Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Terkuak


__ADS_3

Kamera beralih mengarah ke tuan besar Xiao '' helo lyn er...'' sapa tuan besar Xiao.


'' Good nigth papa ...'' sapa Celyn. '' Im arived at 8 oclock and have smooth ride. Say thank you very much for every things until now I can together with my family (Saya sudah sampai pukul 8 tadi. Dan perjalanannya lancar. Saya ucapkan terima kasih banyak atas semuanya hingga saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga)." ucap Celyn. Najwa terkejut mendengar Celyn memanggil majikannya dengan sebutan 'papa' .


''Good.. so how about you'r family (bagus... bagaimana dengan keluargamu)?" tuan besar Xiao.


'' Our family all right." Celyn mengarahkan kameranya ke Najwa dan berkata " my mother healthy and she is very happy when Im come back (ibuku sehat dan beliau sangat senang saya kembali)" tuan besar Xiao tersenyum sambil mengangguk isyarat menyapa. Najwa pun melakukan hal yang sama.


Kemudian kamera di alihkan ke Salwa. " And she is my youngge sister (dan dia adiku)." tuan besar Xiao melakukan hal yang sama seperti tadi.


'' halo sir how are you (halo tuan apa kabar) ?" sapa Salwa.


'' Good girl... Im fine. how grade you study( gadis pintar... saya baik. kamu kelas berapa) ?" tanya tuan besar Xiao.


"I am an eighth grader (saya kelas 8) " Jawab Salwa sambil tersenyum.


'' Oh secondary school (oh SLTP)?" tanya tuanbesar Xiao.


" Yes sir" jawab Salwa dengan riang.


'' You have to study harder. so after you can make our family proud of you. your sister folow our family is 2 years. our family is very like her. She is so kind. I call my doughter. I believe at you so. (belajarlah dengan baik. Nanti bisa bikin keluarga bangga. kakak mu di sini dua tahun. Tapi kami sangat menyukainya. Hatinya sangat baik. Aku menganggapnya anak sendiri. Saya percaya kamu juga baik.)" wejangan tuan besar Xiao.

__ADS_1


Celyn menahan tawa melihat tampang cengo adiknya. Bisa dipastikan adiknya tidak sepenuhnya memahami perkataan tuan besar Xiao. Celyn mengangguk mencoba memberi sinyal Salwa supaya mengiyakan.


'' Yes sir..." jawab Salwa dengan ragu.


'' Lyn er.... remember my messages (ingat pesan bapak ya...)" peringatan tuan besar Xiao.


Awalnya obrolan berjalan baik. Tapi sebelum Celyn menjawab tuan besar Xiao, ada suara yang tanpa disengaja cukup mengacaukan suasana. Siapa lagi kalau bukan Chung Tao yang berkata " Di xi don't be long time you leave my brother. Or not he will become thin again. Or just tell me if you are having plain to marriage allready. (adik ipar jangan terlalu lama meninggalkan saudaraku. Kalau tidak ia bisa kurus lagi. Atau kalian sudah punya rencana untuk menikah... beri tahu aku" ujar Chung Tao.


Deg...


Jantung Celyn seakan berhenti berdetak. Ia tahu umi sama adiknya pasti sedikit banyaknya mengerti bahasa Chung Tao. Dan benar saja keduanya kini tengah menatap Celyn seolah meminta penjelasan. Celyn Ingin sekali mengakhiri panggilan vidio itu tapi ia tahu kalau begitu tidak sopan. Celyn pun hanya tersenyum pada Chung Tao. Bagaimana pun dia tidak bisa menyalahkan kakak dari kekasihnya itu. Karena Chung Tao mengerti mereka pacaran tapi tidak mengerti kendala apa yang mereka hadapi.


Baik Chung Chuan maupun Chung Tao saling melempar canda. Sesekali tuan besar Xiao juga menimpali tapi Celyn hanya menjawab seperlunya saja. Bagaimana tidak, memang tidak ada masalah padat panggilan videonya. Tapi di ruang tengah itu sudah seperti ruang persidangan. Dan dia sebagai tersangka.


'' Lyn er you have traveled far, you tired right ? so go to take rest and sleep (dek Celyn kamu sudah melakukan perjalanan jauh, kamu ca0pek bukan? Maka dari itu pergilah istirahat dan tidur)!" bujuk Chung Chuan pada Celyn.


Celyn pun mengangguk dan tersenyum. "is still ok. don't worry (masih ok jangan Khawatir) ..." jawab Celyn.


'' go... Good night and have nice dream (pergi... selamat malam dan mimpi indah) " perintah mutlak Chung Chuan.


'' Good night to (selamat malam juga) p" jawab Celyn. Dan panggilan vidio terputus. Tapi Celyn tidak langsung ke kamar. Celyn mengerti uminya butuh bicara. Dan Celyn adalah anak yang patuh. Dia tidak pernah membangkang.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Najwa memecah kesunyian " Salwa besok kamu sekolah, pergilah ke kamar untuk belajar , menyiapkan tas sekolah kamu lalu tidur." perintah mutlak Najwa pada putri bungsunya.


Salwa tidak membantah. Dia bangkit lalu menyalami umi dan kakaknya dan berjalan menuju kamar. Dia tahu umi dan kakaknya butuh kesempatan untuk bicara. Karena uminya tidak pernah menegur anaknya di depan orang lain.


Setelah kepergian Salwa, Najwa beralih ke Celyn. " Apamaksud dari pembicaraan kalian tadi nak?" tanya Najwa pada putri sulungnya.


'' Itu seperti yang umi duga" jawab Celyn sambil merunduk.


Deg... meskipun tadi sudah dengar, tapi mendengar pengakuan putrinya hati Najwa seperti di hantam gunung batu. "Apa agama nya nak?" tanya Najwa dengan mulut yang bergetar. Karena dari percakapan tadi dapat di simpulkan kalau mereka non muslim.


Celyn terdiam untuk beberapa saat lalu dengan lirih ia menjawab " non muslim".


Air mata Najwa luruh seketika. Melihat itu Celyn bersimpuh di hadapan uminya. " Maafkan Celyn umi..." ucap Celyn. Najwahanya menangis dengan wajahyang tertutup dengan kedua telapak tangannya. Dia merasa gagal mendidik anaknya.


Untuk beberapa saat yang terdengar hanya isak tangis mereka hanyut dalam penyesalan masing-masing.


'' Maafkan Celyn umi..." Celyn mengulang ucapannya.


'' Umi yang salah nak... selama ini umi memang tidak pernah mengajari kamu bagaimana afab berhubungan dengan lawan jenis. Karena umi belum pernah mendengar putri umi punya hubungan yang special dengan teman laki-laki meskipun umi tidak pernah melarangnya. Dari situ umi yakin kalau kamu pandai menjaga pergaulan. " kata Najwa diselingi isakan. " Ternyata putri umi sekarang sudah dewasa bahkan tidak hanya mengerti apa itu cinta bahkan sudah memiliki kekasih." imbuhnya.


Celyn hanya mendengarkan tidak berani menjawab.

__ADS_1


'' Apa tidak ada tanda-tanda kalau dia mau mualaf karena Allah?" tanya Najwa pada putri sulungnya. Celyn hanya menggeleng sebagai jawaban. " Astaghfirullah... lalu bagaimana dengan nasab anak kalian nanti?... pergilah berwudlu shalat istikharah. " perintah Najwa.


tbc


__ADS_2