
''Benar juga apa yang om bilang. Tapi om, orang yang sudah mau mebinggal apa masih juga mau berbohong? Rata rata mereka akan meratapi kesalahanya dan coba meminta maaf. Ketika itu Diky Chandra adalah pasienku. dan aku menyaksikan sendiri saat dia meregang nyawa. satu pesan yang ingin dia sampaikan bahwa dia bersih. Dia takut dosa korupsi'' Hizkia.
''huft.... Baiklah kalau ada sesuatu nanti om kabari.'' dan setelah berbincang akhirnya Hizkia undur diri.
🔜🔜🔜🔜🔜
Setelah beberapa tahun gedung pencakar langit yang pernah memakan korban ini hampir selesai tinggal finishing saja. Prayuda yang diikuti Aswin tiba di parkiran gedung itu. Mereka akan menemani pemilik gedung memantau kesiapan gedung tersebut. Setelah selesai Aswin meminta ijin untuk ke toilet sebelum pulang ke perusahaan. Hari ini perutnya bermasalah tapi karna jadwal si boss padat dia tidak berani meminta ijin cuti.
ketika dudah selesai samar samar dia mendengar beberapa orang datang. Tanpa sengaja dompet di saku belakangnya terjatuh ke lantai. Terpaksa dia hasrus bertahan sedikit lebih lama di dalam toilet untuk mengelap dompetnya.
''Tapi thank you benar brow, atas idemu kita bisa menyingkirkan si sialan Diky Chandra itu'' orang pertama.
Alis Aswin mengkerut mendengar suara itu dia mengurungkan niatnya untuk keluar dan memanjat toilet.
'' Kita beruntung dia bukan hanya tersingkir dari perusahaan. tapi bahkan tersingkir dari kehidupan.'' orang kedua. lalu mereka berdua tertawa.
''Aku sempat takut kalau Diky menyadari jebakan kita terus dia cari cara buat ngebuktiin kebenaranya. Bagaimanapun dia orangnya cerdik'' orang kedua.
'' sudahlah jangan dipikirkan. Yang penting kita sekarang jauh lebih sukses. Siapa yang akan mengira dengan mensabotase laporan dan membayar beberapa orang untuk berkomplot, kita bukan hanya meraup uang milyaran tapi juga bisa naik jabatan. Dan yang lebih penting, Diky sialan itu sudah mati. Aku benci sekali dengan sifat sok sucinya. Kedepanya jalan kita untuk meraup uang lebih leluasa'' orang pertama.
Aswin menggenggam erat hp yang saat ini ia gunakan untuk merekam dua orang yang tengah asik mengobrol sambil ke**ing. (hayo readers jangan ngeres ya itu bambang Aswin ngambil vidionya dari belakang dua orang serakah itu ya. jadi tidak akan kelihatan ****** kakak tuanya) Setelah selesai dengan hajat mereka. Kedua orang itu berbalik ke arah wastavel untuk cuci tangan lalu keluar. Masih dengan asiknya mengobrol tanpa mereka sadari sebuah kamera kecil merekam aksi mereka. Sekeluarnya mereka Aswin tidak langsung keluar tapi menunggu beberapa saat baru keluar.
__ADS_1
di lobi...
Melihat Aswin datang Prayuda mengerutkan keningnya. ''Apakah begitu serius? atau perlu ku beri cuti agar bisa periksa dan istirahat?'' Tanyanya pada Aswin.
''Maaf tuan ada yang lebih serius dari perut saya. lebih baik kita masuk mobil dulu, nanti saya jelaskan di perjalanan.'' Aswin mempersilahkan tuanya untuk berjalan lebih dulu. Sebelum menstater mobil menuju tempat meeting Aswin menyerahkan hp yang memutar vidio maha karyanya barusan.
Prayuda menerima hp Awin dan menontonya. bahkan supaya lebih jelas diulangnya kembali vidio itu. '' Aswin apa meeting kita bisa ditunda?''
''sangat sulit tuan. Klien kita kali ini orang yang sangat susah ditemui'' jawab Aswin dalam artian meeting benar benar tidak bisa di cancel.
''Suruh orang untuk awasi orang ini dan temukan bukti bukti kalau sudah kuat gugat mereka buka kasus 4-5 thn silam.'' tegas Prayuda
''baik tuan'' jawab Aswin.
Beberapa hari berlalu selama itu orang suruhan Aswin sudah mengumpulkan banyak bukti. Pagi itu...
tok tok tok
''masuk'' Aswin mempersilahkan
'' selamat pagi pak Aswin ini bukti akurat yang anda minta. Seseorang telah memalsukan tanda tangan pak diky Chandra pada proposal ini, terbukti setelah kami memeriksa tanda tangan pak Diky. Ternyata bahan yang di datangkan pak Diky adalah bahan yang bagus seperti yang biasa perusahaan DHARMA gunakan namun sampai lokasi seseorang yang bertugas sebagai mandor menyuruh seseorang untuk membawa barang itu pergi lalu menggantinya dengan barang yang tidak bermutu dan dalam kuantiti yang lebih sedikit. Dua oarang supir sudah saya amankan sebagai saksi.Dan ada beberapa bukti lainya bisa anda chek dulu. Saya rasa ini sudah cukup kuat untuk menggugat mereka. Ternyata selama ini mereka masih melakukan hal yang sama meski tidak sebanyak dulu dan di dalam map ini sudah ada buktinya'' ujar si pria itu.
__ADS_1
'' baik saya mengerti, terimakasih atas kerja kerasnya. Kamu bisa kembali nanti akan saya transfer imbalan yang memuaskan''. Orang itu pun meninggalkan ruang kerja Aswin. Aswin meletakan pekerjaanya tadi disamping. Dengan teliti ia mempelajari bukti yang baru dia dapat. Sejam kemudian..
tok tok tok
Aswin masuk keruangan namun melihat sang bos tengah melakukan sambungan telephon di berdiri samping meja. Dengan tanganya Prayuda menyuruh Aswin menunggu sambil duduk.
''Om sangat menyesalkan hal ini Kia, sampaikan penyesalan om padanya. Katakan juga om akan berusaha keras membersihkan nama baik pak Diky'' kata Prayuda dengan wajah sendu.
''--'' Seberang telephon
'' Ya pasti'' Prayuda mengangguk
''--''
''wa alaikum salam.'' setelah sambungan terputus Prayuda meletakan hpnya dan melihat ke Aswin.
''Tuan detektif yang saya kirim sudah menemukan bayak bukti dan juga saksi. Dan terkuak bahwa mereka madih melakukan kecurangan hingga saat ini'' Aswin lalu membuka map coklat ditanganya dan menjelaskan satu persatu bukti yang di dapat. '' saksi sudah dalam pengawasan dan kendali kita. Sebagai gantinya hari ini dia mengirim dua orang yang akan berpura menggantikan tugas kedua supir tadi untuk mendapat bukti yang lebih kongkrit.'' jelas Aswin panjang kali lebar tanpa ada yang terlewat.
'' Bagus berikan imbalan yang pantas pada mereka! dan segera gunakan berkas ini untuk menggugat mereka! huh kejam sekali mereka ini. Bertindak di luar batas manusiawi, tanpa memikirkan penderitaan bu Najwa dan anak anaknya'' sesal Prayuda sambil menggelengkan kepala.
''Maaf pak, siapa bu Najwa?'' Aswin penasaran karna meskipun pernah bertemu sekali di kantor dan dua kali di persidangan tapi itu sudah lama dan kini dia benar benar lupa.
__ADS_1
''Bu Najwa istri pak diky. Sekarang ia tinggal di kota A hidup serba kesusahan. Dulu keponakanku adalah dokter yang menangani pak Diky, kini di rumah sakitnya yang di kota A ia kembali bertemu dengan bu Najwa yang tengah sakit. Aku akan mengabarinya segera, supaya bu Najwa bisa menjadi saksi dan aku juga akan mengembalikan nama baik pak Diky.''
tbc