Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Jamuan Makan Malam Untuk Celyn


__ADS_3

'Ya Allah kenapa hatinya tak tergoyahkan dengan nama -Mu' batin Celyn. Celyn merasa kecewa dengan sikap Chung Chuan.


Sampai rumah Celyn membantu Tang Hui menyiapkan makan malam. ' Sepertinya akan ada tamu' batin Celyn melihat bahan masakan yang disiapkan lebih special. Sedikit lagi makanan siap karena waktu maghrib sudah hampir habis Celyn pamit untuk shalat maghrib dulu. Lalu Ia ke gudang untuk shalat maghrib.


Celyn kembali ke dapur. Ternyata semua masakan sudah tersaji di atas meja. Celyn menawarkan diri membereskan sisanya dan mempersilahkan Tang Hui kalau mau mandi. Setelah urusannya di dapur selesai Celyn juga ke atas untuk mandi.


Ternyata di kamarnya sudah ada yang menanti dari tadi. Melihat pintu kamar yang tertutup Celyn sudah menduga kalau Chung Chuan pasti sudah ada di dalam. Benar saja baru saja buka pintu, belum sampai melangkah masuk kamar sudah ada suara komplain dari dalam '' kenapa lama sekali...'' protes Chung Chuan yang tengkurap di kasur Celyn sambil mengerjakan sesuatu di laptopnya.


'' Tadi aku membantu Hui jie jie memasak dan baru saja selesai. Makan malam nanti menunya special. Apa kita akan kedatangan tamu penting?'' tanya Celyn sambil duduk di ujung kasur.


Chung Chuan tersenyum lalu bangkit dan bersila di sebelah Celyn. '' bukan tamu penting. Melainkan orang penting. '' jawabnya.


'' Begitu ya... ya sudah aku mandi dulu lalu shalat '' balas Celyn lalu bangkit.


'' Eits nanti dulu baru saja datang sudah mau pergi lagi '' cegah Chung Chuan yang langsung meraih tangan Celyn.


'' Chuan ge aku belum mandi, ini habis bantu Hui jie jie. Badanku bau bawang...'' protes Celyn.


'' Aku juga belum mandi, Dari tadi aku menunggumu di sini. Setidaknya beri aku kompensasi ....'' Chung Chuan.


'' Apa... kompensasi?'' tanya Celyn heran.


'' Ya kau sudah membuang waktuku yang berharga untuk menunggu terlalu lama...'' jawab Chung Chuan dengan muka serius.


'' He he konyol sekali. Siapa yang menyuruh ge ge menunggu? bukan kah lebih pantas aku yang meminta kompensasi karena ge ge masuk kamarku tanpa permisi?'' Celyn.


Seketika Chung Chuan tersenyum menggoda sambil berdiri dan berjalan mendesak Celyn ke tembok. ''Baiklah cantik aku yang akan memberikan kompensasi padamu.'' tangan yang menggenggam tangan Celyn pun ia tarik ke belakang. Sehingga tidak ada jarak di antara keduanya.


Celyn yang merasa terdesak pun membelalakan matanya. ''Apa yang akan Chuan ge lakukan?''

__ADS_1


'' Memberimu kompensasi....'' Chung Chuan.


'' Ti tidak perlu... aku tidak butuh kompensasi '' tolak Celyn sambil mendorong dada Chung Chuan tapi tidak cukup tenaga.


''ha ha ha hey nona kenapa kau ketakutan?'' Chung Chuan tertawa sambil kembali duduk di atas kasur.


'' Bagaimana kau bisa tertawa seperti orang tak berdosa setelah mengerjai aku?" Celyn.


'' Itu pikiran kamu saja yang mesum '' jawab Chung Chuan dengan senyumnya.


'' Sudahlah aku mau mandi...'' Potong Celyn.


Celyn pun mengambil pakaian ganti dan handuk lalu ke kamar mandi. Sementara Chung Chuan termenung melihat tubuh bagian bawahnya yang menantang langit. Sebenarnya tadi ia ingin sekali memeluk erat Celyn lalu ******* bibir ranumnya. Tapi sial hanya menghimpit Celyn sajä adek manis sudah bereaksi. Apalagi melihat penolakan dari Celyn. Chung Chuan pun bangkit dan menuju kamarnya. Ia berniat mandi air dingin. Sungguh malang.


Setelah selesai mandi Celyn tidak ke kamar, melainkan langsung ke gudang untuk shalat isya dan membaca qur'an.


🕣🕗


Sedangkan Celyn tersenyum malu. ''Terima kasih'' ucap Celyn.


Tang Hui juga mendekat dan memberikan bingkisan pada Celyn. '' Celyn a... maaf saya hanya bisa memberi ini untuk kenang-kenangan. Segeralah kembali ke sini.'' katanya.


'' Terima kasih jie jie. Semuanya Saya minta maaf atas kesalahan saya selama di sini dan terimakasih karena selama saya di sini selalu mendapat perlakuan yang baik. '' ucap Celyn.


Lalu tuan besar Xiao, nyonya Lu, Chung Tao dan Chung Pao keluar dari ruang kerja dan bergabung dengan mereka di ruang makan. ''bapak, mamak, Pao ge ge, Tao ge ge...'' sapa Celyn.


Mereka pun mengangguk sambil tersenyum kecuali Chung Tao dia sengaja menggoda Celyn dengan memanggil ''dizi...'' dan semua orang tertawa.


Celyn pernah sering mendengar Chung Chuan memanggil Tang Hui dan Poh Kian dengan sebutan 'shao shao' tapi untuk sebutan 'di zi' dia baru dengar sekarang. Oleh karena itu Celyn tersenyum lalu memandang Chung Chuan mengisyaratkan ketidak mengertianya. '' Sudahlah jangan goda dia terus...'' bela Chung Chuan.

__ADS_1


Celyn mulai mengerti orang penting yang dikatakan Chung Chuan tadi adalah dirinya sendiri sendiri. Celyn merasa tersanjung. Bagaimana tidak, 22 bulan lalu Celyn masuk di keluarga Xiao sebagai asisten rumah tangga. beberapa bulan setelahnya dia tanda tangan kontrak baru dengan pekerjaan yang baru dan gaji hampir 3 kali lipat dari kontrak semula. Meskipun pekerja tapi diperlakukan seperti anggota keluarga. Bahkan karena besok adalah hari kepulangannya, malam ini mereka mengadakan jamuan makan malam yang special.


'' Lyn er ayo makan yang banyak. Malam ini kita makan besar untuk menjamu perjalanan kamu besok...'' kata tuan besar Xiao.


'' Baik bapak, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada bapak sekeluarga karena selama saya di sini selalu mendapat perlakuan yang baik. Dan saya meminta maaf atas kesalahan saya selama saya di sini.'' ucap Celyn.


'' ha ha ha tidak usah sungkan. Hanya saja ingat pesan saya kemaren malam. '' tuan besar Xiao mewanti-wanti.


'' Baik bapak..'' jawab Celyn.


'' Ayo Ayo makan lagi...'' ajak nyonya Lu.


'' Terima kasih mama saya sudah kenyang '' jawab Celyn.


Setelah acara makan malam selesai. Celyn, Tang Hui dan Poh Kian membereskan sisa makan mereka. Chung Chuan meminta Celyn setelah selesai ke ruang kerja. Celyn pun menyanggupinya.


''Celyn aku dengar papa kamu sudah meninggal'' Tang Hui.


'' Iya benar '' jawab Celyn.


'' Kalau begitu ibu kamu di rumah dengan kedua saudaramu saja ya?" tanya Tang Hui.


'' Tidak ibuku hanya tinggal bersama adikku. " jawab Celyn.


'' Lalu seorang pria yang waktu itu bukankah kakak laki-lakimu.? Apa dia sudah menikah?" tanya Tang Hui lagi.


'' Oh itu bukan saudara kandung, dia saudara angkat. Dia dokter yang merawat ayahku." jawab Celyn.


tbc

__ADS_1


hay readers terimakasih atas dukungannya. jangan bosan dukung othor ya biar makin semangat.


__ADS_2