Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Salah Paham Lagi


__ADS_3

Chung Chuan merenggangkan pelukannya. Dia faham arah pembicaraan Celyn. Ada rasa sakit yang menusuk hatinya. 'Kenapa dia bicara seperti itu? apa itu artinya dia akan meninggalkan aku karena tak seiman? lalu apa artinya hubungan kami selama ini? ' batin Chung Chuan. Chung Chuan tidak terima kalau hanya karena tak seiman Celyn mencampakkannya. Sungguh bukan alasan yang kuat. Chung Chuan hanya diam lalu keluar. Dia merasa Celyn hanya mencari alasan untuk mencampakkannya.


Celyn yang melihat reaksi Chung Chuan pesimis. 'Sepertinya tidak ada harapan untuk mualaf ' batin Celyn seraya tersenyum getir. " ya Allah kenapa Kau arahkan perasaanku pada lelaki ini. Aku sungguh tidak bisa berpaling darinya. Aku sangat mencintainya" gumam Celyn.


Sampai pekerjaan dimulai mereka tidak bertemu lagi. Di ladang mereka juga berjauhan. pukul 10 pagi pekerja sudah berhenti memetik buah. Seorang pekerja memberi penjelasan pada Celyn " memetik buah semangka tidak baik bila matahari sedang terik. Karena selain mudah layu kulit buah yang terpapar sinar matahari juga bisa kering. "


Dari kejauhan Celyn sesekali melihat Chung Chuan yang tengah sibuk. Satu jam kemudian ada yang mengantar dua nasi kotak. Celyn membawa nasi itu ke ruang pribadi lalu melanjutkan tugasnya. Semalam Chung Tao sudah memberi tahu apa saja yang harus Celyn lakukan. Karenanya Celyn tak banyak tanya pada Chung Chuan.


Tapi ternyata itu disalah artikan oleh Chung Chuan. Dia berfikir Celyn menjaga jarak darinya. Kekesalannya ia lampiaskan dengan pekerjaan yang memang sangat sibuk. laporan yang biasa di kerjakan malam pun ia buat siang itu juga. hingga ia berniat menghabiskan waktu istirahat siang untuk membuat laporan.


Tanpa Chung Chuan sadari Celyn telah menunggunya di dalam ruang pribadi. Selesai shalat Celyn melihat Chung Chuan yang masih berkutat dengan laptopnya di meja kerja luar. Celyn menghela nafas panjang. Celyn beralih ke meja yang biasa mereka gunakan untuk makan, ia duduk menanti di sana sampai hampir 15 menit. Tapi Chung Chuan masih tak bergeming. Mengingat waktu istirahat sudah mau habis, Celyn memutuskan membawa makanan itu ke meja tempat Chung Chuan bekerja sekarang.


Dengan nampan berisi dua kotak nasi dan dua gelas air putih hangat Celyn berdiri di samping Chung Chuan. '' Setidaknya ingatkah, untuk bekerja juga butuh tenaga '' protes Celyn.


'' Em ...'' jawab Chung Chuan Khas beruang kutub utara. Chung Chuan menutup laptopnya, merapikan berkas dan bukunya. Mereka memang terbiasa makan tanpa suara. Tapi tidak sekaku saat ini. Rasanya sangat tidak nyaman dan mengurangi nafsu makan. Chung Chuan yang biasanya makan pelan, kali ini ia makan dengan kasar dan terburu-buru. Belum sampai terkunyah lembut sudah ia telan. Khawatir Chung Chuan tersedak , Celyn menyodorkan segelas air putih. Karena memang tersedak, Chung Chuan cepat-cepat menerima gelas tersebut hingga airnya sedikit tercecer keluar. '' Terimakasih '' kata Chung Chuan tanpa menoleh ke Celyn setelah meneguk beberapa tegukan.


Celyn terkejut melihat reaksi Chung Chuan. Dan mengira Chung Chuan tengah marah padanya. Air matanya sudah mau keluar tapi sebisa mungkin ia tahan. Tanpa menghabiskan makanannya Celyn merapikan sisa makan mereka berdua. Air mata yang tadi sempat tertahan akhirnya lolos juga. Celyn tidak mengira niatnya untuk memancing Chung Chuan mualaf, malah memancing kemarahan Chung Chuan.


Semua pekerja yang istirahat kini mulai bekerja kembali. Karena masih sakit hati Celyn agak menjauh dari Chung Chuan. Sore hari mereka mulai memetik buah di ladang.

__ADS_1


Pengawas Liu memberikan sebotol air mineral pada Chung Chuan. '' Berikan juga padanya '' titah Chung Chuan sambil menunjuk Celyn.


Pengawas Liu mengangguk dan berlalu ke arah Celyn. '' Tumben tak biasanya dia mengijinkan orang lain mendekati kekasihnya. Biasanya juga mau sesibuk apa, sejauh apa juga dia sendiri yang pergi. Apa mereka bisa bertengkar juga? he he'' gumam pengawas Liu.


'' Nona minumlah dulu...'' ujar pengawas Liu sambil menyodorkan botol air mineral pada Celyn.


'' Oh terima kasih, apa Chuan ge ge sudah minum ?'' tanya Celyn.


'' Sudah nona ...'' jawab pengawas Liu.


'' Pastikan dia minum banyak air putih karena dia selalu kurang tidur, anda bisa kembali ke sisinya untuk membantu dia.'' kata Celyn sambil tersenyum.


Saat pengawas Liu akan berpaling Celyn bertanya '' Tuan Liu, apa biasanya untuk makan siang dan malamnya mereka selalu memesan nasi kotak?''


'' Untuk pekerja juru masak tetap memasak untuk mereka. Namun untuk tuan Xiao saya selalu memesan nasi kotak dari restoran sekitar. '' jawab pengawas Liu.


'' Begitu? mulai nanti malam tidak perlu memesan makanan untuk kami. tolong sampaikan ke juru masak kalau belanja saya minta di belikan tauge, bayam, makarel, tuna dan udang.'' pintanya.


Pengawas Liu segera mengirim pesan pada juru masak. Lalu kembali mendekati Chung Chuan.

__ADS_1


Ting....pesan masuk


Pengawas Liu membukanya ternyata istrinya mengirim vidio lucu tingkah koyol putra mereka. Dalam video tersebut menampilkan Liu junior yang tengah asyik meniru anjingnya. Anjingnya berputar -putar mengejar ekornya si balita pun ikut berputar -putar. Anjingnya terduduk, si balita pun ikut duduk. Pengawas Liu geli melihatnya. Bibirnya mengeluarkan senyuman bahagia. Setiap masa panen dia juga tidak pulang ke rumah.


Pengawas Liu melampiaskan kerinduannya dengan video call atau bertukar video. Senyumnya mengiringi setiap langkahnya. Tak terasa jaraknya dengan Chung Chuan hanya tinggal beberapa langkah.


'' Belum puas senyum senyum sendiri? Bukannya aku menyuruh memberi air minum bukan yang lain?'' suara bariton Chung Chuan mengejutkan pengawas Liu.


'' Bukan begitu, itu tadi...'' kata kata Pengawas Liu terpotong oleh tatapan tajam Chung Chuan. ' Sudah ku duga, huh kenapa tidak mau sendirinya yang pergi tadi kalau ujung-ujungnya cemburu juga " batin pengawas Liu.


'' Hapus kontak Celyn dari handphonemu '' perintah mutlak Chung Chuan pada pengawas Liu.


'' Baik '' jawab pengawasan Liu.


Mata Chung Chuan menatap kesal pada Celyn. ' Begitu tak berarti kah aku dihatimu. ' batin Chung Chuan.


Matahari sudah hampir tenggelam pekerja kembali ke mess untuk isoma. Celyn mandi lalu shalat maghrib. Setelah itu dia menghidangkan makan malam untuknya dan Chung Chuan. Saat makan bersama situasi masih sama seperti tadi siang. Bahkan Chung Chuan membiarkan Celyn membersihkan bekas makan mereka sendirian. Sebelum pekerjaan dimulai Celyn menyempatkan diri shalat isya dulu. Pukul 19:30 pekerjaan dimulai lagi. pukul 22:45 pekerjaan baru selesai. Celyn masuk ke ruang pribadi membersihkan diri, ganti baju lalu bersiap untuk tidur. Dari jendela kaca Celyn melihat Chung Chuan yang masih sibuk di meja kerja luar.


tbc

__ADS_1


__ADS_2