
Merasakan Celyn tidak melakukan penolakan Chung Chuan memperdalam kecupanya menjafi ciuman. Chung Chuan melahap habis bibir kenyal Celyn meski tidak mendapatkan tanggapan tapi setidaknya tidak ada penolakan.
Celyn menikmati setiap hisapan tapi dia sadar rasa nikmat itu bisa menuntut yang lebih. Celyn mendorong dada Chung Chuan. Menadapatkan dorongan Chung Chuan mengakhiri aktivitasnya. Mereka ter engah-engah dengan dahi yang saling menempel. ''I love you'' kata Chung Chuan. '' Will you love me?'' tanyanya kembali yang dijawab anggukan oleh Celyn.
Begitu senangnya perasaan Chung Chuan, ia tersenyum lalu memajukan kembali wajahnya untuk mencium Celyn. Namun Celyn segera meletakan kedua jarinya di bibir Chung Chuan sambil menggelengkan kepala. Celyn takut ***** akan memperbudak mereka. Benar saja ketika Celyn bergerak mau turun dari pangkuan Chung Chuan ada sesuatu di bawah sana yang menyembul dan mengeras. Wajah keduanya memerah.
''Ge ge pekerjaanku hari ini banyak sebaiknya aku pergi dulu.'' Celyn segera berlari keluar sambil menunduk. Chung Chuan tersenyum melihat tingkah Celyn. Benar-benar gadis polos batin Chung Chuan.
Celyn kembali sibuk membantu Tang Hui memasak makan malam. Setelah selesai membersihkan dapur ia Shalat maghrib. Lalu menuju kamarnya untuk menyetrika. Di depan kamar ia sempat heran pasalnya Celyn hanya menutup pintu kamar ketika ia tidur tapi kenapa pintu kamarnya kini tertutup. Begitu memasuki kamar ia terkejut melihat seseorang tengah rebahan di atas tempat tidurnya.
" Kamu dari mana saja, aku sudah satu jam menunggumu di sini." katanya manja. Celyn menaikan alisnya merasa heran, benarkah orang ini yang bertemu denganya tadi sore? Apa dia berkepribadian ganda? atau saudara kembar tuan beruang kutub? batin Celyn. Melihat Celyn yang hanya berdiri di pintu Cung Chuan menoleh dan berkata "masuklah aku janji tidak akan mengganggumu kamu bisa kerjakan pekerjaanmu" .
Celyn masuk tapi tidak menutup pintunya. Celyn percaya dengan kata-kata Chung Chuan. Selama ini Chung Chuan selalu menepati kata-katanya. Celyn pun mulai menyetrika baju. Chung Chuan hanya diam di atas kasur sambil menatap Celyn . Lama-lama Celyn yang merasa risih tidak tahan dan berkata "ge ge bisakah tidak menatapku seperti itu?"
"Aku tidak mengganggumu hanya menatapmu" kilah Chung Chuan.
"ge ge memang tidak menggangguku, tapi dengan cara menatap seperti itu membuatku risih dan aku merasa terganggu dengan sendirinya." protes Celyn.
Chung Chuan bangkit lalu duduk bersila di atas kasur. "Apa kau lebih suka bila orang lain yang menatapmu" balas Chung Chuan dengan wajah sendu. Celyn hanya geleng kepala melihat sikap Chung Chuan yang sangat tak biasa ini. Apalagi dengan mulut yang cemberut persis seperti anak kecil yang merajuk.
Akhirnya Celyn mematikan saklar setrika dan duduk di depan Chung Chuan dengan kaki terjulur di lantai. "Sebenarnya apakah ada yang ingin ge ge sampaikan?" tanya Celyn.
Chung Chuan melihat Celyn duduk, ia kembali berbaring. Tapi kali ini ia menjadikan paha Celyn sebagai bantalan. "Tadi kejadian di gudang begitu singkat aku berfikir, apakah benar kamu mau jadi kekasihku atau hanya halusinasi karena terlalu berharap?"
__ADS_1
wajah Celyn memerah mengingat kejadian di gudang. Chung Chuan tersenyum melihat wajah malu-malu Celyn lalu menjulurkan tanganya ke atas mengelus pipi Celyn. " Kenapa malu? Apakah itu ciuman pertamamu?" tanya chung Chuan yang dijawab anggukan oleh Celyn. Senyum Chung Chuan semakin berkembang. Jarinya beralih ke bibir Celyn "ini hanya akan menjadi miliku selamanya". sambil mengusap bibir Celyn. "Jadi bersediakah kau menjadi yang terkasih untuku selamanya?"
Celyn tersenyum dan memnjawab "jujur aku pun berharap bersamamulah masa depanku. Tapi satu hal yang tak bisa aku hindari, takdir... aku hanya bisa berharap dan berdoa. Tapi aku yakin sebesar apapun cinta yang aku miliki. lebih besar cinta Allahku padaku dan Ia tau yang terbaik untuku. Aku akan berdoa semoga Allah mengijinkan kita bersama entah bagaimanapun prosesnya.''
"Akan kita lalui prosesnya bersama" Chung Chuan mengecup tangan Celyn. Senyum Celyn menyetujui ucapan Chung chuan.
"Sudahlah aku ingin melanjutkan pekerjaanku kalau ge ge masih ingin disini biarkan aku tetap fokus." Celyn mengangkat kepala Chung Chuan. dan beranjak.
Celyn menyetrika dan Chung Chuan masih tetap disana bermain gawai. Tak berselang lama Yuri muncul sebenarnya tujuan Yuri kamar Chung Chuan tapi karena melihat Chung Chuan di kamar Celyn ia mengetok pintu kamar Celyn yang terbuka dan berkata " paman ketiga, kakek memanggilmu untuk makan!".
"o" hanya itu jawaban Chung Chuan lalu berdiri dan menoleh Celyn "ayo makan dulu itu dilanjutkan nanti!"
" Chuan ge ge dan yang lain makan dulu saya nanti sekalian mau cuci piring. Terimakasih" jawab Celyn.
"Baiklah kalau begitu" balas Chung Chuan lalu keluar kamar. Yuri tetap di pintu menanti kepergian Chung Chuan. Setelah pamanya tak terlihat ia masuk kamar Celyn dan berdiri sok imut di depan Celyn.
Mata yuri tiba-tiba berkedip-kedip seperti lampu sein dan berkata ''bibi ketiga ayou makaaaaaannnnn'' lalu lari keluar kamar.
Celyn di buatnya terkejut dan geleng kepala. ''Yuri Yuri... '' gumamnya. Setelah selesai menyetrika Celyn turun untuk makan dan cuci piring hampir pukul sepuluh pekerjaanya baru selesai. Meskipun capek ia masih menyempatkan diri shalat isya di gudang. Meski di gudang tapi Chung Chuan menyiapkan tempat yang pantas dan melarang semua pekerja kecuali Celyn menjamah terpat itu.
Memasuki rumah ia tak lupa mengunci pintu...
ceklek
__ADS_1
ceklek
Besamaan Celyn yang tengah mengunci pintu. Pintu ruang kerja pun terbuka. Chung Chuan dan tuan besar Xiao muncul dari balik pintu.
''Selamat malam bapak.... selamat malam Chuan ge ge''. Chung Chuan hanya mengangguk.
''Malam, belum tidur kah.... sudah pukul 10 lebih?'' balas tuan besar Xiao.
''Ini sudah mau tidur bapak'' jawab Celyn.
''Istirahatlah besok pagi a... ikut Chuan ke ladang beberapa hari ke depan akan menyusahkanmu'' ujar beliau.
Celyn terkejut tapi tetap mengangguk dan berkata ''baik saya mengerti bapak''.
Mereka berjalan beriringan. Tuan besar Xiao mulai menapaki anak tangga ketika Celyn akan mengikutinya tangan Celyn ditarik mundur oleh Cung Cuan. '' Sebentar ambilkan aku air putih hangat. Celyn pun menurut. Saat Celyn tengah menampung air dari keran filter, Chung Chuan memeluk Celyn dari belakang. Celyn terkejut lalu protes ''ge ge jangan begitu nanti ada yang melihat''.
'' Sebentar saja.'' bujuk Chung Chuan.
''Tapi gelasnya sudah penuh, minumlah!''
'' ha ha ha minumlah dulu seteguk baru aku akan melepaskanmu''
tbc
__ADS_1
Ikh si beruang kutub utara mah dah jadi bucin abiz. Nggak bisa lepas dari Celyn. Gimana nih kan mereka beda agama?
ayo donk vote like dan koment supaya otor semangat update nya