
Pagi harinya Celyn sedikit merasa risih karena sudah dari 2 jam lalu MUA merias dirinya mulai dari hena, cat kuku dan makeup. Meskipun makeupnya flawlees tapi itu terasa tebal untuk Celyn yang tidak terbiasa merias wajahnya. Terdengar ketukan pintu dari luar. Dan asisten perias yang membukakan pintu.
'' Maaf apakah masih lama para tamu sudah mulai datang '' tanya Ainun istri Dafa setelah masuk kamar.
'' Sudah hampir selesai nyonya '' jawab si perias.
'' Subhanallah kamu cantik banget nak..'' puji istri Dafa.
'' Tante bisa aja...'' balas Celyn.
Mendengar keramaian di bawah Ainun melihat dari jendela kamar Celyn '' sepertinya calon imamu sudah datang nak''.
Setelah sentuhan kecil pada kerudung Celyn pun selesai sudah tugas MUA. Dan Ainun membawa keponakannya itu turun.
Di lantai bawah Keluarga Chandra dan dan tetangga dekat menyambut hangat kedatangan keluarga Prayoga. Setelah semua siap di tempat yang sudah disiapkan untuk mereka. Pembawa acara pun memulai acara tersebut. Setelah beberapa kata pembawa acara mempersilah keluarga Darma untuk menyampaikan maksud kedatangannya. Dan Prayudha mewakili kakaknya membaca teks yang sudah di siapkan Wedding Organizer. Dan Dafa sebagai wakil dari Keluarga Candra menjawab keluarga Darma dengan membaca teks juga. ( tidak usah di cantumkan isinya teks ya. Ribet karena terlalu banyak basa basi sampek panjang bgt menuhin bab). Namun untuk keputusan di kembalikan kepada Celyn. Untuk itu Celyn pun di minta turun.
Hizkia yang saat itu tengah mengobrol dengan Prayudha pun di buat terperangah melihat
betapa cantik nya calon istrinya itu. Hingga ia tidak menghiraukan pertanyaan dari Prayudha . Prayudha 0 pun mengikuti arah pandangan Hizkia. Tapi belum sempat ia berkomentar sudah terdengar suara bariton lainnya '' belum mahrom''. Perkataan Prayoga mampu mengusik putranya
Celyn menurun8 tangga dengan di gandeng Ainun istri Dafa. Setelah Celyn duduk di kursinya Dafa kembali memulai aksinya. '' Ananda Celyn Nadya Chandra binti Diky Chandra, pagi ini kita kedatangan tamu yaitu Bapak Prayoga Darma beserta keluarga besarnya. Yang bertujuan untuk mengkhitbah mu untuk di jadikan tunangan menuju pernikahan pada waktunya nanti. Apakah Ananda Celyn Nadya Chandra bersedia menerima lamaran dari saudara Hizkia Darma bin Prayoga Darma?" ucap Dafa
'' Insyaallah apabila ibunda merestui Celyn menerima lamaran saudara Hizkia Darma dengan segala kekurangan pada diri saya. Mudah-mudahan Allah meridhoi. Terimakasih untuk ibunda.'' jawab Celyn.
'' Apakah ananda Celyn ikhlas tanpa merasa terpaksa atau tertekan ?'' tanya Dafa.
''Saya ikhlas tidak ada apapun yang memaksa melainkan mengharap ridho Allah '' jawab Celyn.
'' Ayunda Najwa Humaira, apakah ayunda merestui Ananda Celyn Nadya Chandra untuk menerima lamaran dari saudara Hizkia Darma ?'' Tanya Dafa pada kakak iparnya.
__ADS_1
'' Saya ikhlas merestui Ananda Celyn Nadya Chandra untuk menerima lamaran dari saudara Hizkia Darma '' jawab Najwa.
'' Seperti yang kita dengar jawaban dari ananda Celyn Nadya Chandra dalam menerima pinangan dari ananda Hizkia Darma. Restu pun sudah di dapat dari orang tua. Maka kita sebagai keluarga hanya meridhoi dan mendoakan apa yang telah menjadi niat baik ananda Celyn Nadya Chandra dan niat tulus AnandaHizkia Darma. Dengan demikian kami keluarga besar MENERIMA SEPENUHNYA lamaran dari ananda Hizkia Darma. '' Kata Dafa. Setelah itu dia menyampaikan beberapa kata penutup.
Lalu keluarga pelamar menyampaikan seserahan. Semua tamu takjub melihat benda-benda seserahan. Bagaimana tidak? Satu set perhiasan dengan batu safir biru. sebuah gold card. Selembar sertifikat dan sebuah kunci yang sudah dapat di pastikan mobil honda hrv putih terikat pita dengan cantik di luar adalah pasangannya.
Pembawa acara mempersilahkan kedua calon mempelai untuk bertukar cincin. Tak tanggung tanggung cincin yang kini melingkar di jari manis Celyn
Pembawa acara mempersilahkan keluarga pelamar dan keluarga penerima lamaran untuk saling memperkenalkan diri. Dan penutupan...
Para kerabat dan tetangga dekat menjadi saksi berlangsungnya acara itu.
Setelah acara Khitbah selesai tamu undangan menyantap hidangan yang tersaji. Setelah itu mereka pamit undur diri. Yang tersisa hanya Prayoga sekeluarga, Prayudha dan istrinya dan Pradipta dan istrinya. Mereka tetap di sana untuk menentukan Hari pernikahan.
Mula-mula Darma bersaudara memanggil Dafa dengan sebutan pak kyai tapi Dafa menolak karena merasa belum pantas mendapat sebutan itu '' Maaf pak. Saya merasa masih terlalu rendah untuk sebutan itu. Mohon kalau di luar ruang lingkungan pesantren cukup panggil 'Dafa ' saja. Di pesantren saja saya hanya dipanggil 'ustad'. Bukannya begitu lebih akrab? ''
Dafa tersenyum lalu berkata ''untuk itu saya serahkan pada mereka yang menjalani dan mbak Najwa. Nak Kia bagaimana menurutmu?'' Dafa balik bertanya pada Hizkia.
'' Saya sependapat om...'' jawab Hizkia
'' Celyn sini deket om!'' pintanya pada Celyn. Celyn pun menurut. '' Apa kamu sudah kenal nak Kia? dan siap menikah dengannya? '' imbuhnya.
'' belum sepenuhnya om tapi secara garis besar yang saya tahu dia sabar baik dan tulus. Untuk pernikahan saya sudah mantap setelah melakukan shalat istikharah.'' jawab Celyn.
'' Apa kau sudah beristikharah?" tanya Dafa.
'' Sudah om'' jawab Celyn.
'' Bagus mbak Najwa, Apa embak meridhoi pernikahan mereka?" tanya Dafa pada kakak iparnya.
__ADS_1
" Iya dek, itu pasti '' jawab Najwa.
'' Alhamdulillah. kalau semua sepakat apalagi setelah kedua belah pihak saling mengenal , segera menikah hukumnya sunnah. Jadi menurut pak Prayudha dan pak Prayoga sekeluarga kapan sebaiknya pernikahan akan di langsungkan ?'' Dafa.
'' Apakah satu minggu waktu yang cukup untuk persiapan? bagaimana kak Yumna dan mbak Najwa?" tanya Prayudha.
'' cukup cukup...'' jawab Yumna cepat .
'' Tapi jeng...'' balas Najwa karena persiapan pernikahan bukan hal yang mudah.
'' Jeng Nana tidak usah khawatir, Saya tidak akan tinggal diam...'' timpal Yumna.
'' ha ha ha ha sepertinya di sini yang sudah kebelet kak Yumna. Bahkan kedua calon mempelai belum mengatakan pendapatnya '' kata Pradipta yang mengundang tawa seluruh orang yang ada di ruangan itu.
'' Bagaimana? Apa kalian berdua setuju pernikahan seminggu lagi?" tanya Prayoga pada putranya dan calon menantunya.
'' Besok juga key siap '' jawab Hizkia.
'' Saya tidak keberatan om'' jawab Celyn.
'' Papa ucap Prayoga meralat sebutan Celyn padanya.
'' pa..'' ralat Celyn sambil tersenyum. Baik keputusan sudah di ambil. Seminggu lagi acara ijab qobul.'' ucap Prayudha.
Dan semua yang ada di ruangan itu mengucap hamdallah. Di tengah -tengah kebahagiaan mereka, seorang laki-laki datang ''permisi...''
tbc
jangan lupa tinggalkan jejak ya...
THANK YOU
__ADS_1