
Tiga hari berlalu dirumah hanya tinggal Chung Chuan, Celyn, nyonya Lu dan tuan besar Xiao. Semua orang sudah pergi dengan kesibukanya masing-masing. Chung Chuan sudah siap dengan setelan jaznya. Ia mengenakan bross lebah pada jaz bagian kiri. Ia menunggu Celyn sambil membaca koran. Tak lama Celyn turun dengan setelan abu gelap dan kerudung warna milo. Dia memoles tipis wajahnya. Selama di negara C ini kali pertama Celyn berdandan.
Melihat penampilan Celyn, Chung Chuan terpana. Begitu sebaliknya melihat penampilan Chung Chuan, Celyn pun terpana.
mereka pun berangkat. Perjalanan memakan waktu hampir tiga jam. dalam pesta Celyn tidak berani asal makan. Dia hanya makan disert dan minum jus. Sepulangya dari sana Chung Chuan memarkirkan mobil mayback nya disebuah restauran dengan danau buatan.
Chung Chuan membukakan pintu untuk Celyn. Ia mengajak Celyn untuk turun dan makan. ''Ayo makan dulu, kau tadi belum makankan?''
''Hah meskipun belum makan makanan berat tapi aku sudah kenyang. Sudahlah kita pulang saja...'' bujuk Celyn
''Sepotong red velvet dan setengah gelas jus kau bilang kenyang? tidak. Aku bisa lebih sakit kalau melihatmu sakit.'' kata Chung Chuan.
Celyn pun mengalah. Mereka memilih meja paling tepi. Selesai makan Chung Chuan mengambil tisu dan mengelap bibir Celyn. Pada saat yang sama sepasang pria dan wanita memasuki restaurant tersebut. Mata wanita tersebut tersirat kemarahan melihat adegan itu. Siapa lagi kalau bukan Mey Lee dan walikota.
''Entah waktu yang terlalu cepat, atau aku yang terlena denganmu tak terasa kamu sudak disini 20 bulan. Sebenarnya dua bulan lagi kamu sudah bisa dianggap finish kontrak. Apa kau ingin segera pulang ke negara I?'' tanya Chung Chuan sambil tersenyum.
'' Apa boleh begitu?'' tanya Celyn sambil membenarkan ikat pinggangnya
''Aku ingin ikut denganmu ke negara I. Sekalian melamarmu'' ujar Chung Chuan
__ADS_1
''uhuk uhuk uhuk'' karena terkejut Celyn tersedak ludahnya sendiri. ''Melamar?''
''Kenapa? apa kau masih ragu? apa ini ada hubunganya dengan laki-laki itu?'' cecar Chung Chuan.
Celyn heran dengan pertanyaan Chung Chuan. Ada rasa sakit dihatinya mendapat pertanyaan seperti itu. Karna dia merasa ada kesalah pahaman dan itu akan sangat tidak baik apabila di bicarakan di depan umum. ''Saya rasa ada yang harus kita bicarakan lebih jelas. Dan ini bukan tempat yang pas. Bisa kita pergi sekarang?''
Cung Chuan mengangguk tanda menyetujui usul Celyn.
''Ge ge bolehkah aku ke toilet untuk wudlu dulu?'' ijin Celyn.
''Perlu aku antar?'' Chung Chuan menawarkan diri.
''Tidak perlu, terimakasih, ge ge tunggu di mobil saja.'' mereka pun berpisah. Ketika Celyn keluar dari tolet dia terkejut melihat gadis cantik yang pernah dia lihat tengah bersandar di meja wastafel. '' Hay... kalau tidak salah sepertinya ada yang kau tunggu?'' sapa Celyn.
Melihat Celyn hanya diam saja Mey Lee merasa kesal tapi tidak dia tunjukan. ''Kenapa? tidak percaya? itu terserah padamu aku hanya mengingatkan.'' imbuhnya sambil berlalu. Tapi tiba-tiba ia berhenti lalu berbalik ''Tanyakan pada Chung Chuan apa dia masih perjaka!" tambahnya sebelum menghilang dari pandangan Celyn.
''Astaghfirullah'' Celyn beristighfar lalu keluar. Dia berusaha meredan emosinya sebelum tahu kenyataanya. Setelah dia masuk mobil dan segera mengenakan mukenanya. Sedangkan Chung Chuan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Mereka berdua sama-sama menahan amarah. Sampai setelah Celyn shalat isya dengan basmalah ia memulai pembicaraan. ''Ge ge saya akan bicara jujur, tapi aku harap Chuan ge juga bisa menjawab pertanyaanku dengan jujur''.
''Aku tidak akan pernah membohongimu. Apapun yang dilakukan dengan kepalsuan tidak akan baik.'' balas Chung Chuan.
''Boleh aku tahu siapa lelaki yang ge ge maksud tadi? Maaf saat ini aku merasa tidak terlalu dekatdengan laki-laki manapun selain lelaki tampan yang baik hati bernama Xiao Chung Chuan'' tanya Celyn.
Dalam hati ia senang dengan gombalan receh Celyn. ''Bagaimana dengan pria yang selalu mengirim chat dan vidio call itu? bahkan aku perhatikan komnikasi kaliazn lebih sering dibanding komunikasi antara kamu dan mamamu.'' tanya Chung Chuan.
__ADS_1
'' Oh itu kak Hizkia... Aku bahkan belum pernah bertemu denganya. Umi bercerita kalau dia adalah keponakan CEO perusahaan tempat abi bekerja. Mereka bertemu karena saat baru saja aku tiba di sini umi sakit dan harus mendapat perawatan intensiv tapi karena umi dan adiku tidak ada uang pihak rumah sakit menolak.
Dan dengan namanya ia menjamin bahkan membayar semua tagihan rumah sakit. Karena tidak punya saudara dan dia begitu senang dengan Salwa dia menganggap kami keluarga. Perhatianya aku anggap wajar seperti kakak yang menjaga adiknya. Thats all.'' jelas Celyn.
''Entahlah, meski aku tidak tahu bahasa kalian tapi feelingku mengatakan kalau ada perasaan khusus pada pada pria itu'' bantah Chung Chuan.
''Hanya perasaan ge ge saja...'' bantah Celyn balik.
''Jaga jarak denganya!" Chung Chuan memperingatkan.
'' Ya pasti... Aku akan jaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan'' jawaban Celyn yang langsung mendapat lirikan setajam silet dari Chung Chuan. ''hahaha... lucu sekali Chuan ge kalao lagi cemburu...'' lanjut Celyn. '' ge ge boleh aku tau masa lalumu dengan mantan kekasihmu?''
'' Untuk apa membahas itu?'' Bukanya Chung Chuan enggan cerita tapi takut akan mempengaruhi hubunganya dengan Celyn.
'' Mendengar dari orang lain akan lebih menyakitkan...'' balas Celyn. Suasana menjafi sunyi sementara. Celyn berfikir apakah yang dikatakan wanita itu benar sampai Chung Chuan enggan cerita.
''Aku sudah mengatakan dia wanita serakah yang demi ambisinya menghalalkan segala cara. Kami berhubungan cukup lama. Karena kebetulan ayahnya adalah pekerja yang dipercay papa saat awal Universiti tepatnya setelah dia chasting kami bertunangan . Ayahnya adalah pengawas Lee yang waktu itu berkomplot dengan ketiga perampok yang menyerang kita.''
'' Apa?'' sela Celyn yang terkejut.
'' Baru satu bulan kami bertunangan, aku mendapati dia sedang berkencan dengan entah produser atau sutradra di hotel. aku sengaja diam-diam mengikutinya. Aku mendengar percakapan mereka saat bercumbu ternyata itu bukan kali pertamanya. Bahkan mereka sudah berhubungan intim sebelum kami bertunangan.'' tambah Chung Chuan.
''Maaf kalau pertanyaanku tabu, bolehkah aku tahu apa Chuan ge ge pernah melakukanya denganya?'' tanya Celyn, ia sadar pertanyaanya terlalu pribadi. Tapi dia juga ingin mencari tau kebenaran dari kata-kata Mey Lee.
__ADS_1
tbc