
Hizkia pov...
Lama juga aku berdiri di pinggir jalan ini. Aku menyempatkan melepaskan beskapku dan mengganti dengan hem putih. Sampai sebuah taxi datang dan menanyakan keberadaan tuan Xiao Chung Chuan. Saya membatalkan oderan itu dengan memberikan semua uang chas di dompetku senilai 800rb sebagai ganti rugi bensin. '' Maaf pak saya temanya. Jauh-jauh dia datang dari luar negri ke sini saya ingin menjamunya terlebih dahulu. batalkan saja orderannya dan ini untuk ganti bensin bapak. ''
''Aduh tuan ini kebanyakan '' kata supir taxi.
'' Anggap saja kembaliannya saya sodaqohkan karena ini hari bahagia saya" kataku.
Setelah berterima kasih taxi itu tancap gas pergi.
Seorang pria tampan berkulit putih keluar dari pintu pagar rumah Celyn. penampilannya memang sangat sempurna. Bahkan aku yang rivalnya pun mengagumi ketampanan dan fisiknya. tinggi badannya juga oke, beberapa belas centi lebih tinggi dari aku. Sorot mata yang teduh membuat siapapun merasa nyaman.
'' Escusme.... something I want to talk (permisi... ada sesuatu yang ingin saya bicarakan).'' kataku. Seketika wajah yang tadi teduh berubah angkuh. Hah apa dia berkepribadian ganda?
Author pov....
Mengetahui dalam diri Celyn masih ada cinta untuknya, sudah sangat melegakan bagi Chung Chuan. Alih alih melanjutkan perdebatan, Chung Chuan memilih untuk menghentikannya. 'Aku tidak akan menyerah begitu saja Lyn er... aku tahu cintamu masih sama dan akan kuperjuangkan cinta kita '. batin Chung Chuan saat memeluk Celyn.
Chung Chuan tidak bodoh dalam keadaan seperti itu dia memainkan trik tarik ulur. Chung Chuan berkata seolah-olah dia menyerah tapi pada hakekatnya dia tengah mencari celah untuk menjadi pemenang pada akhirnya. Dia meminta pada Celyn kalau tidak bisa menjadi pendampingnya cukuplah jadi saudara. Bahkan saat hendak berpamitan dia pun meminta untuk berpamitan kepada Najwa secara langsung. Chung Chuan tidak ingin meninggalkan kesan tidak baik, karena dia yakin dan istrinya saya Celyn tetap akan menjadi istrinya. Apalagi di negara ini sopan santun masih menjadi ciri khas warganya.
Sementara menunggu Najwa Chung Chuan memesan taxi. Begitu melihat sosok calon mertua dia bangkit sambil terse. '' Ibu... telimakasih telah menelima saya bertamu. Kami keluarga besal Xiao sangat sayang sama Celyn. Papa, mama dan semuanya menitip salam buat ibu sekelualga. Suatu saat kami akan belkunjung. Sekalang saya pamit undul dili mau melanjutkan peljalanan ke negala S. Pemisi...'' kata Chung Chuan sambil menyalami Najwa.
Najwa sambil tersenyum menjawab ''Kembali salam. Kenapa terburu-buru kami belum sempat menjamu ?''
__ADS_1
'' Lain kali saja ibu'' jawab Chung Chuan.
'' Baiklah kalau begitu, Hati-hati di jalan '' balas Najwa.
''Permisi...'' Chung Chuan.
Celyn dan Najwa mengangguk. Chung Chuan melihat layar ponselnya taxi yang di pesan sudah sampai. Tapi begitu dia keluar tidak ada taxi di sana melainkan seorang pria tampan betbibir seksi berdiri menyandar pada mobil Lexus. Ya lelaki tersebut adalah Hizkia.
'''' Escusme.... something I want to talk (permisi... ada sesuatu yang ingin saya bicarakan).'' kata Hizkia.
Chung Chuan dari awal menyadari bahwa lelaki ini selalu mencari perhatian dari Celyn. Seketika raut wajahnya berubah ke mode freezer buatan kutub utara. Tapi Chung Chuan menuruti ucapan Hizkia.
Hizkia pun mempersilahkan Chung Chuan masuk ke mobilnya. Suasana dalam mobil sangat tegang meskipun keduanya hanya diam sama-sama tenggelam dalam fikirannya masing-masing. Hingga tanpa mereka sadari mobil mewah tersebut memasuki suatu restoran mewah di pust kota J. Tanpa aba-aba mereka turun dan memasuki restoran tersebut dengan Hizkia yang masih memimpin.
Mereka memasuki ruang VIP. Segera di susul oleh beberapa pelayanan menyajikan makanan dan minuman tanpa di pesan.
'' Just tell me what do you want to say...'' kata Chung Chuan.
Hizkia tersenyum lalu berkata '' After eat... enjoy the dish (setelah makan... silahkan menikmati hidanganya).''
Tidak mau berlama-lama Chung Chuan pun segera mengambil sumpit dan memulai makan. Setelah selesai makan mata Chung Chuan menatap Hizkia mengisyaratkan untuk segera memulai percakapan.
Hizkia kembali tersenyum. '' Since when are you guys dating (sejak kapan kalian berpacaran) ?'' tanya Hizkia.
__ADS_1
'' From the beginning of her arrival (sejak awal kedatangannya) " jawab Chung Chuan.
'' You know why Celyn sayed ' end for you are relationship' (kamu tahu kenapa Celyn berkata 'putus pada hubungan kalian berdua) ?'' tanya Hizkia.
Chung Chuan hanya diam membiarkan Hizkia menjawab pertanyaannya sendiri. Sayangnya tidak sesuai ekspektasi.
Bukanya mengutarakan alasan Celyn, Hizkia malah balik bertanya. '' how does she communicated whit your family (bagaimana Celyn berkomunikasi dengan keluargamu) ?''.
Chung Chuan menautkan alisnya. Dua detik kemudian ia merogoh ponselnya. Dia baru sadar ada beberapa panggilan tak terjawab. panggilan dari keluarga Xiao tentunya. da puluhan notifikasi chat. Tapi Chung Chuan tidak memperhatikan itu dulu. Dia fokus pada obrolan grup Xiao ren. Di sana nampak Celyn mengirim vidio.
Chung Chuan membuka video berdurasi 56 detik itu. Di awal vidio dia dia tersenyum sinis karena yakin bahwa Celyn masih mencintainya. Tapi di akhir vidio matanya membulat '' marriage?'' gumamnya. Lalu matanya yang nanar melihat ke arah Hizkia. '' moslem man? Is't you ?''.
Hizkia menjawab dengan anggukan. Dan langsung mengundang kemarahan Chung Chuan. Seolah di rasuki setan mata yang berkaca-kaca itu menggambarkan kemarahan yang besar. Dia pun berdiri, membalikkan meja makan lalu menghadiahkan bogem mentah pada pipi mulus Hizkia.
Hizkia terjungkal bersamaan dengan beberapa orang berpakaian serba hitam masuk keruangan itu. Mereka adalah bodyguard bayangan. Melindungi secara diam-diam.
Melihat mereka masuk Hizkia mengangkat tangan memberi isyarat supaya mereka tidak ikut campur. Dia juga tidak berniat untuk membalas Chung Chuan. Bukan karena takut apalagi melihat postur tubuhnya yang tinggi tapi tidak berisi dapat dipastikan orang ini tidak memperhatikan kebugaran tubuhnya. Sangat jauh berbeda dengan Hizkia yang rutin nge gym. Tapi karena Hizkia tahu pasti rasa perih pada pipinya tak sebanding rasa perih di hati Chung Chuan yang selama 2 tahun hanya menjaga calon istri orang.
Saat Hizkia mau bangkit Chung Chuan lebih dulu menyambar kerah bajunya dan menariknya mensejajarkan muka mereka. '' did you force it (apakah kamu memaksanya) '' tekan Chung Chuan.
Hizkia menepis tangan Chung Chuan '' Dont to much.... can you hear what Celyn say (jangan keterlaluan... apa kamu dengar apa yang di katakan Celyn)?" balasannya.
'' ****...'' maki Chung Chuan sambil melayangkan bogemnya kembali.
__ADS_1
tbc