
Setelah melewati perjalanan jauh mereka mencari hotel di kota urumqi. Sayangnya di penghujung tahun ini begitu banyak pembisnis dan wisatawan yang berdatangan atau sekedar lewat. Alhasil sudah 4 hotel yang mereka datangi tapi semua penuh. Di hotel terakhir hanya tersisa 1 kamar tapi di dalamnya ada dua singgle bed.
''Bagaimana menrutmu? hoam... Aku sudah sangat mengantuk. Apa kita akan mencari hotel lain?'' Cung Chuan berkata dengan sedikit berakting. Sebenarnya saat di rest area dia sudah browsing hotel sekitar Urumqi. Tapi bukan untuk mencari hotel termegah, ternyaman, termurah, terbersih atau apapun. Melainkan hotel yang penuh. Dan kebetulan dia menemukan hotel X ini dengan salah satu kamar kosong yang memiliki dua singgle bed dan langsung membokingnya.
Celin nàmpak ragu sungguh tidak baik sekamar dengan Chung Chuan. Tapi melihat Chung Chuan kelelahan dan mengantuk membuat Celyn tidak tega meminta mencari hotel lain lagi. Lagi pula ini sudah hotel ke empat yang mereka datangi dan ketiga hotel lainya penuh. Bagaimana kalau hotel yang lain penuh juga, sudahlah kasian Chuan ge ge pasti lelah. Aku minta dia untuk menjaga diri saja batin Celyn. ''Chuan ge ge, bisakah aku percaya pada ketulusan mu?'' Chung Chuan mengangguk. ''Kalau begitu bisakah kita menjaga kehormatan masing-masing?'' Chung Chuan kembali mengangguk. '' Ok kita ambil kesempatan ini untuk membuktikanya''
Chung Chuan tersenyum recananya berjalan dengan lancar. Porter mengatar mereka ke kamar. Sebelum tidur Celyn bewudlu untuk melaksanakan shalat tahajud. Keluar dari kamar mandi ia melihat Chung Chuan menanti Celyn dengan handuk yan terkalung di lehernya Celyn berniat mengingatkan chung chuan agar tidak mandi. ''Apakah Chuan ge ge mau mandi? Bukankah ini masih terlalu malam untuk mandi?''
''Apa kau sedang menghawatirkaku?'' Chung Chuan balik bertanya sambil mendekati Celyn dengan senyum mesumnya.
''Astaghfirullah, maaf Chuan ge ge saya mau beribadah tolong jangan sentuh'' kata-kata Celyn seperti rem cakram bagi Chung Chuan, seketika lagsung berhenti.
'' Baiklah aku hanya akan cuci kaki dan tangan.'' Lalu Chung Chuan memberi jalan untuk Celyn berlalu. Lalu dia masuk kamar mandi.
Setelah shalat tahajut Celyn menuju tempat tidur di sampig tempat tidur Chung Chuan. Dia menoleh Chung Chuan yang sudah memejamkan mata. Celyn merasa aneh, malam ini dia sekamar dengan seorang laki-laki tapi bukan takut yang ia rasakan melainkan nyaman. Entah karena ini bukan untuk pertama kalinya atau karena Chung Chuan sudah berjanji tidak akan mengganggunya.
Baru saja merebahkan tubuhnya terdengar suara dari sampingnya
"Celin, kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Apakah kau menghawatirkan aku?" Celyn menoleh ternyata Chung Chuan belum tidur. Kini posisinya miring menghadap Celyn.
Celyn pun menghadap Chung Chuan. " Apakah ge ge tidak capek?" Celyn mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Aku lelah sekali tapi baru bisa tidur setelah kamu menjawab pertanyaanku." desak Chung Chuan.
"Ya aku khawatir kalau ge ge sakit siapa yang akan menyetir mobil, aku belum ahli menyetir mobil apalagi jarak jauh. Aku juga tidak memahami jalan sekitar sini, belum lagi waktu kita di sini pasti akan bertambah lama."
"huh menganggapku sebagai supirmu."
"Bukan ... maksudku istirahatlah besok ge ge akan menemaiku mencari mukena kan?" kilah Celyn.
Mereka memejamkan mata bersama tapi setelah beberapa saat Cung Chuan kembali membuka matanya dan bergumam " kau sungguh gadis yang luar biasa Celyn. Aku mencintaimu. aku ingin mendampingimu seumur hidupku. Love you". lalu memejamkan mata.
Beberapa saat setelahnya Celyn yang sebenarnya belum tidur membuka mata di pandangnya wajah Chung Chuan yang memang sedikit lebih tirus lalu tersenyum. Semoga Allah memilihmu untuk menjadi imamku kelak doa ini pun telah aku panjatkan saat shalat tahajut tadi batin Celyn. lalu ia pun menutup mata dan mencoba tidur. Tapi tiba-tiba terpikir bagaimana kalau setan menghasut Chung Chuan untuk berbuat sesuatu. Karena risau Celyn pun terjaga cukup lama baru bisa tidur.
Celyn terbangun ketika langit sudah mulai berubah warna menandakan sebentar lagi matahari akan segera muncul. Segera ia mengambil wudlu dan shalat subuh. Karna tidak ada hal yang bisa dia lakukan sementara Chung Chuan masih tertidur. Dia pun memutuskan untuk kembali tidur.
Saat Chung Chuan kembali ke kamar ia tidak melihat Celyn tapi terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Dapat di pastikan Celyn sedang menggunakan kamar mandi. Chung chuan memesan makanan. Saat Celyn keluar dari kamar mandi dia menemukan Cung chuan yang sudah berganti pakaian. "pagi ge ge..."
" Emm (sambil mengangguk) sudah mandi? ambilah papper bag ini gantilah bajumu?" kata Chung Chuan sambil menyodorkan dua buah papper bag.
Celyn menerima papper bag dan berterimakasih "terimakasih ge ge".
Celyn kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Alangkah terkejutnya ketika membuka papper bag itu ternyata di dalamnya paket komplit, baik pakean luar maupun pakean dalam.
__ADS_1
Setelah sarapan mereka keluar menuju bandara Celyn bingung kenapa naik pesawat." ge ge kita mau kemana? kenapa naik pesawat?"
"Xinjiang adalah kota terluas di negara ini. Hari ini kita akan menuju ke suatu tempat dan perjalananya lumayan jauh" jawab Chung Chuan sambil menggandeng tangan Celyn .Setelah satu jam penerbangan mereka sampai di bandara Altay. Perjalanan di lanjutkan dengan menaiki mobil sekitar 3-4 jam. Perjalanan yang sangat jauh tapi sama sekali tidak melelahkan. Pemandangan di sepanjang jalan sangat menakjubkan. Tempat ini di tetapkan sebagai cagar alam. Sampailah mereka di sebuah danau yang berbentuk menyerupai bulan sabit "Konon beberapa wisatawan pernah menyaksikan monster di dabau ini. Apa kau ingin membuktikanya?"
"Monster?" Celyn pensaran.
"lihatlah dari atas bukit itu kita bisa leluasa melihat danau ini" kata Chung Chuan sambil menunjuk bukit yang terdapat ribuan anak tangga. " Bagaimana apa kamu bisa sampai atas?"
"Em... sepertinya menarik. Mungkin bisa kita
coba ." jawsb Celyn.
"Wow semangat gadisku lumayan juga" goda Chung Chuan. Mereka pun mulai menapaki anak tangga secara beriringan ditengah pendakian Chung Chuan mengeluarkan botol air mineral untuk Celyn.
"lelah? setidaknya kita sudah melewati 800 lebih anak tangga. Mau lanjut apa turun?" tanya Chung Chuan.
" Sepertinya Chuan ge ge meremehkan saya. sewaktu masih sekolah saya aktif dalam pramuka( ind), maksudku scout. Pramuka adalah scout." balas Celyn.
__ADS_1
tbc