
Celyn pun mengenakan jilbabnya kembali. Ia berinisiatif menyeduh dua cangkir coklat panas karena udara malam semakin dingin. Apa lagi sekarang sudah mulai memasuki musim dingin. Sambil menyeduh coklat panas ia menelpon Chung Chuan.
Mendapat telepon dari Celyn, Chung Chuan merasa sangat senang.Ingin rasanya segera menjawab telepon dan meminta pada Celyn untuk berdamai dan tetap di sisinya seperti sedia kala. Tapi rasa gengsi mengalahkan niatnya. handphone yang terus berdering hanya di pantengin. Tapi kembali Chung Chuan berfikir kalau hubungan mereka sampai di sini pasti akan sangat menyakitkan.
Akhirnya Chung Chuan memutuskan mengemas barangnya lalu masuk ke ruang pribadi. Saat dia baru membuka pintu langsung disambut senyum manis Celyn yang tengah duduk di kursi. Di atas meja terdapat dua cangkir minuman panas. Sebenarnya melihat senyum Celyn hatinya sudah luluh.
'' Masih sangat sibuk? aku membuat coklat panas, apa ge ge mau mencicipi?" Celyn membuka obrolan.
Chung Chuan menaruh laptop dan bukunya di atas nakas samping tempat tidur. Lalu mendekati Celyn dan duduk di depan Celyn. Chung Chuan menyeruput coklat panas.
'' Maafkan aku, aku sama sekali tidak punya niat memaksamu untuk ganti agama karena Allah pun hanya menghendaki umat yang tulus islam hanya karena Dia, bukan karena wanita harta atau tahta. " Celyn mengklarifikasi.
'' Maksudmu?'' tanya Chung Chuan.
'' Iya... Aku tidak akan pernah memaksa siapapun untuk masuk islam. Tapi keluargaku tidak seperti keluarga Xiao yang demokratis. Meski tidak bisa di bilang otoriter, umi pasti tidak mudah menerima mantu non muslim. Aku harus mencoba bicara hati ke hati dengannya.'' papar Celyn.
__ADS_1
'' Begitukah ? lalu kenapa dari pagi kau menjaga jarak dari aku ? bahkan siang tadi aku melihat kau senyum senyum dengan pengawas Liu. Dia juga senyum senyum melihat handphonenya setelah bertemu denganmu. Aku mengira kau seperti orang pada umumnya. Yang bersatu saat kritis dan berpisah saat puas. Mencari saat butuh dan berpaling saat cukup. '' Chung Chuan mulai menyadari ada kesalah pahaman.
'' Hah... Aku menjauh karena sepertinya ge ge sedang marah. Dari pagi juga sikap ge ge selalu dingin. Aku fikir itu karena pekerjaan yang memang sangat sibuk. Jadi aku putuskan tidak akan mengganggu ge ge saat jam kerja. Dan tentang pengawas Liu. Aku hanya berpesan supaya tidak memesan nasi kotak lagi. Karena ge ge selalu kurang tidur ,lebih baik ge ge mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung banyak vitamin dan zat besi. Tapi aku bicara langsung padanya tidak lewat telepon. '' Jelas Celyn.
Chung Chuan tersenyum lebar persis seperti anak kecil yang mendapatkan mainan favoritnya kembali. Chung Chuan bangkit lalu berjalan ke samping Celyn. Dia bersimpuh lalu menggapai kedua tangan Celyn. Membuat Celyn pun memutar duduknya dan menghadap Chung Chuan.
'' Dengar ... jangan berfikir untuk menjauh dariku! karena hanya bersamamu ku akan bisa. Bagiku kau bukan hanya separuh hatiku tapi kau adalah jantung hati ku. Apa kau masih meragukan perasaanku ?'' ujar Chung Chuan. Matanya menatap sendu pada Celyn. Celyn hanya menggeleng sebagai jawaban. ''Kalau begitu tetap disisiku apapun yang akan terjadi kelak.'' pintanya.
Celyn terharu dengan ucapan Chung Chuan. Air mata bening lolos dari mata indahnya. '' Apapun hubungan kita kelak aku tidak akan menjauhimu '' jawab Celyn.
Chung Chuan mengusap air mata Celyn dengan jari telunjuknya. Lalu memeluk tubuh mungil Celyn dan Celyn membalasnya. Untuk sesaat mereka tenggelam dalam hangatnya pelukan. Malam itu Chung Chuan tidur lebih awal. Mereka tidak khawatir dengan udara yang semakin dingin karena di ruangan ini selain dilengkapi dengan AC juga ada eco heater.
Lalu Celyn juga hendak keluar ''Mau ke mana?'' cegah Chung Chuan saat melihat Celyn yang beranjak hendak keluar. '' Hari ini tidak ke ladang, bisakah kau menemaniku sebentar ?'' imbuhnya.
'' Aku sudah janji mau menemani Yuki menonton film baru.'' jawab Celyn.
__ADS_1
'' Huh ... selalu... kenapa kalau di rumah kita harus berbagi kasih. Dia kan punya mommy juga yuri" gerutu Chung Chuan sambil merapikan barang barangnya berniat mengikuti Celyn ke atas.
Celyn tersenyum melihat kelakuan Chung Chuan. Cemburu sama keponakan sendiri itu sungguh aneh. Tangan kekar Chung Chuan meraih tangannya. Mereka keluar ruang kerja dengan bergandengan tangan.
Saat naik tangga Chung Chuan selalu membiarkan Celyn naik duluan. Selain karena Celyn cewek juga karena selisih tinggi badan mereka dua anak tangga lebih. Jadi kalau Celyn lebih dulu lebih nyaman ngobrol. "Ajak Dia ke kamarku." Titah Chung Chuan.
"Di ruang tengah saja, lebih luas. '' usul Celyn.
'' Ok'' jawab Chung Chuan.
🕣🕘beberapa saat setelahnya....
Chung Chuan duduk di sofa mengecek kembali laporan yang sudah dia buat beberapa hari kemarin. Tepat di depannya Celyn duduk di karpet bersandar ke sofa dan Yuki tiduran di karpet berbantal paha Celyn. Mereka berdua asyik nonton tivi. Saat melihat adegan monyet marah karena tanaman pisang yang ia tanam dari benih terinjak gajah, Yuki berkomentar '' Kenapa harus marah. Bukankah bisa menanam lagi?''
'' Mau tahu alasannya ?'' Celyn balik bertanya. Di jawab anggukan oleh Yuki. '' Karena dengan merawat sesuatu bisa menimbulkan rasa sayang terhadap sesuatu itu. selain itu, seorang ilmuwan meneliti tumbuhan dengan alat ultrasonik. Dan hasilnya tanaman mengeluarkan suara yang tidak terdengar oleh manusia sebanyak 1000 kali per detik. Untuk orang islam hal ini tertulis di kitab kami surah Al isro : 44. Yang berbunyi ' langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. ( Chung Chuan yang tengah sibuk dengan laptopnya melirik ke depan tepat pada Celyn yang tengah memberi penjelasan.) Dan tidak ada yang tidak bertasbih memuji Nya, tapi kamu tidak mengerti tasbihnya. Sungguh Dia Maha Penyantun. Maha pengampun.' Jadi kami orang islam boleh membasmi tumbuhan liar atau hama dengan membaca Basmalah terlebih dahulu. Begitu... Bahkan sesuatu yang kita sebut tumbuhan pengganggu itu juga bermanfaat bagi kita. Allah menciptakan segala sesuatunya ada maksud dan tujuan. '' Jelas Celyn.
__ADS_1
Yuki dan Chung Chuan terperangah dengan penjelasan Celyn yang detail dan masuk akal. Yuki pun seperti kedua orang tuanya yang beragama tapi sangat amat jarang sekali beribadah. '' Jie jie, dalam sehari jie jie beribadah berkali-kali. Apa jie jie tak lelah ?'' tanya Yuki.
tbc