
di negara C...
Celyn sudah di negara C selama sebulan. Dia semakin dekat dengan Yuqi. Tuan besar Xiao dan nyonya lu sangat baik memperlakukan Celyn. Chung Chuan ada kemajuan dalam berat badan bahkan bulan ini berat badanya naik lima kilo. Chung Chuan memiliki tinggi 187cm, pertama kali dia kembali berat badanya hanya 47kg kini berat badanya 52kg. Tapi sikapnya bukan makin baik dengan Celyn melainkan makin menyebalkan seperti dua hari ini.
Kemarin waktu sarapan dia bilang kulit telurnya tajam dan minta Celyn mengupaskan. Hari ini Celyn menyajikan dua butir telur rebus yang sudah di kupas dalam mangkok tertutup dan secangkir susu nestum madu. Tapi diluar dugaan. Chung Chuan tidak mau telur tersebut dan menyuruh Celyn merebuskan lagi. Chung Chuan menunggu telur rebusnya sambil memegang koran. Ya hanya memegang koran karna matanya tak lepas dari Celyn. Jadi tidak bisa dikatakan membaca koran, sedangkan tak pernah ada istilah mendengarkan koran.
Setelah selesai dengan telurnya Celyn menyajikanya di depan Chung Chuan. Karna takut membuat tuanya kesiangan dia bergegas mengupas telur yang masih panas sambil mengibaskan tanganya. Melihat Celyn mengibaskan tangan Chung Chuan segera melempar koranya dan meraih tangan Celyn. ''Kau pikun atau bodoh bukankah telurnya baru saja dimasak? tentunya masih panaskan?'' gerutunya sambil menarik tangan Celilyn ke arah coolchase. Lalu mengambil es batu dan menempelkan di jemari Celyn yang tampak memeah.
Celyn menjadi kikuk mendapat perlakuan manis dari Chung Chuan dan menarik tanganya. Tapi cengkraman tangan Chung Chuan makin erat. '' diam'' katanya. Dan Celyn seperti terhipnotis langsung diam.
Setelah dirasa cukup. ''Apakah masih sakit?'' tanya chung chuan.
'' ya... terimakasih tuan. Sebenarnya tidak perlu dikompres juga nanti sembuh sendiri''
Cung Chuan kembali duduk dikursi. Melihat Celyn yang kembali menggapai telur Chung Chuan segera menahan tanganya. ''Hari ini biar aku sendiri yang mengupas telurnya, mulai besok sajika telur rebus seperti biasa tapi begitu aku mau sarapan tolong kupaskan'' kata Chung Chuan dengan mode kutub.
''Baik tuan'' jawab Celyn dan segera berlalu ''permisi''. Iapun melangkah pergi.
Setelah kepergian Chung Chuan dan kakak kedua tuan besar Xiao dan nyonya lu sarapan Celyn yang di dapur menyapa mereka. ''selamat pagi tuan selamat pagi nyonya '' dengan penuh hormat.
''Pagi celyn'' nyonya Lu
''Pagi, kamu sudah sarapan?'' tuan besar Xiao
''Sebentar lagi tuan'' Celyn
''Jangan lupa sarapan baru sehat dan bisa kerja'' tuan besar Xiao
__ADS_1
Celyn mengangguk dengan senyum. '' maaf tuan, nyonya bisa saya minta bantuan? Saya ingin mengirim surat untuk keluarga saya tapi saya tidak tau bagaimana saya bisa mengirimkanya ''
''oh baik baik nanti saya suruh istri Chung Tau mengirimkanya untukmu . Berikan surat itu padanya'' tuan besar Xiao memberi solusi
'' Celyn sarapan apa yang kau sajikan ke Chung Chuan kau tau bulan ini berat badanya tambah lima kilo. padahal dia dulu pernah minum susu penggemuk tapi yang gemuk hanya perutnya. Sungguh itu jelek sekali'' nyonya lu meringis mengenang waktu itu.
'' Hanya menambah madu dan nestum pada minumanya, nyonya juga saya merebuskan telur ayam kampung.'' jawab Celyn
'' baik baik terus lakukanlah. Layani dia, kasihan sekali anaku itu. Dulu dia tak kurus, tapi selama dia kuliah di Belanda baru mulai kurus. Jadi lebih parah karna begitu lulus langsung ke negara S membantu anak kakak saya yang hampir bangkrut karena kesalahan desain. satu bulan, dia hanya tidur dua jam perhari. Dia itu pandai tau? sekolah saya tidak pernah keluar uang, semua bea siswa. Itu penghargaan di kantor, tujuh puluh persen punya dia. Tapi belajar pandai pun dia tak pandai jaga diri'' Tuan Xiao.
''baik tuan'' Jawab Celyn
''Celyn a... saya punya tiga anaka a... semua laki laki orang china bilang itu bagus. Tapi saya juga mau punya anak perempuan. Bagaimana kalau jangan panggil tuan dan nyonya. Ditempat kamu sana, kalian panggil mamak sama bapak kan?''
'' I...iya nyonya'' Celyn bingung dengan kata kata yonya Lu
''hah''😲😲😲
''hayoo,.. apa hah? kamu tak suka panggil saya mamak? kenapa?''
'' mam... mamak''😳
''👵'' nyonya Lu
'' hahaha'' melihat interaksi Celyn dan istrinya tuan besar xiao tertawa
Menyiapkan makan siang kali ini begitu sibuk. Meskipun biasanya juga sekalian menyiapkan bahan untuk di masa malam. Tapi yang membuat beda malam ini akan ada tamu. Dia adalah investor sekaligus mantan bos tuan besar Xiao tentunya sebelum tuan Xiao sesukses sekarang. Ya, dulu Tuan Xiao terlahir dalam keluarga miskin. Sejak muda bekerja dengan bos tersebut, sambil bekerja dia belajar bisnis pertanian. Sekarang, di usianya yang lanjut dia sudah memiliki puluhan ribu hektar tanah. dan merekrut enam ratus lebih pekerja baik dalam maupun luar negri. Tentunya dengan disokong dana oleh mantan bos. Meskipun durumah hanya ada satu pekerja tapi itu sudah cukup. karena mereka terbiasa melakukan pekerjaan rumah sendiri.
__ADS_1
Malampun tiba. Tamu mulai berdatangan. Debuah mobil mercedes mayback yang pertama memasuki halaman di ikuti tiga mobil mewah lainya. yang bikin Celyn terkejut mereka sama sama bertampang china tapi berkomunikasi pakai bahasa ingris. Kini mereka sudah mengelilingi meja besar muat untuk lima belas orang kecuali dua menantu keluarga Xiao, mereka berdua dan Celyn menghidangkan makanan. Melihat dua body guard yang berdiri di luar pintu, Celyn penasaran orang sepenting apa tamu majikanya ini. Setelah makan mereka duduk di ruang tengah bercengkrama dan minum minum . Dari tempat duduk Chung Chuan menghadap dapur lebih yepatnya tepat di wastafel. Celyn yang tengah sibuk dengan cucian piringnya sering kali menangkap tatapan yang tak biasa dari Chung Chuan. Raut wajah yang biasanya kalah ramah dari patung pancoran ini saat ini selalu tegaris senyum tipis
Pmatapnya hanya sesekali beralih dari wastafel tepanya sosok yang berdiri di sana.
'' A... Celyn. Tolong ambil es batu !'' kakak kedua menghampiri Celyn dan kembali ke ruang tengah.
''baik tuan'' jawab Celyn
kakak kedua yang sudah berbalik hendak pergi berbalik menghadap Celyn lagi ''ge ge. hanya panggil saya 'ge ge' OK''
''hah'' Celyn kembali terkejut tapi menurut'' baik ge ge''
'' good girl'' kakak kedua mengacungkan jempolnya.
Celyn segera mengantar esbatu ke ruang tengah. Dan tuan besar Xiao memanggil Celyn. ''sini sini'' tuan besar Xiao sudah mulai toying.
''Baik tuan'' jawab Celyn
''apa tuan. Kamu bisa panggil istriku mamak kenapa kau panggil saya tuan?''
''Maaf ba pak''
''sini duduk'' dambil menepuk dofa disebelahnya ''tuan Tedy mau bertanya sesuatu''
''ba baik'' jawab Celyn dan dengan canggung duduk bersama mereka.
__ADS_1
tbc