Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Pertemuan Kedua Di Pelaminan


__ADS_3

Celyn menyandarkan kepalanya di bahu Chung Chuan. Jemari mereka pun bertautan. Emosi Chung Chuan pun mereda. ''Kalau begitu kita pulang?'' tanya Chung Chuan dengan nada melembut. Celyn hanya mengangguk.


🕟🕔🕠


Setelah shalat Celyn membantu Yuki untuk mengikat rambutnya.


Setelah selesai Ia mandi ganti baju lalu shalat maghrib. Barulah ia merias diri tepat jam 7 malam Chung Chuan sudah menunggunya di bawah. Selang sepuluh menit Celyn pun sudah siap dia turun dengan menenteng bungkusan. Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di hotel Y. Untung saja baru ada beberapa tamu yang hadir Celyn langsung memberikan hadiahnya. ''Selamat ulang tahun mama, semoga selalu diberi kemudahan, kesehatan dan panjang umur'' kata Celyn sambil cipika-cipiki.


''Terimakasih Celyn, masuklah kakak-kakakmu sudah ada di dalam.''


''Bapak'' kata Celyn sambil jabat tangan dan mencium punggung tangan tuan besar Xiao. Mereka sudah terbiasa dengan cara Celyn jabat tangan. Tuan besar Xiao hanya tersenyum dan mengusap kepala Celyn.


Sementara Chung Chuan memeluk mamanya dan mengucapkan 'selamat ulang tahun' lalu menyapa tuan besar Xuao dan kakaknya. Dan mereka pun masuk untuk menyapa yang lain.


Tak banyak yang mereka undang hanya keluarga dan dan rekan bisnis saja.Tamu terus saja berdatangan. Tuan besar Xiao, nyonya Lu dan Xiao Chung Pao menyambut tamu di lorong masuk area hall. Para tamu yang hadir memberi hadiah dan mengucapkan 'selamat ulang tahun'.


Tamu undangan tak lebih dari seratus orang. tapi jamuan sangat mewah. Jam 8 malam acara dimulai dengan sambutan lalu tiup lilin. Dan tamu undangan dipersilahkan menikmati jamuan .Lalu tiba-tiba lampu meredup pembawa acara meminta sang ratu malam ini untuk menampilkan kepiawaianya dalam berdansa.


Awalnya nyonya Lu malu-malu tapi setelah tuan besar Xiao bersimpuh didepanya dengan mengacungkan tanganya (seketia suasana menjadi riuh dengan reaksi hadirin menyaksikan kelakuan tuan besar Xiao. mereka baper dengan keromantisan nyonya Lu dan tuan besar Xiao), Nyonya Lu pun bersedia. Semua tamu undangan bersorak dan ada beberapa tamu yang menaikan gelasnya sebagai apresiasi. Di usia mereka yang sudah senja hanya dansa ringan yang mereka lakukan. dan beberapa pasangan menusul mereka.


Chung Chuan melihat Celyn dan berkata '' Apa kau bisa berdansa?''


''Tidak'' jawab Celyn sambil menggelengkan kepalanya.


'' Apa kau tertarik untuk belajar mencobanya?'' bujuknya secara tidak langsung.


'' Ge ge maaf aku tidak bisa menemanimu berdansa saat ini'' jawab Celyn tidak enak hati sekaligus malu.

__ADS_1


''Tidak masalah tapi suatu saat mau kan?'' godanya. Dan sukses membuat Celyn tersipu malu.


Acara berjalan lancar sampai selesai tanpa sesi membuka kado. Alasanya karna megantisipasi ada perasaan yang tersinggung. Jadi semua hadiah di bawa pulang baru dubuka.


Beberapa hadiah diantaranya: paket liburan 15 hari keliling 3 benua dari tuan Tedy Jduhar. Liontin batu safir ungu senilai 2,4m dari kakak pertama. Gelang giok murni yang diukir oleh seorang biksu dari gunung S oleh kakak kedua. Saat tanganya menggapai hadiah dari Celyn dan Chung Chuan ia teringat kata putra bungsunya Celyn tidak tidur untuk membuatkan hadiah ini. Ia pun penasaran dengam isinya. Di dalam kotak itu isinya tas rajut


Dan di dalam tas ada jam tangan patek philippe 18kt rose gold senilai 1,5m.Dan dompet rajut senada. Meski hadiah dari Celyn tidak ada nilai cuan nya tapi nyonya Lu sangat menghargai kerja keras Celyn. Pagi harinya tas itu termasuk jam tangan, liontin dan gelang giok ia pakai semua. Wajahnya nampak berseri.


🌚🌞🌚🌞🌚🌞


Beberapa hari berlalu. Tibalah masa panen di kebun ladang Celin. Masa panen adalah masa paling sibuk. Pekerja bekerja 15-18 jam. Karna tidak mau menunda membuat pembukuan Chung Chuan kadang hanya tidur 3 jam. pernah juga ia terjaga 21 jam karena truk pengirim barang yang mereka tunggu rusak. Biasanya Chung Tao dan Chung Chuan tidak akan pulang selama masa panen.


Untuk itu selama panen Celyn dipindah tugaskan di kebun sayur dan mangga. Tuan besar Xiao dan nyonya Lu menggantikan tugas Chung Chuan dan Chung Tao yang tengah mengurus kebun semangka.


Sudah sepekan Celyn dan Chung Chuan tak pernah bertemu mereka hanya vidio call di saat senggang seperti saat ini. Pangilan masuk saat Celyn beranjak dari sajadahnya. Celyn pun sudah menduga siapa yang sedang menghubunginya dengan vidio call.


''Hay'' sapa Celyn ''gege sudah makan?''.


Chung Chuan segera merubah ekspresinya ke mode memelas (memohon belas kasih) ''bisakah kau menyapaku dengan bahasa yang lebih romantis?'' protesnya.


''ha ha ha romantis?'' Celyn.


''ya seperti honey, bebby, darling etc...'' usul Chung Chuan.


''Emm... Ok are you get dinner yet, darling? (sudah makan malam sayang?)


''Not yet (belum), aku belum selera makan kalau belum melihatmu...'' goda Chung Chuan.

__ADS_1


'' Jangan tunda makan sesibuk apapun harus sempatkan waktu untuk makan.'' Celyn.


'' Baik bu dokterku yang tersayang, nih lihat (Chung Chuan mengarahkan kameranya ke atas meja dan nampak nasi kotak semangkok sup rumput laut-tofu dan segelas air putih) aku sudah mau makan. Tapi apakah yang memberi wejangan sudah makan?'' Chung Chuan.


'' Sudah tadi seperti biasa makan sama calon keluarga'' Celyn balas menggoda.


''Ha ha ha sudah pandai menggoda rupanya. ingat tak lama setelah kau pulang ke negara I, aku akan segera menyusulmu dan aku pastikan pertemuan keduanya adalah di pelaminan.'' ancam Chung Chuan.


''Ya kah? aku harap itu akan menjadi kenyataan sayang.'' jawab Celyn dengan nada menantang.


''Love you'' kata Chung Chuan tapi sepenuh hati sambil mengusap pipi Celyn di layar smartphonya.


''Love you to'' jawab Celyn. ''Apa pekerjaanya sangat banyak, ge ge nampak sedikit pucat?'' tanya Celyn khawatir. Bagaimanapun kalau orang kurang tidur maka akan mempengaruhi penampilanya.


''Ya berkat kerja kerasmu hasil panenya melimpah. Sangat bagus tapi tidak bagus. Bagus karna pendapatan bertambah. Dan tidak bagus karena, waktu untuk panen akan lebih panjang. Aku sudah sangat merindukanmu.''


''Kenapa ge ge tidak mengijinkan aku membantu di sore hari?'' protes Celyn.


''Tidak, ini harus dikerjakan oleh tenaga laki-laki. Nanti setelah kau menjadi nyonya Xiao tak akan kubiarkan kau bekerja di ladang.'' jawab Chung Chuan.


tbc


mohon maaf sebesar-besarnya buat para readersku. Jingga g bisa sering-sering up bab dikarenakan pekerjaan yang alhamdulillah cukup padat lumayan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Satu bab ini aja otor tulis 4 hari baru selesai. Maaf untuk prosesnya mengecewakan, tapi otor harap endingnya mengesankan.


Mohon jangan bosan dukung jingga terus baik like, coment and favorit syukur-syukur hadiah atau vote.


terimakasih semuanya....

__ADS_1


__ADS_2