
di kota A....
Sudah seminggu ini Najwa sakit. Karna Salwa tidak bisa menggarap loundry sepenuhnya penghasilan mereka juga semakin menipis. Widodo yang menjanjikan uang lima juta kalau Celyn jadi TKI pun hanya bohong belaka. Namun keadaan Najwa semakin memprihatinkan. Pagi ini ketika Salwa bersiap ke sekolah
prang....
suara barang pecah dari dapur mengagetkanya. Salwa pun segara berlari, sesampainya di dapur Salwa panik melihat uminya tergeletak tak sadarkan diri. Dia mencoba membangunkan Najwa. Tapi Najwa tak kunjung bangun lalu dia berlari kerumah bu sari. Bu Sari yang tengah mengendong cucunya segera membantu Salwa mencarikan angkot untuk membawa Najwa ke rumah sakit. Karna Salwa tidak memegang uang Salwa berjanji pada supir angkot yang juga merupakan tetangganya setelah Najwa sembuh dia akan mengganti uang bensin.
'' tidak apa apa ndok yang penting ibumu diobati dulu'' kata supir angkot
''Terimakasih pak'' Salwa
''sama sama'' sambil berlalu pergi
Seorang suster menghampiri Salwa supaya ke bagian pendaftaran. Salwa yang memang tidak memiliki uang memohon pada pegawai rumah sakit tersebut supaya mau menerima KTP dan hp sebagai jaminan dan Najwa bisa di obati. Setelah ada uang akan di lunasi. Tapi pegawai rumah sakit itu menolak dan menyarankan membawa Najwa pulang.
Namun Salwa yang terus menangis dan memohon membuat pegawai bertubuh tambun itu memanggil satpam. kegaduhan itu cukup menyita perhatian. Begitu juga orang yang baru saja memasuki Rumah sakit ini tak lain di adalah Hizkia. Jiwa keponya muncul dan melangkahkan kakinya ke IGD. Tak lama dia melihat gadis kecil yang tak terlalu asing meskipun ia tak ingat siapa gadis lecil yang tengah ditarik satpam.
Pandanganya beralih ke sebuah brankar yang sedang dikeluarkan dari IGD. Matanya membulat sempurna ketika melihat sosok di atas brankar yang tak sadarkan diri tersebut.
__ADS_1
''Tunggu'' teriaknya mencoba menghentikan aksi satpam itu' ''pangil dr. Waloyo''
Hizkia belum pernah berkunjung ke rumah sakit ini. Kemungkinan yang mengetahui bahwa Hizkia anak pemilik Rumah sakit ini hanya dua tiga dokter.
'' Maaf tuan anda tidak mengetahui apa yang sudah terjadi di sini. Apa yang kami lakukan ini sudah sesuai prosedur.'' jawab satpam tersebut dengan sopan melihat setelan yang di kenakan Hizkia adalah barang breanded.
''Prosedur? prosedur apa? Jangan kotori nama baik rumah sakit dengan mulut kotormu.'' Hizkia emosi mendengar dalih si satpam seolah olah itu adalah peraturan paten dari rumah sakit.
''Anda jangan keterlaluan tuan, saya sudah hormat dengan anda. Tapi kalau anda membuat keributan saya juga bisa mengusir anda'' geram sang satpam.
'' huh mengusir saya? Sekarang saya sudah di sini. Dan bisa memecat kamu. Panggil dokter Waloyo sekarang juga''
Setelah beberapa menit satpam itu kembali dengan dr. Waloyo. Melihat sosok Hizkia dr. Waloyo segera lari menghampiri. Sambil menunduk hormat ia berkata '' Dokter maafkan saya tidak mengetahui kedatangan anda, saya mengucapkan selamat...'' ucapanya belum selesai sudah dipotong Hizkia.
'' Jangan banyak bicara Cepat tangani pasien ini atas namaku (menunjuk Najwa). Dan untuk yang lain kita bicarakan dalam rapat. Sepuluh menit harus sudah sampai di ruang rapat.'' lalu berjalan masuk di ikuti dr. Waloyo.
Melihat adegan itu si satpam langsung lemas seperti kehilangan rohnya. Dia segera menyusul Hiskia dan bersujud di depanya. ''tu...''
'' Diam dan jangan halangi saya, pergi dan renungkan kesalahanmu'' potong Hizkia. Sebenarnya Hizkia bukan orang yang sombong dan kejam. Meski sudah seperti tadi tapi dia tak punya niat memecat si satpam. Dan dari pada mengurus satpam ini masih banyak hal yang harus diurus.Toh pada kenyataanya, karyawan yang di pecat meskipun membuat kesalahan kadang tidak terima bisa jadi menimbulkan dendam pada sang bos. Sedangkan memberi kesempatan kedua terkadang bisa membuat orang sadar dari kesalahanya dan bertekad untuk lebih baik.
__ADS_1
rapat pertama berlansung sekitar 40menit. Rapat kedua sangat melelahkan karna laporan keuangan yang berantakan dan sistim kerja yang sudah jauh dari visi misi rumah sakit HARAPAN. Di rumah sakit ini tidak ada kamar pribadi seperti di kota S. Tapi mereka punya vila di kawasan perbukitan. Karna belum mengenal kota ini Hizkia meminta dr. Waloyo untuk mencarikan supir pribadi.
Sebenarnya sebelum pulang ke vila ia ingin menjenguk Najwa. Tapi badanya yang belum pulih total dikarenakan obat perangsang, perjalanan dan rapat tadi membuatnya sangat lelah. Bahkan di perjalanan menuju vila dia Bisa tertidur. Sang sopir tidak berani membangunkan. Hanya bisa diam sambil mainan hp di mobil menemani sang majikan tidur. Setelah waktu menunjukan jam delapan malam, terpaksa dibangunkanya sang majikan takut sang majikan telat makan malam. eh orang ini tidur pa pingsan batin supir. ''tuan... tuan... tuan...'' melihat pergerakan dari majikanya ia menjelaskan ''sudah pukul delapan tuan''
Hizkia mengerjapkan matanya. ''hmn.. hoooam'' ''jam berapa ini?''
''pukul delapan tuan'' supir.
''begitu jauhkah?'' kata hizkia sambil keluar dari mobil.
Hadew... ini mah bukan jarak yang jauh tapi karna kau sudah tidur di mobil tiga jam lebih, batin sang supir.
Hizkia terkejut karna pintu vila sudah terbuka tapi tidak ada yang menjawab salamnya, begitu masuk dia mencium aroma masakan. Tapi dia mengabaikanya karna perutnya sudah lapar ia bergegas ke kamar untuk membersihkan diri terlabih dahulu baru turun makan. Tapi sesampai di kamar ia tersadar kopernya belum diturunkan. Haruskah perut laparnya dibawa naik turun tangga lagi? Terlalu melelahkan bukan. Tapi tidak mungkin di almari tidak ada handuk. Akhirnya dia memutuskan untuk mandi dan memakai handuk dulu. Begitu membuka lemari ternyata pakaian dalam kopernya sudah tertata rapi di almari. Ia bingung adakah pesulap disini?
Setelah makan dan berbincang dengan pembantu sebentar Hizkia melaksanakan kewajibanya. Sekaligus mengkodlo shalat maghrib yang tadi terlewat. Matanya kembali mengantuk.
Pagi harinya perjalanan ke rumah sakit ditempuh kurang dari setengah jam. Hizkia melongo ketika memasuki area rumah sakit. Berarti semalam....batin hiskia. Mobil berhenti tepat di depan pintu. Satpam yang kemarin cekcok denganHizkia membukakan pintu. ''Selamat pagi dokter'' ucapnya sambil menundukan wajah yang dijawab anggukan kepala oleh hizkia. Dengan malu penuh penyasalan si satpam berkata '' Dokter mohon maaf atas kesalahan saya selama bekerja disini. Dan terima kasih anda memberi saya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan saya'' kata satpam sambil sedikit membungkuk.
'' Bagus kalau kamu menyadarinya. Dan akan lebih bagus lagi kalau kamu memperbaikinya'' kata Hizkia setelah itu berlalu pergi.
__ADS_1
tbc