
Hay othor di sini cuman memperingatkan untuk sedia payung sebelum hujan 🙊ups salah... Maksudku sedia tisu sebelum baca ..... Karena othor ngetiknya sambil potong bawang jahat dari kota di india (bombay)
🤗🤗🤗🤗🤗HAPPY READING 🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Aku merasa sangat jahat. Sangat jahat karena keputusan yang aku ambil setelah semua kebaikan mereka. Menghancurkan hati orang yang sangat kita cintai dan sangat mencintai kita adalah hal yang paling sakit dari pada menghadapi pasangan yang selingkuh. Tahu kenapa? karena ketika kita melihat pasangan selingkuh kita bisa lepas melampiaskan kemarahan dan rasa sakit atau dengan mudah mengatakan 'putus'.
Tapi kalau memupus hati orang yang sangat mencintai kita dan sangat kita cintai. Kata 'putus' harus terucap meski hati menolak. Sakit... Tapi lebih sakit membayangkan hati orang yang sangat kita cintai merasakan sakit.
Setelah mengakhiri video aku mengeluarkan sesak yang dari tadi memenuhi dadaku. Aku pun menangis.
Tanpa aku sadari umi masuk ke kamarku. Apa aku tadi tidak menutup pintu? karena umi pasti akan mengetuk pintu dulu. Tidak biasanya dia nyelonong masuk begitu saja meski itu kamar putrinya .
'' Astaghfirullah nak... kenapa kamu menangis ?'' tanya Umi nampak khawatir.
Aku terkejut dengan kedatangan umi. Aku segera mengusap kedua pipinku yang sudah basah karena air mata. " Eh umi... tidak ada masalah Celyn cuma teringat dengan kebaikan keluarga majikan Celyn dulu. Makanya Celyn ngerasa sedih banget karena mereka pasti kecewa pada pilihan Celyn " Kataku karena lebih kurangnya memang begitu.
'' Berarti ini kesempatan buat kamu untuk meminta maaf. Di bawah ada tamu yang mengaku majikan kamu Namanya umi lupa '' kata umi.
''Hah... majikan? '' aku hampir tidak percaya. Pasalnya selama aku kerja di kota A maupun di negara C aku tidak pernah memberi tahu alamatku di kota J. Bagaimana ada orang datang dan mengaku sebagai majikan?
Aku beranjak dari kasurku namun sebelum melangkah umi kembali berucap '' Apa kamu menyesal telah berpisah dengan pria china itu dan menerima lamaran dari pria lain nak?"
__ADS_1
Seketika kalimat itu mampu menghentikan langkahku. ''Tidak ada penyesalan umi. Celyn hanya merasa bersalah pada mereka khususnya Chuan ge ge. Tapi Celyn baru saja mengirim vidio untuk keluarga Xiao. Celyn hanya bisa mengharap maaf dari mereka. ''
''Kamu benar-benar putri umi yang shalekhah. Selesaikan masalahmu hari ini juga nak. Jangan sampai mempengaruhi hubunganmu dengan keluarga Darma '' kata umi .
Aku pun mengangguk lalu keluar dari kamar. Masih dengan tanda tanya aku berjalan gontai. Sampai di anak tangga teratas aku melihat sosok tak asing duduk di sofa bawah membelakangiku. Aku sempat terhuyung karena tiba-tiba kakiku lemas. Jangan tanya tentang perasaanku. Karena aku bingung mau jawab apa. Bayangkan saja senang melihat orang yang sangat kita rindukan sekaligus sedih karna harus menjaga sikap untuk menolaknya. takut melihat wajahnya karena melihatnya sedih hati kita akan sakit tapi harus tegar dan menunjukkan sikap tegas untuk mengakhiri kisah cinta yang penuh kebahagiaan. Ingin segera berlari dan memeluk erat dirinya tapi sadar yang terkasih hanyalah mantan dan ada orang lain yang lebih berhak atas itu.
Akupun menghapus air mata di pipiku sambil terus melafalkan istighfar. Setelah agak tenang aku mengambil nafas dalam-dalam lalu mengeĺuarkan. Aku meyakinkan diriku ada akhir yang lebih baik baru turun kebawah.
Sepertinya dia menyadari kedatanganku dia menoleh dan melihat aku yang mendekat dia pun bangkit dan berdiri. Senyum manis pun ia keluarkan. Namun aku menghindari menatap senyumannya karena sungguh... siapapun akan luluh melihat Xiao Chung Chuan yang tersenyum manis.
Dengan berlagak tegar juga ramah aku tersenyum paksa. '' A privilege for me my employer is willing to visit my house. I say welcome. ( Suatu kehormatan bagi saya karena majikan saya sudi bertamu kerumah saya. saya ucapkan selamat datang. )'' kataku setenang mungkin.
'' Please sit down... I will prepare the drinks. What do you want to drink?( silahkan duduk... Aku akan mengambil minuman. kamu mau minum apa?) '' kataku.
'' Saya titak butuh minum, Saya hanya inin tengal langsung kata-kata yang kamu ucapkan waktu itu.'' kata Chuan ge yang cukup membuat aku terperangah.
Aku mematung untuk sesaat. Aku memastikan kalau aku tidak salah dengar. hatiku bergetar... niatnya yang mana yang bisa aku dustakan. Bahkan sampai mempelajari bahasa Indonesia ?
'' look at me... you sure to break our relationship?( lihat aku... kamu yakin memutuskan hubungan kita?)'' tanyanya.
Aku kembali mengatur emosiku lalu berbalik melihat pria mengenakan inner hitam dan jaket merah yang nampak begitu kontras dengan kulitnya yang putih
__ADS_1
Matanya berkaca-kaca. Pemandangan yang hampir meluruhkan benteng pertahananku. Aku tidak ikhlas air mata memenuhi matanya yang indah. Tanpa sadar aku pun ikut meneteskan air mata.
'' Itu titak betul bukan? Atas tasal apa ? '' tanyanya lagi '' kenapa tiam? siapa yang memaksa?'' imbuhnya.
'' Tidak..'' jawabku sambil menggeleng. '' Tidak ada yang memaksa. Tidak ada yang mempengaruhiku. Murni pilihanku. Maaf seharusnya dari awal aku tidak memberi Chuan ge harapan... Aku memupuk cinta di hati Chuan ge itu adalah kesalahan terbesar saya. Im so sorry '' kataku
'' No.... Saya tao kamu tipu. Saya tao kamu sangat cinta saya. Lyn er... '' dia berusaha meraih tanganku.
Aku menghindarkan tanganku sambil memberi isyarat gelengan kepala supaya dia tidak melanjutkan aksinya.
'' Alasannya sudah ku katakan. '' balasku.
'' Bagaimana kalau saya change my religion ?'' tanyanya yang membuat aku terkejut.
'' Allah just accept who one worship because sincere love and believe to Allah and there is no god to worship but Allah ( Allah hanya menerima manusia yang menyembah karena tulus mencintai- Nya dan percaya pada -Nya. Dan tidak ada tuhan yang di sembah selain Allah) " kata ku. Tiba-tiba aku mendapatkan energiku kembali. ''You know, God already prepared someone to acompany you to enjoy true love. So just get up and find her dont drowning in adversity (kau tahu, Tuhan telah mempersiapkan seseorang untuk menemani kamu untuk menikmati cinta sejati. Jadi bangkit dan temukan dia , jangan tenggelam dalam keterpurukan ) '' bujuku dengan suara yang melembut. Namun di luar ekspektasiku.
Dia menggeleng dan tiba-tiba memeluku dengan erat dan bergumam '' Dont leave me''. isak tangisnya membuatku pilu. Aku hanya mematung. Tidak mampu menghindar karena dari hati ku paling dalam aku ingin membalas pelukannya dan menghapus kesedihannya. Aku tidak berani memeluknya karena statusku saat ini. Aku pun ikut menangis dà lam diam.
tbc
__ADS_1