Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Kembali


__ADS_3

Tak lama Chung Chuan datang dengan tiket '' Lyn er keep it. I can't move in so just can send you until here. (adek Celyn simpan ini. Aku tidak bisa masuk ke dalam ? jadi aku hanya mengantar kamu sampai sini) " Chung Chuan lalu menakup kedua pipi Celyn. '' Listen me. Dont leave me alone. I'm nothing without you. I love you much (Dengarkan aku, jangan tinggalkan 34 sediri. Tanpamu aku tidak ada artinya lagi. Aku sangat mencintaimu ) '' kata Chung Chuan dengan mata yang berkaca-kaca.


Celyn tak mampu menjawab melihat mata Chung Chuan yang sudah mengembun. Dia pun menjatuhkan dirinya ke dada bidang Chung Chuan. Dan mereka berpelukan dengan mata terpejam. Seolah saling menyatakan enggan untuk berpisah. ''love you to'' akhirnya hanya kata itu yang lolos dari mulut Celyn.


Mia yang berada di samping mereka, terkejut dengan mulut yang menganga lebar. Hatinya merasa iri pada Celyn. Apa lagi setelah adegan pelukan itu Chung Chuan mengecup setiap inci telapak dan punggung tangan Celyn. Chung Chuan juga membenarkan tali sepatu Celyn yang agak longgar. Sebelum Chung Chuan bangkit Celyn memegang kepala Chung Chuan dan mengecup puncak kepala Chung Chuan. Celyn juga memberanikan diri mengecup pipi kanan Chung Chuan.


Chung Chuan tersenyum ini kali pertamanya dia mendapat kecupan dari Celyn. Chung Chuan kembali mengecek bawaan dan pakaian Celyn. merapikan kerudung Celyn. Setelah dirasa semua aman dan sempurna Chung Chuan baru membiarkan Celyn pergi.


'' see you bye bye '' ucap Celyn.


'' See you to, be carefull honey '' jawab Chung Chuan.


Celyn dan Mia menjalàni proses sebelum penerbangan. Tapi di pesawat mereka terpisah karena Mia duduk di kelas ekonomi sedangkan Celyn duduk di first class.


🇨🇳➡➡🇮🇩


Kembali ke negara I


Hizkia terbangun, dia melihat jam tangan Rokex daytona 'unicorn' yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Dia pun mandi dan bersiap keluar dari jet nya. Sebelum keluar dia menemui awak jet dan berkata '' kalian istirahat dulu nanti malam kita kembali ke kota J. Setelah di dalam bandara dia merogoh ponselnya dan menghubungi Najwa. ''Assalamualaikum umi''

__ADS_1


''....'' Najwa.


'' Iya ini aku sudah di bandara, umi sama Salwa di mana?'' Hizkia.


''....'' Najwa.


'' Baik assalamualaikum '' Hizkia.


''....'' Najwa.


Hizkia telah bergabung dengan Najwa dan Salwa. '' masih 10 menit lagi umi, Umi duduk di sini saja biar Kia sama Salwa saja yang menjemput di pintu keluar.'' saran Hizkia.


'' Umi benar kata kak Kia, Salwa ngerti umi sudah nggak sabar pengen ketemu kak Celyn. Tapi umi juga harus simpan tenaga untuk masakin sayur kesukaan kak Celyn. biar aku dan kak Kia saja yang nungguin kak Celyn di sana.'' bujuk Salwa.


Akhirnya Najwa menurut. Hizkia dan Salwa sudah standby dengan kertas karton bertuliskan nama Celyn. Sudah setengah jam mereka di sana akhirnya dari pintu kedatangan keluarlah orang berbondong-bondong. Dari sekumpulan orang itu tampaklah gadis muda mengenakan kerudung warna navy, sweter biru muda dan celana jeans. Melihat gadis itu Hizkia hampir tidak bisa mengontrol diri. Beruntung Salwa menyadarkan dengan pekikanya. ''Kak Celyn... kak lihat itu kak Celyn...''


Hizkia tersadar lalu mengangkat kertasnya kembali. Dari kejauhan Celyn melihat tulisan namanya dan pandangannya beralih ke pemegang kertas dan orang di sampingnya. Betapa senang hatinya dapat melihat adek kecilnya secara langsung bukan lewat video call lagi.


Celyn memindahkan jaket dari tangan kanannya ke tangan kirinya. Lalu melambaikan tangan kanannya sambil terus mendorong troli. Celyn semakin mempercepat langkahnya. " Assalamualaikum....'' Sapanya setelah dekat dengan adiknya.

__ADS_1


'' waalaikumsalam....'' Hizkia dan Salwa serempak menjawab.


Celyn langsung memeluk adiknya. Bibirnya kelu bahkan hanya untuk menyebut nama adiknya pun tak bisa. Hanya air mata yang menggambarkan kebahagiaan yang membuncah. Adik kecil yang dia tinggalkan 2 tahun lalu kini sudah besar bahkan tinggi badan mereka sudah hampir sama. Ada rasa sakit di hatinya tidak bisa memenuhi janjinya pada abinya untuk menjaga sang adik. 2 tahun ,2 tahun ini bahkan tumbuh kembang sang adik pun Celyn tidak tahu. air mata penyesalan pun ikut keluar mengiringi air mata bahagianya.


Begitu pun Salwa. Air matanya tidak hanya mewakili kebahagiaannya bisa berkumpul kembali dengan kakaknya. Tapi juga mewakili rasa harunya atas pengorbanan sang kakak selama ini. Sifatnya yang manja juga mendorongnya untuk mengadu seperti apa kerasnya hidup mereka di awal kepergian Celyn. Tapi akal fikirannya melarang mengingat , 2 tahun kakaknya di luar negeri juga pasti mengalami hal yang berat.


Kedua mata Hizkia mengembun menyaksikan dua bersaudara itu. Tanpa sadar tangannya terulur hendak memeluk Celyn. Tapi sebelum itu terjadi ia tersadar. ''ehem ehem'' Hizkia berdehem seolah memberi tahu keberadaannya. Namun sayangnya dua bersaudara itu terlalu tenggelam dalam perasaannya masing-masing hingga tidak menyadari deheman Hizkia.


Dari beberapa jarak Najwa melihat Salwa sedang berpelukan dengan seorang gadis menyadari Celyn sudah datang. Najwa pun bangkit dan mendekati mereka. Tangan dan kakinya gemetar. Jantungnya berdetak lebih cepat. Entah itu karena dia terlalu bahagia atau karena merasa gagal sebagai orang tua. hingga masa remaja anak sulungnya harus di habiskan dengan kerja keras. Dari ratusan juta uang yang di kirim oleh Celyn, tidak lebih dari 20 juta saja yang dia gunakan untuk menyokong kebutuhan mereka berdua. Sambil berjalan mendekati ia bergumam '' bang diky, putri kita telah kembali'' cairan bening lolos dari ekor matanya.


Najwa memeluk kedua putrinya. merasakan pelukan lain Celyn menoleh, terlihat wajah yang juga sangat dia rindukan. Garis-garis halus mulai terlihat di sekitar ekor matanya. Celyn merasa wajah uminya lebih cepat menua. Dari garis wajahnya Celyn dapat melihat betapa kerasnya perjuangan sang umi sepeninggal abinya. Celyn pun mengusap air mata Najwa. Setelah itu Celyn merunduk dan mencium punggung tangan Najwa sambil mengucap salam. Tak berhenti sampai di situ, Celyn bahkan bersimpuh dan mencium kaki umi dengan di iringi isak tangis mereka.


'' Sudah ayo kita pulang... kita bia kangen-kangenan di rumah pasti lebih seru'' saran Hizkia. Dan kalimat itu sekaligus menyadarkan Celyn kalau di sana ada sosok lain selain umi dan adiknya.


Celyn pun menyalami Hizkia.


tbc


maaf ya readersku yang setia othor sibuk banget akhir-akhir ini mau nulis sudah terlalu capek. jangan bosan dukung othor ya biar makin semangat nulisnya. Dan makasih juga buat yang udah ngasih hadiah. Othor bakalan berusaha terus untuk nyempetin up bab supaya ngak ngecwain readersku terus.... kakak yang sabar nunggu yaa...

__ADS_1


__ADS_2