
Hizkia membuka matanya, pemandangan yang luar biasa. Saat ini Hizkia jadi artis dadakan. Semua mata dan tepuk tangan tertuju padanya. Bukan hanya pengunjung restoran yang berada di outdoor bahkan yang tadi duduk di indoor melihat keramaian di luarpun jadi kepo. Semua pengunjung terpesona dengan suara Hizkia bahkan mereka rela berdiri berdesakan demi mendengar Hizkia yang sedang bernyanyi.
Aurel tersenyum puas. dia menyodorkan jus advokad milik Hizkia yang tinggal separuh. ''terima kasih atas lagunya minumlah pasti kamu haus'' seolah olah ia ingin menunjukan pada semua orang kalo lagu tadi khusus untuknya. '' berikan gitarnya padaku aku akan mengembalikanya'' dan Hiskia hanya mengangguk dan menyerahkan gitarnya. sekembalinya dari mengembalikan gitar ia melihat ke gelas jus Hizkia yang sudah kosong bibirnya menyunggingkan senyum jahatnya.
Di perjalanan mengantar Aurel pulang Hizkia merasa ada sesuatu yang salah pada dirinya. Mobil telah berhenti tepat di depan rumah Aurel, tapi Aurel masih enggan turun dari mobil. ''Masuklah sebentar aku ada sesuatu untukmu'' kata Aurel sambil meraba dada Hizkia.
''Tidak usah sudah malam, makasih sampaikan salamku untuk tante'' tolak Hizkia sambil menyingkirkan tangan Aurel.
Aurel berbisik ditelinga Hizkia '' mama lagi keluar kota, kita bisa habiskan malam ini bersama. Hanya kita''
Hembusan nafas Aurel yang mengenai telinga Hizkia sukses membuat adek manis yang dari tadi tegang semakin meronta ronta. Semua kejadian mulai dia meminjam gitar hingga saat ini seperti slide show di otaknya. Dan dia mengerti apa yang sudah terjadi. Saat ini tangang Aurel sudah menyentuh se**ngk*ng*n Hiskia. Hizkia yang tersadar langsup meraih dan membuka pintu di sebelah Aurel. Dan Sebelah tangan lagi mendorong Aurel sekuat tenaga. Aurel terjengkang dengan gaya salto. Hizkia segera menutup pintunya dan melajukan mobil mpv mersedes bens v series dengan kecepatan penuh.
'' S*al'' umpat Aurel yang gagal dengan rencananya.
Disisi lain Hizkia yang masih bersikeras mempertahankan kesadaranya mencoba menghubungi Erick menyuruhnya segera ke rumah sakit unruk menolongnya. Meskipun di rumah sakit itu banyak dokter yang bisa membantu tapi dia juga harus menjaga reputasi. Setelah sampai di dumah sakit. Mobilnya langsung berhenti tepat di pintu masuk. Sembarangan dia melempar kunci mobil ke satpam, hal tidak sopan yang belum pernah terjadi sebelumnya. dengan gelisah dia berlari secepat mungkin menuju kamarnya. Pintunya dibiarkan terbuka dengan pakaian utuh dia berendam di bathtub yang berisi air dingin penuh hingga meluber.
Tak berapa lama erick datang dan melihat pintu kamar terbuka lebar ia semakin yakin terjadi sesuatu ''Kia.....''. karna tak menemukan Hizkia di kamarnya ia semakin panik ''Kia....'' Erick pun memasuki kamar mandi. Melihat Hizkia dengan pakean utuh berendam di kamar mandi awalnya ingin membuatnya tertawa. Tapi setelah Hizkia menoleh menampakan matanya yang memerah, badanya menggigil sambil meneleng Erick terlonjak kaget '' kaget gua kayak jurit'' gumam Erick
__ADS_1
Erick mengecek suhu tubuh Hizkia dengan punggung tanganya, karna sedari yang ia tau sepupunya ini tak pernah minum minuman keras. ''**** , siapa yang berani melakukanya'' umpat Erick. Setelah merasakan tubuh panas Hizkia dia tau apa yang terjadi. Erick pun bergegas ke bagian farmasi meminta beberapa obat dan suntikan serta set infus.
Setelah setengah jam lalu dapat penangan dari sepupunya kini Hizkia terlelap di kasurnya. Tentu saja dengan pakean bersih, tadi Erick juga membantunya ganti piyama. Untung saja Hizkia segera mendapat penanganan tepat. Kalau tidak, efek samping dari over dosis obat perangsang bisa berbahaya. Karna bisa mengakibatkan buta, lumpuh bahkan kematian. Hizkia yang merupakan dokter pun faham bagaimana mengatur emosinya.
Meskipun Hizkia membaik, Erick tidak meninggalkanya. Erick tidur di sofa, sesekali igauan Hizkia membuatnya merinding. '' Seperti inikah orang yang mimpi ba**h.'' gumamnya.
flash back of...
mendengar cerita itu Yumna mengepalkan tanganya hingga tanpa sadar telapak tanganya terluka oleh kukunya semdiri. Perasaanya seperti gado gado. Sedih atas apa yang diderita anaknya. Kecewa dan malu karna ini semua dari awal adalah kesalahanya. Marah karna Aurel bukan hanya mejebak anaknya sampai hampir mati tapi bahkan kalau niatnya berhasil itu adalah dosa besar sekaligus bisa merusak reputasi keluara Darma. Tangan Yumna mengepal kuat hingga telapak tangany terluka.
Lisahnya kelu, bahkan mengucap kata maaf pun tak bisa. Bagaimana kalau Erick tidak segera menangani putranya, pasti dia akan kehilangan puyra satu satunya ini. Bagaimana kalau semalam Hizkia benar benar masuk jebakan Aurel, bukan hanya putranya bahkan seluruh keluarga besar dharma pun akan terseret.
'' Sudah sudah nanti air matanya kering loh. Nggak bisa nangis lagi kalau papa mau nikah lagi loh.'' bujuk Hizkia yang langsung dapat pukulan dari mamanya dan pelototan dari papanya.
'' Mama tuh kesepian dirumah kalau siang, coba kalau mama ada menantu apalagi cucu kan bisa nemenin mama dirumah. dah lama mama tu pengen kayak temen temen. jalan sambil gendong bayi'' bela Yumna.
''Iya papa juga pengen dirumah ada anak kecil. pulang kerja ada yang nyambut terus main main'' imbuh Prayoga
__ADS_1
'' Kia juga dari dulu kesepian, nggak punya saudara, gimana kalau papa sama mama bikin adek buat Kia? kan itu solusi untuk bersama. Aku punya adek. Papa pulang kerja bisa main sama adek. Mama bisa jalan jalan ke mall sambil gendong adek''
bugg...
bugg...
Dua bantal sofa melayang ke Hizkia. Erick yang sedari tadi diam pun tertawa nyaring tapi tiga pasang mata dengan tatapan membunuh segera membungkam mulutnya. ''ehem ehem... om... tante... Kia memang nggak laku sich, tapi kali ini gadis yang dia incar sangat baik kok. Jadi alangkah baiknya om dan tante tidak mengulangi pencarian jodoh ini. Kalau nggak...''
''Eh eh bentar, niat lu toh mau ngehina apa ngejilat?''
''A e lah lu nggak bisa positif thingking apa?''
'' Stop nggak ada kelar kelarnya kalau kalian adu mulut. Ada masalah lain yang lebih penting. Eumah sakit kita di kota A hari ini masuk koran. Dikarenakan ada warga yang kurang puas dengan pelayanan dan penanganan pihak rumah sakit Saya mau pergi tapi tidak bisa karna besok ada oprasi. Erick apa kamu bisa pergi mengatasi masalah ini?''
'' Nggak papa pa biar Kia yang pergi. Kia udach ngerasa baik kok paling cman ngabisin infus ini.''
tbc
__ADS_1