
Siang itu Celyn bersama nisa dan Ainun tengah sibuk di ruang tengah untuk mempersiapkan acara ngunduh mantu besok.
Hizkia menghampirinya seraya berkata '' sayang ada paket untukmu. '' sambil menyerahkan kotak kecil pada Celyn.
Celyn menerimanya dan bekata '' makasi ya kak, apa kurirnya udah pergi ?'' di jawab anggukan oleh Hizkia.
'' Jangan terlalu lelah jaga kesehatan '' bujuk Hizkia pada Celyn sambil memijat bahu Celyn.
'' Ehem... hanya Celyn ni... yang nggak boleh capek goda Ainun. Dan semua orang tertawa.
Sebenarnya semua sudah wo yang mengatur, tapi tetap saja ada satu dua hal yang mengharuskan mereka turun tangan sendiri.
Malam harinya Hizkia kedatangan tamu siapa lagi kalo bukan Jeremy yang datang dengan beberapa map. Hizkia membawa Jeremy untuk masuk ke ruang kerja supaya lebih fokus. Sementara Celyn sudah siap dengan lingirie yang di beli semalam. Celyn mengesampingkan rasa malunya. Meskipun pipinya yang memerah tidak dapat menutupi perasaan malu dan gugup yang dia simpan.
Lima menit, sepuluh menit, setengah jam Hizkia belum juga muncul. Hingga satu jam lebih pintu kamarnya baru di ketuk dan terbuka. Celyn segera meraih majalah di atas nakas. Celyn yang mengenakan lingirie, duduk di atas kasur dengan menyandarkan punggungnya di sandaran. satu kaki sedikit ditekuk sedang kaki sebelahnya di luruskan. kaki jenjang yang putih mulus itu terekspos sempurna hingga paha atas. Sedikit gemetar tangannya memegang majalah yang tidak ia perhatikan majalah dalam posisi terbalik.
Melihat pemandangan itu Hizkia tertegun. Hizkia kembali menoleh keluar lalu buru-buru menutup pintu seolah tidak mau berbagi pemandangan indah itu dengan dunia luar. Dia segera meraih sisi selimut yang tidak diduduki Celyn lalu melipat ke arah Celyn sehinggga menutupi kaki Celyn sampai ke perut. Setelah itu Hizkia menggoyang majalah di tangan Celyn dan berkata '' sejak kapan istriku bisa membaca tulisan yang terbalik ?''
Celyn langsung melotot lalu mengerjap beberapa kali ' bodohnya aku kenapa majalahnya terbalik' gerutu Celyn dalam hati dan mukanya benar-benar seperti udangrebus sekarang.
Melihat itu Hizkia semakin gemas ia tahu istrinya tengah malu kuadrat. Hizkia membopong tubuh Celyn làlu direbahkan di atas kasur yang tidak tertutup selimut dan dia berbaring di sampingnya diraihnya selimt untuk membungkus tubuh mereka berdua. Hizkia memeluk erat tubuh Celyn lalu mendaratkan kecupan hangat pada puncak kepala Celyn. '' Tidurlah besok kita akan sibuk sekali '' lalu memejamkan mata.
Celyn tidak membantah kejadian tadi cukup membuatnya malu hingga menatap Hizkia pun rasanya enggan .
__ADS_1
Hizkia memejamkan mata meskipun pikirannya berkecamuk. Ia tau dari raut muka dan kegugupan Celyn, istrinya itu terpaksa memakai lingirie untuk menggodanya kalau kemarin Hizkia pasti akan sulit mengontrol pusakanya yang tidak bisa berbohong. Untung tadi dia sudah minum pil yang di antar Jeremy.
flash back on
Hizkia dan Jeremy memasuki ruang kerja. ''Apa pesananku kau bawakan ?'' tanyanya begitu pintu tertutup.
'' Apa ada masalah kalau memang ada sesuatu yang kau rasakan saya sarankan untuk membiarkan dirimu diperiksa. ada kalanya dokter juga butuh dokter right?'' saran Jeremy.
'' Tidak...(jawaban yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jeremy. Diluar rumah sakit mereka akan kembali ke mode sahabat) aku benar-benar tidak sakit. Aku hanya sesekali menggunakannya untuk menghindari sidia yang meronta-ronta'' jawab Hizkia.
''Don said you didn't get she'' balas Jeremy.
'' Aku hanya akan melakukan itu ketika kami saling mencintai '' jawab Hizkia.
'' Tidak pernah sama sekali, bahkan setiap malam dia selalu menawariku'' jawab Hizkia.
'' Crazy... kau sudah menyia-nyiakannya'' balas Jeremy.
'' Aku hanya tidak ingin dia kecewa dengan menyerahkan mahkotanya padaku sedangkan mungkin pernikahan kami akan goyah ketika orang yang dicintainya mualaf. '' jawab Hizkia.
'' Apa kau memikirkan perasaannya sekarang ?'' tanya Jeremy.
'' Aku lebih tidak tega membayangkan dia akan kecewa '' balas Hizkia
__ADS_1
'' Kau juga menyiksa dirimu sendiri guys'' timpal Jeremy.
'' Kau tahu cinta yang tulus akan membuat diri kita tersiksa hanya dengan satu tetes air matanya '' jawab Hizkia.
'' Up to you'' Jeremy sudah malas mendebat Hizkia. Dia menyodorkan map berisi laporan akhir bulan yang harus di tanda tangani Hizkia.
flash back of
Paginya semua orang bersiap untuk acara unduh mantu. Setelah selamatan, pasangan pengantin di dampingi keluarga dan tetangga bertandang ke mansion Dharma. Jangankan yang lainnya, bahkan Celyn sang mepelai wanita pun ini merupakan pertama kalinya mengunjungi istana kediaman suami dan mertuanya itu. Memasuki kawasan elite itu hampir semua orang takjub memandangi kanan dan kiri jalan. Bangunan-bangunan besar nan megah yang berjarak agak jauh. Mobil berhenti di depan sebuah pagar yang lebih tinggi dari bangunan lainya
Semua mata kecuali Hizkia, Jeremy, Erick dan pak Supri terpana melihat rumah yang lebih tepat di sebut istana di depan mereka. pintu pagar otomatis terbuka membiarkan semua mobil satu per satu memasuki halaman mansion. mobil mengitari air terjun setinggi sekitar 8 meter itu. puluhan orang berseragam berdiri di sisi kiri dan kanan pintu masuk suara gamelan mengirini langkah mereka menapaki halaman tersebut sampai mereka berhadapan dengan orang tua Hizkia. Juru bicara dari pihak mempelai wanita mulai menyampaikan maksud mereka. Lalu ditanggapi juru bicara dari keluarga Hizkia. Di susul Prayoga yang memberi minum tirto wening Celyn dari tangannya langsung besamaan Yumna memberi Hizkia dengan cara yang sama diiringi gamelan dan pembawa acara yang menyampaikan maksud dan tujuan tradisi itu dalam gaya bicaranya yang seperti dalang.
Lalu Prayoga menyampirkan kain sindur pada kedua mempelai. beliau menarik kedua ujungnya dan memimpin langkah kedua mempelai menuju kamar pelaminan. di susul Yumna yang bejalan sambil menyentuh bahu kedua mempelai. Di belakangnya Dafa dan Najwa lalu keluarga dan pengombyong sampai tempat duduk mereka sesuai arahan WO.
Setelah semua duduk dilanjutkan sesi sambutan dari keluarga Dharma yang di lanjutkan dengan pengajian singkat dan hiburan berupa tarian merak dan tarian rama shinta untuk menemani para tamu menikmati hidangan.
Barulah acara paripurna dan tamu mengucapkan selamat kepada mempelai dan orang tua mereka. Dafa mewakili keluarga Chandra pun menyampaikan terimakasih kepada Prayoga dan keluarga besar serta menitipkan Ceponakanya lalu pamit. Setelah itu dia menghampiri Celyn dan sedikit memberi wejangan. Apalagi melihat background Hizkia ia juga berkata '' setelah ini ada tanggungjawab jawab besar yang harus kau perhatikan sebagai salah satu dari nyonya Dharma salah satu yang sangat penting jaga nama baik dan kehormatan keluarga Dharma ''
Celyn yang mengerti tersenyum lalu mengangguk dan berkata ''insyaallah'' lalu menjabat tangan Dafa dan mencium punggung tangannya.
__ADS_1
tbc