Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Sikap Yang Berbeda


__ADS_3

Chung Chuan kembali ke ladang dan menemui pengawas Liu. ''beri mereka perpanjangan waktu istirahat setengah jam'' perintah Chung Chuan.


Pengawas Liu membungkuk ''Baik tuan'' jawabnya. Dalam hati ia tak habis pikir perlakuan manusia dingin ini begitu hangat pada Celyn.


Ya... Chung Chuan lah yang mengatur agar pekerja tidak membuat kebisingan di sekitar Celyn supaya Celyn bisa tidur. Mereka diarahkan makan di ladang dengan berteduh di bawah terpal. Dan hanya mengijinkan mereka shalat dan ke kamar mandi secara bergilir paling banyak 5 orang dengan syarat tidak menimbulkan suara (Duh manisnya cintamu gege.... otor jadi ngiri ama Celyn).


Setelah hampir dua jam mereka istirahat, pekerjaan pun dimulai kembali. Sedangkan Celyn masih tertidur. Sebenarnya sebelum tidur Celyn sudah menyalakan alarm di hp nya. Namun Chung Chuan yang menyadari hal itu mematikan alarm sebelum keluar tadi.


Celyn terbangun. ia pun meraih hp di sisi bantal matanya membelalak ketika melihat jam menunjukan pukul 15:02 waktu setempat kalau di negara I sekitar jam 2 lebih. Ia pun segera turun dari kasur lari kalang kabut ke kamar mandi untuk cuci muka lalu bersiap keluar. Dengan cepat ia memutar knop pintu sambil menerjang keluar. Tapi ia mendapati pintu yang terkunci. Alhasil bukanya bisa keluar malah dahinya menabrak pintu kaca itu sangat keras.


dug...


'' akhhh...'' ringis Celyn mengelus dahinya sampai terjongkok menahan sakit.


Ternyata pintu dikunci dari luar oleh Chung Chuan. Setelah sakitnya agak reda Celyn mengambil kunci yang ada padanya lalu membuka pintu untuk keluar. Setengah berlari ia menuju ladang. Begitu menapki lahan pertanian ia mendapati Chung Chuan yang mengenakan masker mengarahkan pekerja yang tengah menyemprot racun untuk hama 5 hari lagi mereka akan mulai panen. Jarak mereka setengah km lebih tapi karena tempatnya datar kita dapat melihat tanaman semangka sejauh mata memandang. ladang ini seluas 178ha. Pekerja inti 38 orang masa panen akan menarik pekerja dari lain ladang.


Chung Chuan menyadari kedatangan Celyn, dengan kedua tanganya memberi isyarat berhenti atau kembali. Celyn memilih berhenti sementara menunggu Chung Chuan mendekat.


Celyn melihat di sebelah kananya ada terpal yang terikat pada pohon dan tiang bambu yang sengaja ditanam untuk membentangkan terpal tersebut. Cukup menarik perhatianya karena biasanya tidak ada. alisnya mengkerut melihat puluhan piring sterofoam kotor di dalam plastik besar.


Celyn mulai mengerti apa yang sudah terjadi rasa bersalahnya semakin besar. Ia tahu itu ulah Chung Chuan supaya Celyn bisa tidur, sampai pekerja harus makan di tempat seperti ini.


''Apa yang kau lihat? ayo kita akan pergi ke suatu tempat.'' ajak Chung Chuan.

__ADS_1


''Ge ge ini.... ''


''Sudahlah... ayo .'' ajak Chung Chuan sambil menggandeng tangan Celyn.


'' Tapi aku merasa bersalah pada mereka. Ini baru makanya, lalu bagaimana mereka shalat?'' kata celyn yang merasa bersalah.


Chung Chuan menakup kedua pipi Celyn dan berkata ''mereka bergilir untuk shalat dan aku memberi mereka waktu istirahat hampir 2 jam. itu sudah cukup buat mereka.''


Celyn yang masih dalam mode loading alias belum tersadar sepenuhnya dari tidurnya, melihat dan mendengar semuanya perasaanya jadi kacau. Ada rasa sedih, marah dan terharu. Ia pun tak dapat menahan emosinya dan air mata pun lolos begitu saja.


''Hei kenapa kau menangis? apa aku sudah melakukan kesalahan? apa hat...'' kata-kata Chung Chuan terpotong saat Celyn tiba-tiba memeluknya. Chung Chuan yang setengah terkejut tersenyum dan membalas pelukan Celyn. Dengan memejakan matanya Chung Chuan menikmati pelukan itu. Hal yang selalu ingin ia lakukan, tapi demi menjaga martabat Celyn ia tak berani melakukanya.


Mereka tak menyadari bahwa disana ada puluhan mata yang memperhatikan.


🚘🚘🚘🚘🚘🚘


Merekapun memasuki butik dengan bergandengan tangan. ''Selamat siang tuan Xiao?'' sapa pelayan.


''Mana baju yang aku pesan'' bukanya menjawab salam Chung Chuan malah balik bertanya dengan nada dingin.


''Sudah kami siapkan tuan mari sini'' ujar pelayan. 'Huh untung ganteng kalau tidak males lah aku ngayani orang sombong kayak dia, Eh tapi siapa gadis ini. Sepertinya dia gadis muslim. Apa dia gadis uighur?' batin si pelayan.


Celyn keluar dari ruang pas dengan gamisnya

__ADS_1



begitu pun Chung Chuan keluar ruang pas dengan setelan formalnya



Celyn dan semua pelayan di butik itu terpesona dengan malaikat tampan yang satu ini.


"Punyaku sudah pas bagamana dengan gaunmu? sepertinya agak kurang nyaman" tanya Chung Chuan.


Celyn tersenyum canggung " agak kepanjangan dan pinggangnya agak kebesaran"Jawab Celyn.


"Maaf saya fikir waktu tuan Xiao memesan gaun untuk kekasihnya adalah untuk nona Mey, karena nona Mey tinggi jadi kami membuatnya panjang" ucap pelayan sambil melirik Celyn nampak sekali ketidak sukaan dari wajahya.


Chung Chuan mendengar itu, sangat tidak terima. "Lin er segera ganti bajumu". Celyn yang merasakan kemarahan Chung Chuan menurut dan berlalu keruang pas. Seperginya Celyn suasana ruangan menjadi mencekam. Tanpa meninggikan nada bicaranya namun dengan sorot mata yang mematikan Chung Chuan berkata "Omong kpsong apa itu? bukankah aku sudah mengatakan tinggi badanya 163. Aku batalkan pesananku." ucap Chung ChuaΓ± sambil melepas jas dan kemejnya dengan kasar. "yang ini aku bayar tapi tolong buang ke tempat sampah dan tolong hapus nama saya dari daftar pelanggan."


Sontak si pelayan tadi langsung bersujud dan meminta maaf " maaf tuan ini salah saya. Tolong urungkan niat tuan Saya berjanji akan memperbaiki gaun tadi dalam 10 menit. Dan saya akan membayarnya dengan gajiku." 'lebih baik kehilangan gaji dari pada kehilangan pekerjaan' pikir si pelayan


Namun Chung Chuan tak merespon apapun yang dilakukan si pelayan. Dia hanya berlalu ke kamar pas. Celyn keluar dari kamar pas bersamaan dengan Chung Chuan. Dan terheran melihat si pelayan yang bersujud. Meskipun hatinya sedikit sakit dengan ucapan si pelayan tapi dia memakluminya.


Chung Chuan meminta gaun Celyn lalu membuangnya. Celyn terheran namun sebelum bertanya Chung Chuan sudah menarik tanganya keluar dari butik tanpa mempedulikan pelayan pelayan yang terus bersujud dan menangis memohon maaf. Saat di parkiran beberapa orang lari menghampiri mereka. Seorang pria ya di name tag nya tertulis manager mencoba membujuk Chung Chuan. Tetap saja Chung Chuan tak meresponya dan segera memaksa Celyn masuk mobil disusulnya dan segera tancap gas.


"Ge ge tudak usah marah, bukankah waktu itu gege sudah membelikanku gaun putih. Sebenarnya aku sudah menyiapkanya dari semalam. aku ingin memakainya." bujuk Celyn.

__ADS_1


tbc


maaf ya kalau visualnya tidak tepat


__ADS_2