Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Teasing


__ADS_3

''Paman ketiga kalian mau pergi ke mana? kenapa mommy bilang dua hari ke depan kakak Celyn tidak bisa membantu kami?'' Yuri penasaran karna tadi dia bertanya pada Celyn tapi Celyn tidak tau. Padahal dia sengaja pura-pura minta Celyn membuatkan jus supaya dia bisa tau kemana mereka akan pergi.


''Xinjiang, kakak Celyn butuh barang-barang yang orang islam butuhkan.'' Jawab Chung Chuan singkat padat dan jelas.


Celyn menuruni tangga hanya mengenakan celana jeans, bluss cream dan syal coklat bunga putih untuk dijadikan kerudung. "Chuan ge ge saya sudah siap". Chung Chuan yang baru saja selesai makan menoleh.


Entah mengapa apapun penampilan Celyn selalu mengagumkan di matanya. Celyn merasa risi dengan tatapanya.


"Ehem... Chuan ge ge. bisa tunggu sebentar aku akan membersihkan piringmu." Cung Chuan tersadar mendengar deheman Celyn. lalu mengangguk tanda menyatujui Celyn.


Di dalam mobil Celyn juga penasaran mau dibawa pergi kemana tapi bertanya pun rasanya percuma karena dia asing dengan negara ini. Kalau tidak jadi TKI mungkin dia tidak akan menginjakan kakinya di negara C. Sudah setengah jam lebih tapi mereka hanya diam membisu. Rasanya canggung sekali. "Chuan ge ge apa kita akan pergi berdua saja?"


"Kenapa? Ini bukan pertama kali kita pergi berdua? Apa kamu takut aku akan memakanmu?" Tanya chung Chuan karena merasa Celyn masih menjaga jarak denganya.


"Sebenarnya tujuan kita ke mana?" tanya Celyn penasaran.


" Xinjiang" Chung Chuan. Melihat Celyn seolah memikirkan sesuatu dia kembali bertanya " kenapa?"


Celyn tersenyun sambil menggelengkan kepala. "Tidak ada hanya merasa kata xinjiang sedikit familiar."


"Itu adalah tempat peradapan suku uighur. Sempat viral karena tersebar foto kekerasan pada warganya yang disebut korban otoritas. memang hubungan pihak perintah dan etnis uighur tidak berapa bagus karna mereka memberontak ingin merdeka. Diduga mereka terprovokasi ******* salah satunya I**S."


"Maksud saya... bukankah waktu itu ge ge bilang Xinjiang itu jauh?" Celyn berfikir seberapa jauh Xinjiang.


"Ingatanmu lumayan juga. nemang jauh dari sini kesana memakan waktu 13 jam."

__ADS_1


" Apa? ti tiga belas jam?"


Chung Chuan gemas dengan tampang Celyn. Tangan kirinya tetap mengatur kemudi dan tangan kananya menggapai dan menggenggam tangan Celyn. "Apa yang kamu takutkan? sudahlah nikmati perjalananmu kalau ingin tidur tidurlah."


Tidur katanya.... bukankah sampai sana nanti jam 3 pagi? aku tidak bawa baju ganti. Berarti benar kata Yuri. Eh tadi kata Yuri 2 hari. Dua hari ini aku akan menghabiskan waktu dengan Xiao Chung Chuan? Bener-bener niat PDKT nih orang. Tapi jujur sih sebenernya aku juga terpesona denganya. Apa kalau aku mendekatinya dan mengenalkan Allah padanya ia bisa mencintai Allah juga? Ya Allah aku percaya takdirMu, aku pasrahkan hidup dan matiku di jalanMu. Satu hal yang aku mohon kuatkan imanku. Aamiin... batin Celyn.


" ge ge boleh Celyn tanya jam berapa sekarang?" tanya Celyn karna merasa matahari sudah condong.


" Jam setengah lima. Apa kamu mau beribadah? Sayangnya rest area di tol ini masih jauh. Apakah masih sempat?"


"Tidak masalah, Allah tidak pernah mempersulit hambanya. Saya akan melakukan ibadah mohon maaf selama saya ibadah tolong jangan sentuh saya. Saya juga tidak akan menjawab bila ge ge mengajak saya ngobrol." ujar Celyn lalu bertayamum. Diapun shalat dalam posisi duduk. Chung Chuan hanya sesekali melirik tidak berani mengganggu. Setelah selesai Celyn menoleh Chung Chuan "sudah selesai ge ge, "


Chung Chuan membalas dengan senyuman. Pukul delapan mereka beristirahat di rest area.Tapi di negara ini penganut islam adalah minoritas jadi jangan harap menemukan mushala. Maka dari itu, setelah dapat wudlu Celyn kembali shalat di dalam mobil.


"Ge ge perjalananya sangat jauh sekali, bukankah beberapa hari terakhir ge ge sudah bekerja keras? apalagi sekarang ada sistim jual beli online" Celyn merasa kasihan melihat Chung Chuan yang kelelahan harus menyetir perjalanan jauh.


"Bukan seperti itu. Maksudku ge ge sudah capek masih harus menyetir jauh..." Celyn berkilah.


"Kalau begitu beri aku semangat"


"Apa?"


"Tersenyumlah..."


Ada rasa lega dalam hati Celyn karena tadi dia sempat berfikir yang tidak-tidak. Lalu dia tersenyum. Chung Chuan menautkan jemarinya di antara jemari Celin dan berkata "terimakasih, tidurlah kita akan sampai dini hari nanti". Lama-lama Celyn tertidur. Menyadari itu Chung chuan menepikan mobilnya. Pelan-pelan menurunkan sandaran kursi supaya tidur Celyn lebih nyaman. Tapi diluar dugaan, Celyn terbangun begitu mendapat gerakan.

__ADS_1


Mata mereka besitatap untuk beberapa saat. Chung Chuan menikmati memandang wajah Celyn dari dekat. Bibir ranum alaminya sangat menggoda. Tapi ia hanya bisa memandangnya. Setelah kembali dari keterkejutanya Celyn mendorong sekuat tenaga dada Chung Chuan.


dugh


Chung Chuan terdorong kepalanya mengenai kaca. Dan pinggangnya mengenai kemudi. "Aaaoouu'' teriak Chung Chuan yang membuat Celyn menyesal dan panik. ''Aku hanya berniat menurunkan sandaranmu kenapa kau malah mendorongku?'' protes Chung Chuan yang semakin membuat Celyn panik.


''Ma maaf ge ge mana yang sakit?'' ia mengusap kepala Chung Chuan.


''Aduh pinggangku juga sangat sakit'' imbuh Chung Chuan. Celyn mengelus pelan pinggang Chung Chuan sambil meminta maaf. Chung Chuan sangat menikmatinya, ia pun tersenyum tanpa sepengetahuan Celyn. lalu ia mengusap pipinya sendiri ''sepertinya karna benturan tadi gigiku juga sakit''. Celyn pun mengelus pipinya. ''dadaku juga sesak''. Celyn mengulurkan tanganya namun bukanya mengelus malah memukul sambil mulutnya berdecak, karna dia sudah menyadari modus Chung Chuan. Ketika Celyn menarik kembali tanganya ditahan oleh Chung Chuan. Telapak tangan Celyn diletakan di dada kirinya. '' Rasakanlah detak jantung yang tidak akan pernah membohongimu ini''


blush


Wajah Celyn semerah tomat mendengar kata-kata Chung Chuan sekaligus merasakan degup jantungnya. '' Dan aku akan membuatmu percaya pada ketulusanku''.


'' Chuan ge ge kita masih di tol tidak baik berhenti lama bukan?'' Celin berdalih.


'' Ok kita jalan lagi tidurlah 5 jam lagi baru sampai di lokasi.'' ucap Chung Chuan sambil mengelus kepala Celyn. Kini Celyn tak bisa tertidur lagi.


''Chuan ge ge, apa kau tidak lelah?'' tanya Celyn menghalau kebosanan.


'' Selelah apapun akan hilang saat bersamamu'' ujar Chung Chuan sambil tersenyum.


''Ih gombal'' maki Celyn pakai bahasa Indonesia .


''Apa itu 'ih gombal'?'' tanya Chung chuan. Celyn tidak menjawab hanya terseyum. Tingkahnya membuat Chung Chuan gemas. Chung Chuan menarik lengan Celyn lalu dengan tangan kanan mengapit leher Celyn. Sedangkan tangan kirinya masih fokus ke kemudi. ''hayo mau kasih tau tidak?'' ancamnya.

__ADS_1


''Ah.... ok ok ok saya kasih tau menggombal itu teasing'' jawab Celyn. Sebelum melepaskan Celyn Chung Chuan mengecup belakang kepala Celyn.


tbc


__ADS_2