Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Memilikimu Sebagai Seorang Pria


__ADS_3

notice: Xiao Sen Tong sepupu dari Xiao Chung Chuan menikah dengan gadis uighur. Setelah menikah menetap di negara S.


🤗🤗🤗🤗🤗happy reading🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


'' Aku akui bahkan dulu persaanku pada Mey Lee tidak sampai seperti ini.'' kata Chung Chuan sambil menunduk.


''Sepertinya kamu akan mengikuti langkah Sen Tong, kenapa kamu tidak mencoba meminta pendapatnya?'' Chung Tao menyarankan. '' Tapi aku rasa untuk 3 bab pertama itu tak terlalu sulit. Masalah ras itu bukan masalah penting. Kebudayaan bukanya kalian bisa beradaptasi? perbedaan agama kalian bisa menikah di Canada, Inggris atau Singapura. Tapi tentang satu bab terakhir itu tergantung sikapmu padanya. Tapi diantara itu semua ada yang lebih berat, restu keluarga.'' kata Chung Tau sambil menekan kata 'restu keluarga'.


''huft... Aku harus menyatakan perasaanku karena dia terlalu polos. Dia benar-benar tidak bisa memahami sikapku padanya.'' Chung Chuan


''Taklukan dia dulu...'' Chung Tao


Setelah bertukar pikiran Chung Chuan ke kamarnya saat di depan pintu ia berhenti dan berbalik menatap pintu kamar Celyn. Tanganya terulur dan menempel pada daun pintu. Lalu ia memejamkan matanya seolah-olah dengan begitu bisa menyalurkan rasa rindunya.


Pelan tapi pasti tanganya menurun dan memegang handle pintu.


cklek....


''hah..'' Cung Chuan membuka matanya terkejut karna pintu itu terbuka. ''kenapa betul-betul tidak waspada tidur tanpa mengunci pintu?'' ''apa dia sedang tidak di kamar?'' Karena penasaran ia melongok ke dalam. Ia melihat Celyn tertidur pulas. Sebuah rasa rindu yang besar mendorongya untuk masuk dan melihat Celyn sekilas. Namun apalah daya ketika memandang wajah Celyn dia terlalu terpesona hingga sayang untuk meninggalkanya. Ia tak berani menyentuhnya, Chung Chuan sadar Celyn sangat menjaga diri. Dia hanya mampu memandang. Tanpa terasa matanya sulit dikondisikikan dan tertidur tepat di depan Celyn.

__ADS_1


flash back of


''****... apa Celyn marah?'' dia pun bangkit lalu keluar untuk mencari keberadaan Celyn Tapi tak ia temukan di berbagai sudut rumah. ''Apa dia benar-benar marah lalu kabur? oh iya ini waktu ibadahnya'' gumam Chung Chuan. Dengan langkah gontai ia keluar untuk mencari Celyn di gudang. Awalnya ia terkejut melihat Celyn yang terbungkus kain sepertinya sprei. Baru saja mendaratkan pan***nya ia melihat Celyn menanggalkan kain itu.


Celyn terkejut melihat sosok yang tadi ada di kamarnya sekarang sudah duduk di tumpukan karung, apakah dia hantu kenapa dia ada di mana mana? batin Celyn. Melihat Celyn yang hanya diam mematung Chung Chuan beriinisiatif menghampiri. ''Celyn... aku ingin menjelakan'' kata Chung Chuan sambil mendekat. Tapi melihat Celyn melangkah mundur seiring langkah majunya akhìrnya ia berhenti. Chung Çhuan menyadari sikap waspada Celyn.


''Ok aku tidak akan mendekat tapi dengarkan aku. Percayalah aku tidak punya niat buruk. Percayalah.... '' melihat Celyn masih mempertahankan sikap waspadanya, Cung Chuan sadar kali ini perbuatanya sudah keterlaluan. Tapi sesaat setelahnya ia tersenyum. ''Kali aku yakin dengan pilihan hatiku'' Chung Chuan kembali duduk di atas karung tadi. '' Celyn... pertama kali aku kembali, pertama kali pula aku melihatmu aku merasa ada sesuatu darimu yang membuatku tertarik untuk mengenalmu.


Waktu sarapan aku sengaja menyuruhmu mengupas telur supaya aq bisa dekat denganmu. Beberapa hari terakhir ini aku benar-benar tersiksa. Aku merindukanmu, tapi aku tidak bisa menghubungimu apa lagi bertemu. Semalam pukul sebelas malam pekerjaanku baru selesai. Tapi aku memutuskan untuk pulang malam ini juga meskipun sampai rumah sudah lewat tengah malam. Demi apa coba? demi dirimu. Semalam sebelum masuk kamarku aku berniat cuci kaki dan tangan. Tapi tepat di depan kamar aku tetpeleset karna takut jatuh aku berpegangan ganggang pintu. Siapa yang mengira pintu itu terbuka. Sebenarnya aku takut kalau masuk akan mengganggu privasimu. Tapi apa boleh buat, rasa rinduku lebih besar dari rasa takutku.


Jangan khawatir! Aku berani bersumpah semalam aku tidak menyentuhmu barang seujung kuku pun. Aku hanya melepas rindu dengan menatap wajahmu. Tanpa aku sadari aku tertidur di lantai. Aku memang merasa sangat lelah. Maafkan aku... Aku tidak memaksamu membalas perasaanku. Tapi beri aku kesempatan untuk menggapai hatimu.'' melihat Celyn yang menunduk Chung Chuan memahami apa yang dirasakan Celyn.


Celyn masih membisu tapi ia mulai mengerti kondisi Cung Chuan. melihat ketulusan dari mata Chung Chuan amarahnya pada Chung Chuan sudah menguap. Chung Chuan sudah merendahkan diri sampai titik ini. Menurut Celyn ini juga musibah bagi Chung Chuan. Bagaimana tidak memiliki wajah yang tampan, harta yang melimpah, otak yang jenius bahkan keluarga yang disegani jatuh cinta pada pembantunya. Tapi memang begitulah cinta. Bisa tumbuh untuk orang yang kita benci. bisa tumbuh untuk orang yang seharusnya kita benci. Chung Chuan mendekati Celyn, kini mereka duduk berhadapan di atas dipan kecil yang disediakan Chung Chuan untuk Celyn shalat. Mata mereka saling bertatapan.


''Maukah memberi aku kesempatan untuk menyatukan segala perbedaan kita?''. Chung chuan merasa kecewa melihat mata Celyn yang sangat jelas penuh keraguan.


''Chuan ge ge...''


'' Aku tidak sedang memintamu menjadi kekasihku, aku hanya meminta kesempatan untuku berusaha meluluhkan hatimu'' Chung Chuan berusaha meyakinkan Celyn. Lalu Celyn mengangguk.

__ADS_1


Sebenarnya Chung chuan ingin memeluk erat Celyn tapi semakin kesini ia tau itu akan membuat Celyn semakin menjauh. Jadi dia hanya mengulurkan tanganya mengusap kepala Celyn.


''Makasih... ayo mau kembali ke rumah kan? kalau bisa percepat kerjaanmu aku akan membawamu ke suatu tempat'' ujar Chung Chuan lalu menggandeng tangan Celyn. Rutinitas berjalan seperti biasa bagi Celyn. Dia membuatkan sarapan untuk seisi rumah kecuali Chung Chuan. Tadi pagi Chung Chuan berpesan supaya Celyn tidak perlu membuatkan sarapan. Katanya ingin melanjutkan tidur lagi untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah.


Jam menunjukan pukul satu siang Chung Chuan baru bangun. Dia sudah rapi dengan stelan kasual. ''Celyn apa kamu sudah makan?''


''Sudah Chuan ge ge'' jawab Celyn.


''Kalau sudah, bersiaplah aku akan mengajakmu ke suatu tempat'' titahnya.


''Baik tunggu sebentar'' Chung Chuan mengerynyitkan alisnya mendengar kata-kata Celyn yang masih formal seperti tidak pernah terjadi apa-apa.


Setelah Celyn naik Yuri keluar dari dapur. Chung Chuan baru mengerti gaya bicara Celyn seperti itu karna tadi dia di dapur dengan Yuri. '' Paman ketiga selamat siang.''


''Pandai. Siang Yuri''


''Kalian mau kemana? Kenapa mommy bilang dua hari ke depan kakak Celyn tidak bisa membantu kami?'' Yuri


tbc

__ADS_1


__ADS_2