
Meski tivi menyala tapi Celyn, Yuki dan Yuri lebih asyik mengobrol, bercanda atau sekedar tebak-tebakan. Sampai keduanya lelah dan tertidur. Celyn meyelimuti mereka mematikan tv dan merapikan barang yang sedikit berantakan.
Celyn turun ke bawah untuk minum. Dari tangga ia melihat Chung Chuan yang tengah celingukan seperti mencari sesuatu. Nampak dengan geram Chung Chuan mengacak rambutnya.
''Chuan ge mencari sesuatu?'' tanya Celyn.
Sontak Chung Chuan menoleh.Reaksinya seperti melihat meteor. ''ehhhh... syukurlah. Tadi aku mencarimu bolak balik kamar gudang tapi tidak menemukanmu. bahkan hampir ke segala penjuru rumah. Dari mana saja? hp kamu juga tidak bisa dihubungi. Kenapa? Apa kau tahu, aku sudah khawatir terjadi apa-apa padamu?'' cecar Chung Chuan.
''he he hpku batrenya habis dan ada dikamar. Sedangkan aku menemani Yuki dan Yuri di kamar mereka. Ge ge kenapa mencariku?''
''Aku ingin mengajakmu keluar untuk makan malam'' kata Chung Chuan mendudukan p***atnya di sofa ruang tengah.
'' Apa ge ge belum makan?'' tanya Celyn.
''Belum aku mau makan bersamamu...'' jawab Chung Chuan.
'' Maaf... aku tadi sudah makan sama Yuri dan Yuki. Tadi kata Yuri kalian makan diluar. Bahkan menawarkan membungkuskan makanan untuk kami. Masih ada nasi, apa ge ge mau aku buatkan nasi goreng?'' Celyn merasa bersalah.
''ok boleh juga...'' jawab Chung Chuan.
''Nasi goreng apa? ada nanas, ada sea food ada tuna?''
''na nas? Saya belum pernah makan nasi goreng nanas. coba yang itu saya belum pernah.''
Celyn pun beranjak ke dapur. Ia pun segera menyiapkan nasi, nanas, udang, cumi, daun bawang, wortel, daun sledri, bawang putih, oyster sauce, kecap ikan, kecap inggris, bubuk kari, dan lada. Chung Chuan dari tadi memperhatikan Celyn. Tak lama aroma sedapnya nanas bawang dan seafood memenuhi ruangan.
krucuk krucuk krucuk... Perut Chung Chuan sudah mengeluarkan loncengnya.
'' Huh... minum obat cacing dulu sana!" suara barinton mengejutkan Chung Chuan yang tengah memperhatikan Celyn hingga hampir terjungkal. Chung Pao yang awalnya mau ke ruang kerja untuk mengecek laporan keuangan ladang pisang tergoda oleh aroma maskan Celyn. Lalu tanpa Chung Chuan sadari, ia pun duduk di sebelah Chung Chuan supaya bisa mencicipi masakanya juga.
'' hah... sejak kapan Ta Ge disitu?'' tanya Chung Chuan yang terkejut.
__ADS_1
''Sejak tahun 1976...'' jawab Chung pao enteng.
''hah... gila. Tahun segitu juga kursi ini belum ada.'' protes Chung Chuan.
''Yo... mana kamu tahu kamu aja belum lahir.''
''Ta ge juga baru umur satu tahun mana mungkin bissa duduk dikursi sendiri
'' Tahunya 76 tapi bulanya desember, jadi sudah hampir 2 ta...'' bantah Chung Pao.
Seketika semua diam saat Celyn menyajikan semangkuk besar pinapple fried rice di hadapàn mereka. ''boleh ambilkan 2 piring?'' pinta Chung Chuan pada Celyn ia sudah faham betul maksud kakaknya yang ikut nimbrung.
Celyn pun mengambil dua piring sekalian mengambilkan nasi goreng di tiap piring.
''Kau tidak makan?'' tanya Chung Pao pada Celyn.
''tidak Pao ge ge tadi saya sudah makan dengan Yuri dan Yuki.''
🌅🌃🌆🌇
"Lin er apa orangtuamu tau hubungan kita?" tanya Chung Chuan.
"Belum, jujur saja aku tidak yakin dengan tanggapan umi tentang perbedaan kita. Aku ingin pelan-pelan membicarakanya secara langsung. Mungkin dari hati-hati umi bisa memahaminya. Maaf..." jawab Celyn.
"Kau benar, bagaimana kalau visamu diperpanjang dulu baru kau pulang, yah supaya kamu punya waktu cukup di sana."
"Visa? kenapa harus diperpanjang?" tanya Celyn.
"Apa kau tidak akan kesini lagi?" tanya balik Chung Chuan.
"Apa hubunganya?" tanya Celyn.
"Dengar, sebagai warga asing kita butuh visa untuk memasuki suatu negara. Dan visamu 3 bulan lagi habis. Kalaupun kamu belum siap menikah apa kamu tidak mau menyambung kontrak kerja? Apa kau akan pulang dan tidak kesini lagi? proses memperpanjang lebih mudah dari membuat visa baru." jelas Chung Chuan.
__ADS_1
"Baiklah aku mengerti, Lalu bagaimana caraku memperpanjang visa?" tanya Celyn yang memang belum berpengalaman.
"Pengacara Zen akan mengurusnya untukmu." jawab Chung Chuan.
Merekapun diam dengan pikiranya masing-masing cukup lama sampai mobil memasuki ladang semangka. Chung Chuan berkata akan menjempunya lebih awal. Karna kebetulan bukan masa panen jadi tidak terlalu sibuk Celyn pun setuju saja. Mereka mengunjungi pusat perbelanjaan. Di akhir pekan seperti ini Pusat perbelanjaan sangat ramai pengunjung.
⬅DI NEGARA I➡
Najwa yang baru saja memasak di dapur keluar untuk memanggil Hizkia dan Salwa. Namun ia mendapati Hizkia yang tersenyum sendiri di hadapan foto Celyn yang terpajang di dinding ruang keluarga. Najwa memang sudah menduga kalau Hizkia tertarik pada Celyn. Tapi dia tak mau ikut campur terlalu jauh. Hizkia pria yang baik, meskipun usia mereka berbeda 10 tahun mungkin lebih tapi Najwa dapat melihat dia calon imam yang baik. Tanpa sadar Najwa ikut tersenyum.
''Ehem... dimana adikmu? kita makan siang dulu yuk!"
Hizkia yang memang sedang termenung mengingat Celyn terjingkat '' Eh umi masak cepat sekali, Em Salwa ada di kamarnya. Saya panggilin bentar.'' jawab Hizkia sedikit kikuk seperti maling yang ketahuan hansip.
Setelah makan Salwa pamit untuk melanjutkan tugas dari sekolahnya, sedang Hizkia membantu Najwa membereskan piring kotornya.
''Umi kapan Celyn pulang?'' tanya Hizkia.
''Tanggalnya belum pasti tapi insyaa Allah bulan depan. Tadi sebelum kamu datang kami vidio call. Katanya majikan akan membantunya memperpanjang visa. Mereka berharap Celyn bisa menyambung kontra.'' jelas Najwa.
Hati Hizkia sangat menolak keputusan itu ''Apa? kenapa Celyn mau nyambung kontrak? Bukankah lebih baik cari kerja disini saja? atau bikin usaha sendiri. Kalian kan punya modal. Lagi pula bisa berkumpul dengan keluarga lebih baik bukan?'' protes Hizkia.
Najwa tersenyum dan berkata ''ih kenapa protesnya sama umi? sama Celyn lah! dia yang ngejalanin ya dia yang ambil keputusan.'' sangkal Najwa.
'' Ya umi kan bisa bujuk Celyn. Emang Celyn benar-benar tidak punya pacar ya umi?'' Tanya Hizkia.
'' Setau umi sih belum, entah padahal umi sama abi dari dulu nggak pernah ngelarang dia pacaran. Tapi sepertinya anak umi itu pandai jaga diri. Kenapa senyum-senyum?''
''Umi Hizkia baru 2 kali bertemu dengan Celyn. dan itu semua pertemuan yang singkat. Tapi...''
tbc
Hay reader yang setia otor minta maaf novel ini tidak akan memiliki bab yang panjang. Di bab selanjutnya kita akan memasuki ******* sebelum baca siapkan tisu dulu ya...
__ADS_1
Makasih... jangan lupa dukunganya, favorit, like comentnya yang gratis. Syukur-syukur hadiah atau votenya. love you all....