapi untuk saat ini aku tidak bisa menyalahkannya karena aku yang kurang mendidiknnya.
Aku mencoba mengajaknya berfikir resiko dari menikah beda agama. Selain itu aku juga menyarankan supaya dia meminta petunjuk dari Allah. Kepalaku mendadak pusing. Dadaku serasa nyeri. Aku pun memutuskan untuk ke kamar.
Di dalam kamar aku sulit tidur. Aku melihat jam di atas nakas sudah pukul sebelas lebih. Aku pun keluar untuk mencari parasetamol mungkin setelah minum obat kepalaku bisa enakan.
Sampai di ruang tengah aku melihat ada cahaya redup sepertinya lampu mushola menyala. Aku pun mendekat. Aku melihat sepertinya putriku melakukan apa yang aku sarankan. Dia mengubah posisi duduknya. Sepertinya dia sudah lama di sana. Aku tidak mau mengganggunya. Aku pun melanjutkan niatku semula sambil berdoa ''semoga Allah memberi petunjuk untukmu nak''.
Akhirnya aku bisa tidur. Samar-samar aku mendengar adzan subuh. Aku sedikit kelabakan karena baru bangun dan melewatkan shalat fajar. Sampai di mushola aku melihat putri sulungku tertidur lengkap dengan mukenanya. Aku merasa kasihan.
'' Ya Allah lihatlah apa yang sudah putriku lakukan. Aku percaya cintanya pada-Mu lebih besar dari apapun. Bimbinglah dia supaya teguh dalam hukum-Mu. Jangan jauhkan dia dari surga-Mu aamiin '' gumamku.
Aku mencoba membangunkannya dan mengajaknya shalat berjamaah.
__ADS_1
Saat kami masak di dapur aku mendapati jarinya terluka. Tapi dia tidak merasakannya karena meskipun tangannya memotong daun bawang tapi pandangan matanya kosong. Aku pun menghentikannya. Dan bergegas mengambil kotak obat.
tbc