
Saat waktu sudah masuk ashar, Celyn mengajak Chung Chuan pulang saja. Tapi Chung Chuan menolaknya. Ia ingin mengajak Celyn nonton. Celyn setuju tapi sebelumnya ia melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim lebih dulu.
Chung Chuan mengantar Celyn ke basement. Sementara Celyn shalat Chung Chuan memainkan smartphonenya dalam keadaan senyap. Setelah Celyn selesai, mereka menuju bioskop di lantai 4. Di sana mereka bagi tugas Celyn mengantri tiket dan Chung Chuan membeli minuman dan popcorn.
Saat mengantri Celyn mendengar dua gadis di depannya bergumam menggunakan bahasa daerah '' Eh lihat ada ada pria yang selalu melihat ke sini '' dan gadis satunya lagi membalas '' Wah... dia tampan sekali. Kalau yang ini mah, Yu Ze ( pacar gadis tersebut) juga lewat''. Celyn yang sudah sedikit mengerti bahasa daerah tersebut penasaran dan menoleh ke arah pusat perhatian kedua gadis tadi.
Celyn tertegun ternyata yang mereka bahas adalah Xiao Chung Chuan. Melihat Celyn menoleh ke arahnya, Chung Chuan tersenyum. Celyn membalas dengan senyuman. Meskipun dalam hatinya merasa ada sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman. Apa lagi kedua gadis itu lebih heboh setelah melihat senyuman Chung Chuan. '' Lihat dia tersenyum dengan kita '' gadis 1.
'' Tampannyaaaa... demi tuhan aku tidak akan menolaknya '' gadis 2
Celyn benar -benar-benar ingin mencabik-cabik muka kedua gadis itu yang terlalu percaya diri.Tapi sebelum Celyn melakukannya , penjual tiket lebih dulu memanggil mereka. Di dalam bioskop mereka duduk di baris ke tiga dari depan. Saat mencari nomer kursi Celyn menyadari mereka bersebelahan dengan kedua gadis tadi. Dengan posisi Chung Chuan berjalan di depan, Celyn takut Chung Chuan duduk di sebelah gadis tadi. Celyn pun menarik Chung Chuan ke belakang lalu mendahului duduk di sebelah gadis tadi.
Chung Chuan merasa sangat senang saat Celyn tidak membiarkan dirinya duduk di bersebelahan dengan gadis. Celyn sudah duduk tapi Chung Chuan masih berdiri di sampingnya. Celyn pun menatap heran. Seolah mengerti tatapan Celyn, Chung Chuan membungkuk lalu berbisik di telinga Celyn '' apa kau tidak takut yang duduk di sebelah lainnya lagi seorang gadis juga ? sepertinya lebih baik kau kupangÄ·u atau aku duduk di pangkuanmu."
bluss...
Pipi Celyn seketika memerah. Ia menoleh karena ingin memprotes Chung Chuan. Tapi gerakan kepalanya malah mempertemukan bibir keduanya. Kedua gadis tadi melihat adegan itu merasa jatuh ke dasar lembah. Karena semula mereka merasa senang melihat Chung Chuan berjalan ke arah mereka.
Di sisi lain Celyn dan Chung Chuan mematung karena terkejut. Setelah kembali sadar Celyn segera menunduk dengan wajah yang semakin memerah.
__ADS_1
'' ehem...'' Chung Chuan berdehem sambil berdiri tegak lalu duduk di kursi samping Celyn. Chung Chuan tahu Celyn pasti sangat malu. ''Apa sampai film selesai kau hanya akan menonton sepatumu terus? Kalau sepatumu lebih menarik dari filmnya kita bisa cari tempat yang lebih nyaman untuk menonton sepatumu. '' bisik Chung Chuan.
Celyn spontan langsung mengangkat wajahnya menatap Chung Chuan. '' Mana ada sepatu lebih menarik dari film?'' jawab Celyn dengan bibir manyun.
''he he he, sudahlah lupakan kita nikmati saja filmnya ...'' kata Chung Chuan sambil meraih tangan Celyn untuk digenggam. Chung Chuan lebih sering melihat Celyn dari pada menonton film.
Lama kelamaan Celyn merasa risih dengan tingkah kekasihnya. ''Apa sampai film selesai kau hanya akan menontonku terus? kalau aku lebih menarik dari filmnya kita bisa cari tempat yang lebih nyaman untuk menontonku '' protes Celyn sambil meniru kata-kata Chung Chuan tadi dengan berbisik.
Chung Chuan gemas dia mencubit dagu Celyn sambil berbisik '' Kau memang lebih menarik dari filmnya. Yakin kita mau cari tempat yang yang lebih nyaman untuk melihatmu? tapi kalau setelah lama memandangmu aku mau yang lebih bagaimana?"
'' hah... kita nikmati saja filmnya '' bisik Celyn.
Chung Chuan tersenyum lebar persis seperti anak kecil yang memenangkan suatu permainan. ''Love you '' bisik Chung Chuan.
Tidak menunggu film selesai mereka sudah keluar dan pulang. Celyn melaksanakan shalat maghrib di perjalanan pulang. Chung Chuan tidak mengajak Celyn ke restoran karena di rumah sudah disiapkan jamuan makan malam untuk melepas perjalanan Celyn besok.
Jalanan sudah mulai padat dikarenakan waktu waktu seperti inilah para pekerja pulang. Mereka melewati restoran yang pernah mereka datangi sebelumnya. Rasa penasaran menggelitik pikirannya hingga tanpa sadar sebuah pertanyaan lolos dari bibirnya " kenapa negara C menghapus logo halal pada restoran?"
Chung Chuan menoleh sesaat lalu menjawab "otoritas negara C memerintahkan seluruh restoran di negara ini untuk mengubah logo halal dalam tulisan arab misalnya dengan kata 'qing zhen' dalam bahasa C karena khawatir pengaruh asing mengacaukan sistem pemerintahan. ''
__ADS_1
Celyn tersenyum karena ternyata pertanyaannya tidak menyinggung Chung Chuan. Melainkan Chung Chuan bersedia menjawab. "Aku pernah dengar pemerintah merobohkan masjid-masjid apakah benar?" Celyn mencoba bertanya kembali.
'' Iya...'' jawab Chung Chuan singkat.
'' Sebenarnya masih ada yang mengganjal di fikiran ku....'' Celyn.
'' Tanyakan saja, kalau tahu aku akan menjawabnya.'' Chung Chuan.
'' Tentang kaum Uighur ....'' Celyn.
'' Yang ingin kau tanyakan tentang pembantaian bukan? " Chung Chuan. Celyn hanya mengangguk.
'' tujuannya sama bisa di bilang itu adalah kampanye besar-besaran dari tahun 2017 untuk menekan perkembangan budaya asing. Tapi jangan takut sekarang pergerakan otoritas di bawah pengawasan PBB. Semula Pemerintah curiga kaum Uighur menjadi muslim karena paksaan. Pemerintah juga khawatir akan pengaruh terorisme aplagi mereka punya adat budaya dan bahasa yang tidak sama. Lokasinya juga yang agak terpencil di sudut barat laut. Di tempat tempat tertentu seperti tempat ziarah misalnya dihancurkan oleh pemerintah setempat khawatir dijadikan tempat pertemuan. oleh karena itu pemerintah setempat mendirikan kam untuk pendidikan kepribadian. Kalau tentang penyiksaan itu sendiri akupun tidak tahu pastinya. Thats all...'' Chung Chuan.
Chung Chuan terdiam beberapa saat untuk mencerna kata-kata Chung Chuan. '' Khawatir....'' ''mungkin karena belum mengerti apa itu islam dan apa maksud muslim. Untuk sekte saya tidak tahu. Tapi islam dalam artian sebenarnya adalah taat atau berserah. Dan muslim memiliki makna, umat yang taat dan berserah diri kepada Allah. Padahal di sini point nya. Allah hanya menerima cinta hamba yang tulus pada-Nya.
Misalnya Allah tidak akan menerima orang muslim karena seseorang menjanjikan materi. Atau orang yang mengaku islam hanya untuk menikahi gadis muslim. Menurutku itu kekhawatiran yang berlebihan. '' Celyn mengutarakan pendapatnya.
'' Sudahlah jangan bahas hal itu... Aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu.'' Potong Chung Chuan yang mampu membungkam mulut Celyn.
__ADS_1
tbc
kira-kira bagaimana kelanjutan hubungan babang Chuan dan Celyn ? ada yang tahu?