
Tidak butuh waktu yang panjang bagi Celyn dan Hizkia untuk mengikuti gladi resik apalagi tadi Hizkia mendapat telfon dari rumah sakit dan harus segera ke rumah sakit. Celyn menolak saat Hizkia mau mengantarnya pulang karena arah rumah sakit dan arah rumah Celyn berlawanan. Tidak mau membiarkan Celyn menaiki kendaraan umum Hizkia menelpon pak supri untuk menjemput Celyn.
Sambil menunggu pak Supri Celyn bertanya sudah sampai mana persiapan untuk acara besok. Dengan ramah wanita itu menjawab ''sudah 90% nona apa nona mau melihatnya, sekalian kalau ada yang tidak berkenan kami bisa merubahnya...''.
Akhirnya Celyn menyetujui usul wanita itu. Mereka berkeliling di area resepsi setelah itu wanita itu ingin menunjukkan dekorasi kamar pengantin meskipun Celyn sempat menolak akhirnya dia setuju setelah wanita itu bilang ' untuk kenyamanan Celyn juga '.
Mereka berdua menuju ke arah lift. Melihat pintu baru saja tertutup wanita itu berjalan cepat untuk memencet tombol senelum lift naik. Celyn tertegun melihat seseorang yang menyender di dinding lift dengan mata yang fokus ke ponsel. Celyn dan wanita tadi masuk ke dalam lift.
Celyn mendengarkan sang WO yang menjelaskan konsep dan susunan acara besok. Tiba-tiba ada sesuatu yang menempel pada jari kelingkingnya. karena terkejut Celyn ingin menghidar sayangnya baru bergerak sedikit laki-laki itu malah meraih keempat jari Celyn dengan erat semakin ingin lepas semakin erat laki-laki itu menggenggam tangan Celyn. Celyn pun berhenti melawan untuk 3detik setelah itu sekuat tenaga ia menarik tangganya. Tangan Celyn memang langsung terlepas, sayangnya karena tenaga selin sangat kuat tangannya malah menhenai pa**at wanita di sebelahnya. Ketiga orang yang berada di dalam lift terperanjàt.
Wanita itu menoleh kebelakang melihat seorang pria tampan di belakangnya ia ingin minta penjelasan. Buru-buru Celyn menghentikannya dan berkata '' Mm.. maaf kak tadi... ada sesuatu merayap di tanganku jadi... aku mengibaskanya dan ternyata terlalu kencang hingga mengenai anda. Sungguh aku tidak sengaja maaf '' Celyn beralasan.
Wanita itu sebenarnya masih penasaran tapi dia harus mengendalikan diri karena tidak mau menyinggung keluarga Darma dengan mempermasalahkan kejadian kali ini dengan Celyn. ''Ow ok tidak apa-apa '' katanya bersamaan pintu lift yang terbuka. Chung Chuan pun seperti tanpa dosa melangkah ke luar. Lift kembali naik.
Ting... notifikasi dari ponsel Celyn.
Chung Chuan 'Are you ok'
Celyn ' Not enough good... Im so embarrassed. Why you like that (tidak cukup baik.... aku sangat malu. Kenapa kamu seperti itu'
Celyn dan WO sampai di kamar yang akan Celyn tempati.
Chung Chuan ' I think you didn't recognize me (ku fikir kamu sudah tidak mengenaliku lagi) or you worry someone know our story (atau kamu khawatir seorang mengetahui tentang kita)? '
Celyn ' Sorry I just dont know how to explain if she got any question (maaf saya hanya tidak tahu bagaimana menjelaskan kalau wanita tadi banyak pertanyaan) '
Chung Chuan ' will my arrival be welcomed (apakah kedatanganku akan mendapat sambutan)?'
Celyn bingung apa yang harus di lakukan dia tidak mau dibilang angkuh menolak Chung Chuan. Tapi meskipun belum syah menjadi nyonya Hizkia Celyn juga tidak bisa mengabaikan statusnya dan menemui mantan pacar meskipun ia sangat ingin melakukannya. ''Sebaiknya aku ijin dulu'' gumam Celyn.
'' Ya nona maaf saya tidak berapa dengar?'' tanya wanita disamping Celyn karena samar-samar mendengar gumaman Celyn.
__ADS_1
'' Tidak ini maaf saya ada kepentingan mendesak sepertinya tidak perlu mengecek kamar. Saya percayakan pada anda sepenuhnya. " ucap Celyn.
'' Begitu ya... baiklah nona bisa pergi . Hati-hati di jalan. Sampai jumpa besok " kata wanita itu.
'' Pemisi..." Celyn undur diri.
'' Silahkan..." jawab wanita itu.
Celyn ' kakak sibuk ?'
Hizkia ' belum masih di jalan '
Celyn ' kak aku mau bilang majikanku dari negara C datang katanya untuk menghadiri acara kita besok dia mengajak makan, menurut kakak bagaimana ?'
Hizkia ' Berapa orang yang datang ?'
Celyn ' aku belum tahu tadi baru berpapasan dengan 1orang.'
Hizkia ' Apa dia mantan pacar kamu?'
Hizkia ' Tidak apa temui dia sebagai tuan rumah dan tamu. usahakan di tempat ramai'.
Celyn ' Bagaimana kalau di restoran hotel ini saja? Apa sebaiknya aku menunggu pak Supri ?'
Hizkia ' Tidak perlu aku percaya padamu'
Celyn ' Terima kasih '
Hizkia ' Yakin mau terima kasih dariku'
Celyn ' Yakin 😃'
__ADS_1
Hizkia ' I love you darling'
Setelah mendapat ijin Celyn ' Now, can you go to restaurant down stair ?'
Chung Chuan ' sure I can'.
Celyn menunggu dengan gelisah. Tepatnya bukan gelisah karena tidak sabar ya tapi gelisah karena saat dia hampir syah bersuami sekarang malah menemui pria lain. tadi Celyn sudah memesan minuman dan disert untuknya dan Chung Chuan. Tak jauh dari sana ada seorang wanita yang mengawasi gerak gerik Celyn.
Tak lama Chung Chuan datang. ''hay...'' sapanya.
Celyn tersenyum. ''Im so sorry about before ''
'' Ist ok titak apa-apa, Apa saya mengganggu waktu kamu?''tanya Chung Chuan.
'' ha ha ha bahasa Indonesia ge ge makin lancar . goo... no for next 30 minit, but after that I have get ceremony at my home'' jawab Celyn.
'' Upacara? bukankah besok siang kalian baru akan menikah?" tanya Chung Chuan.
'' Tidak, nanti siang acara siraman dan seserahan. Besok pagi menikah dan siangnya resepsi seperti wedding party '' jawab Celyn.
'' really? Apa kami boleh ke rumah?"tanya Chung Chuan.
'' Kami?'' tanya Celyn.
'' Ya saya datang bersama papa dan mama. You know kalau mereka besok baru datang sampai pasti lansung ke acala so saya ajak lebih awal supaya bisa istilahat lebih dulu'' jawab Chung Chuan.
'' Bagaimana kalau kita berangkat sekarang supaya ada waktu buat papa mama dan umi bercengkrama aku juga sudah sangat rindu mereka.'' usul Celyn.
Sepuluh menit setelah ditelpon Chung Chuan Tuan besar Xiao dan nyonya Lu datang mereka bergiliran langsung memeluk Celyn dengan haru. Celyn pun tak kuasa menahan ������ air matanya. Ada rasa bersalah karena keputusannya pasti mengecewakan sepasang suami istri yang sudah renta ini.
Entah jelmaan malaikat atau apa mereka tidak marah setelah Celyn mengecewakan mereka. Bahkan dengan senang hati mereka datang jauh-jauh dari negara C untuk menemani Celyn di hari pernikahannya. Setelah beberapa saat mereka memutuskan untuk segera ke rumah Celyn.
__ADS_1
Kedatangannya keluarga Xiao disambut hangat oleh keluarga besar Candra. Merekapun makan siang bersama tak terkecuali pak Supri yang duduk makan lesehan di atas tikar bersama anak-anak. Baik Chung Chuan, nyonya Lu maupun tuan besar Xiao, mereka sudah faham budaya diam saat makan.
tbc