Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Firts Kiss


__ADS_3

Pagi hari Celyn bangun seperti biasa. Saat membuatkan sarapan untuk tuan besar Xiao, Yuqi menghampirinya ''selamat pagi kakak''


''Selamat pagi Yuqi'' balas Celyn


'' Kakak apa perjalananmu kemarin menyenangkan?''


''Emmm lumayan, kamu pernah dengar ikan taimen yang ada di danau kanas? waktu itu kami melihatnya...'' belum selesai sudah ada yang memotong


''Apa... kalian melihat itu? wah benar-benar beruntung o... di sana, ada tinggal sekelompok kecil penduduk yang percaya kalau bisa lihat ikan taimen raksasa di danau kanas apapun harapanya bisa terwujud tau....'' Poh Song Kian memotong cerita Celyn.


''Selamat pagi Kian jie jie'' sapa Celyn sambil tersenyum.


''pagi...'' jawab Kian jie jie. ''Celyn a... Yuqi sangat berisik minta jalan-jalan. Kemarin papanya sudah setuju mau bawa kami ke venezuela. Mungkin mama dan papa juga ikut. Tolong bantu jaga cristin (kucing) ya''


'' Jangan khawatir saya pasti akan merawat cristin dengan baik'' jawab Celyn. Yuqi dengan ceria berjanji akan membawakan oleh-oleh buat Celyn. Lalu ia berangkat sekolah diantar mommynya.


Tak berselang lama nyonya Lu turun dengan wajah kesal sambil mengobrak abrik isi tasnya seperti mencari sesuatu. Celyn bertanya mungkin saja adà yang bisa ia bantu. ''Selamat pagi mamak ada yang bisa saya bantu?''.


'' Celyn a... saya tadi sudah menyiapkan kacamata saya. Tapi bagaimana bisa tidak ada dalam tas, saya pun tak tau.'' nyonya Lu kesal.


Celyn ingin ketawa tapi dia tahan karna takut menyinggung perasaan nyonya Lu. ''Maaf mamak, apakah kaca mata yang mamak cari dengan kaca mata yang tersisip di rambut mamak adalah kaca mata yang sama?'' ujar Celyn hati-hati.


Nyonya Lu meraba atas kepalanya lalu tertawa mendapati sebuah kaca mata yang bertengger di atas kepalanya '' ha ha ha.... aiyo... betul-betul sudah tua lah saya.'' Celyn pun ikut tersenyum.

__ADS_1


'' Sarapan kita sudah siap?'' tanya nyonya Lu.


'' Sudah mamak silahkan sarapan. Saya permisi dulu'' jawab Celyn sopan lalu melanjutkan pekerjaanya. Ketika Chung Chuan sarapan ia mengajak Celyn sarapan bersama tapi Celyn menolak dengan halus. Bagaimanapun kalau sarapan bareng dengan Chung Chuan mereka bisa menghabiskan waktu lama. Sedangkan pekerjaan Celyn cukup banyak misalnya pakaian yang harus disetrika setiap hari kini menumpuk karena dua hari kemarin Celyn melakukan perjalanan ke Xinjiang.


Saat memasuki kamar Chung Chuan ia terkejut melihat kamar yang dudah rapi. Rupanya dia mengerti kalau pekerjaanku hari ini cukup banyak, kamar ini sudah rapi paling tinggal menyapu dan mengepel saja batin Celyn. Celyn pun menyapu dan mengepel kamar Chung Chuan.


Seperti biasa pukul sepuluh dia membantu istri Chung Tau menyiapkan masakan. "Hui jie jie wortelnya dipotong seperti apa?" tanya Celyn.


"Satu seperti biasa untuk sayur, yang dua untuk sup" jawab Hui. "Celyn a.... Bagaimana perjalananmu kemarin? Apa kau tahu adik ketiga menyukaimu?'' imbuhnya.


''hah... Perjalanan kami menyenangkan'' jawab Celyn


''Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku yang kedua?'' tanya Hui mendesak Celyn. Celyn bukan anak kecil juga tidak bodoh. Celyn menyadari perubahan sikap Hui. Dulu dia seperti yang lain baik dan ramah. Namun setelah terungkap sikap Chung Chuan pada Celyn sikapnya berubah agak dingin. Celyn sempat berfikir kalau Tang Hui tidak menyukai kedekatanya dengan Chung Chuan.


''Tak sama... adik ketiga a... sangat angkuh dia tak mau dekat-dekat orang apalagi mengantar ketempat yang jauh hanya untuk membeli barang yang kamu butuhkan. Dia tidak pernah peduli dengan ulang tahun saya, Kian jie jie, Yuri maupun Yuqi. Tapi dia sangat perduli hari ulang tahunmu bahkan apa yang kamu rasakan pun dia faham. Harusnya kamu tahu perasaanya tanpa menunggu dia menyatakanya'' pancing Tang Hui


'' Iyakah? jie jie jangan buat saya salah faham. Mungkin itu kebetulan. Kebetulan Chuan ge ge yang mengetahui hari ulang tahun saya. Kebetulan hanya dia yang masih muda dan belum menikah hingga bisa membawaku ke Xinjiang. Tidak mungkin kan tuan besar dan nyonya besar yang mengantarku. Pao ge ge dan Tau ge ge juga sudah menikah tidak mungkin juga. Apalagi Yuri dan Yuqi mereka masih anak-anak'' jawab Celyn sengaja menekan kaya 'nyonya besar dan tuan besar' untuk memberi tau bahwa dia sadar posisinya.


''aiya... kalau Chung Chuan menyatakan cinta apa kau akan menerimanya? Apa kamu bersedia menikah denganya dan jadi bagian dari keluarga kami?'' Tang Hui kembali mencecar Celyn.


''Ayolah jie jie...saya rasa kisah-kisah seperti itu hanya ada dalam sinetron dan novel. Disana prinsip hidup hanya bohongan. Tapi di dunia nyata, kita bisa hidup bersama tapi belum tentu menyatukan dua prinsip yang berbeda. Dan kita punya prinsip masing-masing dalam beragama dan berbudaya.'' jawab Celyn yang mampu membungkan Tang Hui. Celyn merasa sikap Tang Hui akhir-akhir ini membuatnya tidak nyaman .


Hari ini Chung Chuan pulang lebih awal, pukul empat sudah sampai rumah. Dia mencari Celyn tapi tidak menemukanya. Chung Chuan menduga Celyn tengah shalat, lalu menuju ke gudang dan menemukan sosok yang dia rindukan seharian ini. Celyn yang menyadari ada yang datang menoleh. melihat Chung Chuan yang datang ia tersenyum

__ADS_1



''ge ge sudah pulang?'' tanyanya basa basi.


Chung Chuan mendekat dan duduk di samping Celyn ''sudah selesai?'' tanyanya balik.


''Sudah. apa ada yang Chuan ge ge butuhkan?'' Celyn.


''Ya'' jawab Chung Chuan singkat.87


''Apa ada yang bisa saya bantu?'' Celyn.


''Tentu saja, hanya kamu yang bisa membantu. Tapi sangat berat apa kau yakin mau membantuku'' Chnung Chuan.


''Aku akan berusaha semampuku'' jawab Celyn sambil melipat mukenanya. ''Mana yang mau di angkat?'' imbuhnya


''Mampukah kau membantuku seumur hidupmu? Hanya kau yang aku butuhkan untuk selalu menemaniku sampai akhir hayat.'' ujar Chung Chuan.


''Hah... ? '' tanya Celyn tercenggang. ''aku pikir Chuan ge ge serius butuh bantuan ternyata hanya ngegombal.'' kata Cèlyn sambil beranjak mau pergi. Namun tanganya ditarik Chung Chuan hingga Celyn terduduk di pangkuan Chung Chuan.


''Apa wajahku meragukan?'' tanya Chung Chuan sambil mengapit dagu Celyn untuk mengarahkan wajahnya supaya saling bersitatap. Pandangan mereka saling menelisik. Jantung mereka seakan memberontak dan tak bisa mereka kendalikan. Ini adalah kontak fisik terdekat yang di sengaja diantara mereka. '' I love you'' gumam Chung Chuan lalu mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Celyn. Otak Celyn menolak perlakuan Chung Chuan tapi tubuhnya tidak dapat menolak. Ia menikmati ciuman pertamanya.


tbc

__ADS_1


__ADS_2