
Pagi harinya Lexus itu kembali datang ke rumah Celyn. Tak lama mobil kembali tancap gas mengantar Salwa ke sekolah lebih dulu karena mobil hanya memiliki 4 seater, sedangkan mereka berlima dengan pak supri. Setelah mengantar Salwa mobil kembali untuk menjemput Celyn, Hizkia dan Najwa.
Mobil melaju ke rumah sakit HARAPAN kota A. Sesampainya di depan rumah sakit itu Hizkia berpesan pada pak Supri supaya berkemudi dengan hati-hati. Hizkia membuka pintu belakang untuk mengantar kepergian Celyn dan Najwa. '' Umi... Celyn hati-hati di jalan. Jangan khawatirkan Salwa aku bakalan jaga dia baik-baik''
'' Terimakasih nak titip Salwa ya'' ucap Najwa
'' Aku duluan ya kak, kalau Salwa susah di atur jewer aja!" kata Celyn. Hizkia tersenyum lalu mengusap kepala Celyn.
'' Assalamualaikum '' Celyn
'' Assalamualaikum '' Najwa
'' Waalaikumsalam '' Hizkia
Hizkia kembali menutup pintu. Hizkia masih berdiri di sana memandang mobil yang menghilang di tikungan. Semua seperti mimpi bagi Hizkia.Tujuh tahun, tujuh tahun Hizkia seperti orang bodoh mencintai sosok yang tidak pernah ia lihat selama tujuh tahun.
Baru kemarin mereka sepakat taaruf. Dan dua hari lagi acara khitbah akan dilangsungkan. Ternyata Allah tidak hanya mengabulkan doa Hizkia tapi juga memberi bonus untuk penantian panjangnya. 'sepertinya pulang nanti aku harus berterimakasih ke papa mama' batin Hizkia.
πππππ
Keesokan harinya Hizkia mengantar Salwa ke sekolah SLTP Negeri dekat dengan rumah Salwa baru ke rumah sakit dengan mengendarai mobil Terios. Kemana Supri dan mobil lexusnya? Ternyata untuk memudahkan urusan Celyn dan uminya Hizkia mengatur pak supri untuk standby buat mereka. " Nanti siang kakak masih sibuk kamu di jemput supir rumah sakit kayak kemarin yah. Terserah kamu mau nyusul kakak di rumah sakit atau mau pulang ke villa" katanya pada adik angkat sekaligus calon adik iparnya itu.
" Salwa nyusul ke rumah sakit aja kak daripada mondar mandir, toh koper Salwa udah di bagasi." jawab Salwa.
'' Ok... baik-baik belajar ya. Jangan lupa ijin hari senin mungkin belum bisa berangkat sekolah." Hizkia mengingatkan.
'' Siap kakak ipar " kata Salwa dengan posisi tangan hormat.
__ADS_1
Siang harinya Hizkia sangat sibuk dengan pekerjaannya sampai melewatkan makan siangnya. Setelah shalat ia kembali dengan kesibukannya. Jam menunjukkan hampir pukul 3 saat pintu ruang kerjanya di ketukan dari luar "masuk " ujarnya. Ia dapat menduga kalau bukan perawat pasti Salwa.
'' Assalamualaikum kak..." sapa Salwa.
" Waalaikumsalam..." jawab Hizkia. ''Koper kamu masih di dalam mobil. Kakak akan meminta seseorang untuk mengambilnya " ujar Hizkia lalu akan memencet interkom.
namun urung karena Salwa berkata '' Tidak usah kak aku sudah menyiapkan baju ganti di dalam tas sekolahku ".
'' Pintar...'' puji Hizkia.
Setelah mengeluarkan baju ganti dan mukenanya Salwa ke toilet dalam ruang itu. Sementara Hizkia memencet interkom dan meminta staf rumah sakit mengantar makan siang yang sudah di pesan tadi. Salwa keluar dari kamar mandi bersamaan seorang staf yang mengantar dua nampan makanan dan senampan berisi snack, minuman ringan dan potongan buah dalam kemasan.
Sementara itu di sebuah pemukiman di kota A....
Seseorang turun dari taxi setelah memastikan pada supir taxi sudah sampai alamat yang di tuju. Laki-laki bertubuh setinggi 187cm itu melihat ke rumah yang di tunjuk supir taxi tadi. Namun sayangnya pintu pagar tergembok. Dia pun melihat seseorang berjalan kaki lalu segera menghampiri orang itu.
'' Escusme em... pemisi" sapanya.
'' Saya cali inyi" kata Chung Chuan sambil memperlihatkan foto Celyn dari ponselnya ke lelaki dewasa itu.
'' owh cari nak Celyn?" tanya si lelaki dan Chung Chuan menjawab dengan anggukan.
'' Rumahnya di situ...." sambil menunjuk rumah Celyn.
'' Titak ata (tidak ada) where is go em- boleh saya tahu kemana?" tanya Chung Chuan lagi.
__ADS_1
'' Oh iya ya kayaknya sepi. Pada kemana ya? sebentar saya tanyakan orang terdekatnya dahulu. Mari mari kita ke rumah sebelah " ajak lelaki itu. yang di ikuti Chung Chuan.
'' Assalamualaikum sari.... sar... sari...." lelaki itu ternyata mencari bu sari.
'' Waalaikumsalam. eh Yono enek opo (ada apa)?" bu sari menanyakan kepentingan lelaki itu. Tapi sedetik kemudian ia terkejut kakinya lemas dan terjerembab bahkan hampir pingsan. Yono dan Chung Chuan sigap membantu bu Sari duduk di kursi dekat pintu. Mata bu Sari tidak beralih dari wajah Chung Chuan. "Ya Allah guantenge " gumam bu Sari yang masih bisa terdengar.
'' Oalah Sari... Sari tak sengguh sakit (saya kira sakit). "
'' Ya kaget to aku. Mari weruh rupamu seng ajur kok teros weruh Ya Allah jan guanteng tenan lo Yon. Masya Allah ( ya saya kaget. Habis lihat wajah kamu yang hancur terus lihat- Ya Allah ganteng banget loh Yon . )" ucap bu Sari.
'' Lo yo bedo iki ganteng khas jawa lui ganteng khas china (loh ya beda ini gasxx xzteng khas jawa itu ganteng khas china)" Yono.
'' Selagi koyo ngomong kok ganteng." bu sari
'' Aku pernah ganteng pada masanya " kata Yono penuh percaya diri. " wes lah malah ra karuan. Cah bagus iki mrene nggoleki neng Celyn tapi kok sepi yo umahe ( anak tampan ini cari neng Celyn tapi kok rumahnya sepi ya)" kata Yono.
'' Yo jelas sepi la wong neng Celyn sekeluarga neng Jakarta (ya jelas sepi orang neng Celyn sekeluarga ke Jakarta)" jelas bu Sari.
Chung Chuan yang tidak faham dengan percakapan mereka sedari tadi hanya diam saja. Meskipun merasa jengkel karena belum mendapat informasi tentang Celyn tapi dia harus lebih bersabar.
'' Maaf kalau boleh tahu ada keperluan apa?" tanya Sari pada Chung Chuan.
Chung Chuan yang tidak mengerti ucapan bu Sari berkata " saya tali negala C. Saya titak bisa banyak bicala bahasa. Saya kemali cali Celyn (Saya dari negara C. Saya tidak bisa banyak bahasa indonesia. Saya kemari cari Celyn ".
'' Neng Celyn wit famili go Jakarta. Saya kasih tahu alamatnya tunggu sebentar" kata bu Sari sambil masuk ke dalam. Cung Chuan memang tidak π―persen faham bahasa bi Sari. Tapi garis besarnya dia faham. Tak lama bu Sari keluar dengan secarik kartu nama. "Ini rumah neng Celyn " katanya sambil menyodorkan kartu nama tersebut .
'' Ok thank you.... terimakasih..." ucap Chung Chuan sambil agak membungkuk lalu berjabat tangan dengan mereka satu per satu untuk pamit.
__ADS_1
Chung Chuan kembali ke hotel dengan taxi tadi.
tbc