
Pagi harinya Celyn baru masuk kamarnya. Celyn membolak mbalikan bantal dan gulingnya serta melibaskan selimutnya. Tapi dia tidak menemukan ponselnya. Celyn pun duduk termenung mencoba mengingat kembali dimana dia menaruh ponselnya.
flash back...
Suara tangis yang menyayat terdengar jelas dari kamar Celyn. Celyn yang tengah asyik video call menjadi penasaran. Celyn menyampaikan maksudnya untuk mengakhiri panggilan vidio tersebut akhirnya Panggilan video itu terputus. Saking pemasarannya Celyn menaruh ponselnya di atas nakas tanpa mempedulikan posisi ponsel yang tepat berada di tepi meja.
Celyn pun begegas lari keluar. Di luar ia berpapasan dengan adiknya, Salwa. ''ada apa dek ?'' tanya Celyn.
Salwa pun memberi tahu Celyn kalau anak bu Sari meninggal karena kecelakaan. Celyn yang terkejut langsung berbalik arah kembali ke pintu lalu bersama dengan adiknya mereka ke rumah bu Sari untuk bebantu . Mereka hanya pulang untuk shalat dan makan lalu kembali ke rumah bu Sari lagi.
karena jenazah sampai sudah habis isya pemakaman diputuskan akan dilakukan besok pagi. Salwa melihat jenazah timbul rasa takut di hatinya. Dia teringat film film horor yang pernah dia tonton.
Demi menjaga anak dari almarhumah Najwa menginap di rumah bu Sari. Hal itu semakin membuat rasa takut pada diri Salwa meningkat.
Karena sudah pukul sembilan lebih Sal,dan Celyn pulang ke rumah. Celyn dapat merasakan gelagat yang tak wajar dari sang adik. Celyn pun mengerti kalau adiknya ketakutan.
Saat Celyn ke kamar mandi dia menunggu di depan pintu. Muncul ide jahil di benak Celyn setelah menggunakan toilet Celyn berwudlu. Baru saja menyingkap lengan bajunya sudah ada gedoran pintu dari luar '' kak kalau sudah p**isnya jangan tutup pintu dong'' pinta Salwa. Celyn pun membuka pintu lalu berwudlu.
'' Kak aku juga mau pi**s kakak tunggu sini ya!'' bujuk Salwa.
'' Ketakutan kamu berlebih dek... ya udah sana cepetan keburu batal wudlu kakak nanti.'' jawab Celyn.
__ADS_1
Salwa pun bergegas menuntaskan hajatnya. Tapi sebelum berwudlu dia membuka pintu. Dia tidak menemukan sosok kakaknya. ''kakak'' panggilnya.
'' Kak...''
'' Kak Celyn '' panggilnya kembali dengan rasa jengkel. Lalu dia keluar . Selangkah demi selangkah, pelan tapi pasti dia meninggalkan kamar mandi. Baru tiga langkah, kakinya terasa menginjak lem gajah ( ''ceileh lem gajah... emang beneran gajah bisa ke elem. Othornya lebay '' kata X. Othor jawab ''lem cap gajah maksudnya.'') tenggorokan Salwa terasa tercekat. Badannya gemetar dan dahinya mulai basah karena keringat.
Bagaimana tidak, ia menyadari ada sosok berdaster putih dengan rambut acak-acakan memenuhi mukanya tengah menyeder di dinding luar kamar mandi. Salwa sudah hampir menangis. Salwa benar-benar tidak berani menoleh.
Tiba-tiba sosok itu menyibakan rambutnya dan terkikik. Mendengar kikikan itu Salwa pun menjatuhkan tubuh ke lantai. Dengan kesal dan mata berembun ia menatap kakaknya.
Ya Celyn mengenakan mukena bawahannya rambutnya panjang ia gerai lalu di acak-acak. Setelah itu dia diam menyandar di dinding.
'' he he he makanya dek kalau nggak kuat nonton film horor jangan nonton. Begini kan akibatnya. Lagian kematian pasti akan dialami semua yang hidup di alam semesta ini kecuali Allah. Semua hanya soal waktu. Takutlah dengan apa yang kau bawa kalau kematian datang menjemputmu setelah ini. Karena azab lebih menakutkan dari kematian itu sendiri. Sudah ayo cepat wudlu dan perbaiki bekal akherat kita kakak tunggu di sini.'' kata Celyn.
'' Eit jangan menggerutu atau aku tinggal ?'' goda Celyn.
'' Eh ehe ehe kakaku yang cantik, sholehah sekedar berdiri di situ saja dapat pahala lo....'' bujuk Salwa. Dan setelah shalat isya berjamaah Salwa kembali membujuk Celyn untuk tidur di kamarnya.
Celyn yang merasa tak tega dengan adiknya pun tidak menolak. Dia menemani adiknya belajar sebentar sambil mengaji. lalu mereka tidur di kamarnya Salwa. Setelah Shalat subuh Celyn kembali ke kamarnya mencari ponselnya tapi tidak dia temukan di atas kasur. Ia pun ,berusaha mengingat kembali dimana dia menaruh ponselnya.
flash back of...
__ADS_1
Celyn beranjak dari kasusnya dia mau keluar. Tapi di pintu ia teringat di mana dia menaruh ponselnya. Dia pun berbalik tapi kecewa karena di atas nakas tidak ada ponselnya. '' jangan-jangan jatuh'' gumam Celyn. Benar saja ponselnya terlihat di kolong tempat tidurnya.
Celyn pun mengambilnya. Kekecewaan Celyn semakin membesar ketika mendapati layar screennya sudah pecah. Beruntung layarnya masih bisa menyala. Dan Celyn terkejut mendapati 68 panggilan tak terjawab dari ponselnya. Celyn berniat mencari menelpon balik tapi sayang screennya tidak normal sehinga Celyn tidak bisa menggunakannya. Celyn pun menaruh ponselnya karena yang terpenting sekarang adalah membuat sarapan untuk dirinya dan keluarga.
Setelah sarapan dan mencuci piring Celyn dan Najwa pergi ke rumah bu Sari lagi. Setelah pemakaman baru mereka pulang. Bu Sari sudah sedikit lebih tenang. Besan dan kerabatnya pun sudah datang. Celyn dan Najwa tetap mengerjakan pekerjaan londry meskipun londrynya tutup.
'' Mi hp Celyn pecah, besok Celyn beli hp baru ya...'' ijin Celyn.
'' Hah ko bisa nak?'' tanya Najwa.
''Iya kemaren kayaknya Celyn naruhnya keminggiran. tadi Celyn temuin udah pecah. bisa jadi sich hp Celyn getar karena ada yang nelpon. Jatuh deh'' jelas Celyn.
'' owh gitu... beli ya beli aja sih nak uang yang kamu kirim selama ini juga baru umi gunain belasan juta saja. '' balas Najwa.
'' hah terus kebutuhan umi sama Salwa gimana? Kan Celyn udah bilang bisa di pakai untuk kalian. lagian setelah ganti kontrak gaji Celyn juga jadi 3 kali lipat umi bisa make buat kebutuhan umi sama Salwa. '' kata Celyn.
'' Alhamdulilah dengan itu umi dan Salwa udah kecukupan. Kalau boleh menyarankan gunakan uang itu untuk usaha kamu. nak Kia juga pernah bilang kamu bisa bekerja di rumah sakitnya. '' balas Najwa.
'' Uem... emang beneran ya dia pemilik rumah sakit tempat abi dirawat dulu?'' tanya Celyn.
'' Lebih tepatnya papanya.... Kebetulan juga dia dokter yang merawat abi yang tanpa sengaja mendengar pesan abi sebelum meninggal. Dari situlah nama abi bisa di bersihkan. Dia juga keponakan pemilik perusahaan tempat abi bekerja dulu...'' jelas Najwa. 'Sebenarnya dia menyimpan perasaan istimewa padamu nak, tapi umi tidak akan ikut campur. bukan berarti umi menyetujui hubunganmu dengan orang china itu, tapi umi tidak mau seolah-olah menjual anaknya untuk balas budi' gumam Najwa.
__ADS_1
tbc