Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Hizkia pov.


__ADS_3

Hizkia pov...


Saat papa dan keluarga besar berpamitan setelah shalat berjamaah, Om Dafa memintaku tinggal sebentar. Beliau membawaku ke ruang kerja. Aku melihat om Dafa menghela nafas panjang.


"Mohon maaf om kenapa sepertinya ada sesuatu yang mengganjal?'' tanyaku kepo.


Beliau menoleh ke arahku dan tersenyum ''apa kalian sudah lama saling kenal?''


''Lama buat saya tapi tidak buat dia. Saya adalah dokter yang menangani almarhum abi. Tapi Celyn tidak pernah menganggap pertemuan pertama kami dia baru-baru saja menganggap keberadaanku.'' jawabku apa adanya.


''Nak Kia aku merasa malu. Tiap tahun aku bertemu mereka setiap idul fitri tapi aku sama sekali tidak peka sampai tidak menyadari penderitaan keluarga kakaku. Aku baru dengar tadi sebelum acara dimulai tentang kemalangan yang menimpa keluarga kakaku. Betapa menderitanya mereka beberapa tahun terakhir. Pantas saja dua tahun terakhir setiap aku menanyakan Celyn , kak Najwa menjawab 'Celyn tidak bisa ambil Cuti'. '' katanya lalu menghela nafas dalam.


'' Itu sudah berlalu om. Sekarang mereka sudah baik-baik saja. Aku pun selama 5 tahun kehilangan jejak mereka. Sampai 2 tahun lalu secara tidak sengaja aku bertemu dengan Salwa dan Umi. Sayangnya waktu itu Celyn sudah keburu ke luar negeri '' jelasku.


'' Om titip keponakan om nak, tolong jaga dia. Berikan kebahagiaan yang mampu menghapus kenangan getirnya. Didik dan bimbing dia supaya tetap teguh beragama. Jadilah imam yang baik untuk Celyn baik dalam kekeluargaan maupun beribadah. Om percayakan Celyn padamu.'' katanya.


'' Om tidak usah khawatir. Menantinya selama 7 tahun cukup menjadi pelajaran untuk menjaganya dengan baik'' jawabku.


Terdengar ketukan pintu dari luar. Om Dafa mempersilahkan masuk. Ternyata itu istrinya saya lupa namanya. '' bi jadi cari oleh-oleh tidak ?'' tanyanya


'' Oh iya sampai lupa. Nak Kia maafkan om harus nemenin istri om yang paling cantik ini buat nyari pesenan anak-anak....'' kata om Dafa merasa tidak enak


'' Oh silahkan om. Saya juga mau pulang dulu....'' jawabku.

__ADS_1


Aku berjalan melewati ruang tengah dan ruang tamu tapi tidak kutemukan siapapun. Samar-samar terdengar percakapan dari luar rumah. Benar saja, Umi dan Salwa di halaman depan.


'' Umi Key pulang dulu ya...'' Aku berpamitan.


'' Eh... iya nak hati-hati..." jawabnya.


'' Assalamualaikum...'' ucapku sambil cium tangannya.


'' Waalaikumsalam '' balasannya.


'' Salwa kakak pulang dulu. Kakak sarankan untuk pindah sekolah saja... umi juga bisa kelola minimarketnya bukan?" kataku saat Salwa menyalimi aku. Sementara umi kembali dengan kesibukannya entah kemana. Dan dia hanya tersenyum. '' kakakmu dimana?" tanyaku karena aku belum berpamitan dengan calon istriku itu.


'' Bukannya di sini ya?'' dia malah balik bertanya.


'' Oh di kamarnya kamar sebelah balkon yang pintunya hijau tosca'' jelas Salwa.


'' terimakasih '' ucapku sambil mengotori pipinya dengan tanah basah menggunakan jari telunjuk lalu masuk ke rumah itu lagi tanpa mempedulikan ocehan Salwa.


Di lantai atas aku celingukan mencari kamar yang sesuai petunjuk Salwa. Aku tersenyum ketika menemukannya. Jantungku berdetak luar biasa ketika berfikir akan berhadapan dengannya. Aku sadari semakin hari perasaan ini semakin kuat. Aku pernah berpacaran, tapi perasaan seperti ini baru kali ini aku rasakan.


Aku melihat daun pintu yang terbuka sedikit, tapi aku masih menjaga sopan santunku tidak akan masuk sebelum mendapat ijin. Tanganku yang hendak mengetuk pintu terhenti ketika aku mendengar ucapan Celyn. Aku pun penasaran dan nekat mengintip. Aku dapat melihat kalau dia tengah membuat vidio. Tapi apa yang dia katakan membuku tercekat.


'' Papa, mama and all Xiao's family.... Nìmen hao ma? Im here to get forgive of you are. And I hope after all happen between me and Chuan ge, doesnt changes our relation. Yes, I have break of my relationship whit Chuan ge at last week. Because too not good build a relationship different religion. I know is unfair for him. Is my fault. Im so sorry because, all your kindness I reply with disappointment. Regardless of it all, I ask for blessing. If next week, without coercion and no pressure will get married whit moslem man. This is my choice whithout anyone's influence. I know my attitude is too much. So forgive me '' katanya dalam video singkat itu.

__ADS_1


' Relationship whit Chuan ge?'


' between me and Chuan ge?'


'Break at last week?'


'Apa ini?'


' ada hal sebesar ini yang tidak aku kerahui?'


Semua seperti petir di tengah teriknya matahari. Sungguh sulit dipercaya. Dan kenapa Celyn menangis tersedu setelah membuat vidio itu? Apa dia menyesali semua yang terjadi? Apakah itu termasuk hubungan kami?


Saat aku tengah serius berfikir aku mendengar suara langkah kaki mendekat. Spontan aku bersembunyi di balik meja. Ternyata itu umi . Aku diam-diam hendak melangkah. Tapi obrolan mereka mencuri perhatianku. Aku penasaran dengan orang di bawah. pasti orang yang menganggap Celyn special sampai jauh-jauh datang ke kota J. Karena setahuku Celyn tidak pernah bekerja di kota J.


Aku turun mendahului Celyn. Aku keluar dari pintu belakang melewati halaman samping. Dan bersembunyi di dekat jendela yang terbuka. Aku yakin dari sini aku bisa mendengar obrolan mereka.


cukup lama aku menunggu akhirnya aku mendengar Celyn menyapa dengan santun. Awalnya aku lega, karena ucapan Celyn meyakinkan aku kalau hubungan mereka hanya majikan dan pekerja. Sayangnya obrolan selanjutnya membuat hatiku hancur. Aku yang 2 jam lalu serasa sedang berada di puncak-puncaknya kini jatuh ke dalam jurang tanpa dasar. Jangan salahkan lelaki menangis...


Siapa yang tidak sakit menghadapi kenyataan seperti ini? Aku menantinya selama 7 tahun bukan hal yang mudah. Begitu aku mendapatkannya aku hanya mendapatkan fisiknya bukan dengan hatinya.


Tunggu... apa aku pembinor? Tidak.... tidak... Mereka putus sudah seminggu bukan dan kami jadian baru tiga hari lalu. Kalau begitu apa Celyn hanya menganggap aku sebagai pelarian saja. Dan kenapa dia dengan mudah menerima lamaranku? Bukan karena uang bukan buktinya. Dia tidak begitu memperhatikan isi hantaran. Apa umi memaksanya?


Semuanya benar-benar diluar ekspektasiku. Lalu bagaimana aku harus menyikapinya. Masalahnya aku tidak bisa melihat ekspresi mereka atau keberadaanku akan diketahui oleh mereka. Aku tidak bisa menganggap ini seperti di ftv yang meski separuh badannya terlihat mereka akan pura-pura tidak lihat. Tunggu aku bisa coba bicara dengan pria itu.

__ADS_1


tbc


__ADS_2