Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Banyak Perbedaan


__ADS_3

Mereka memasuki sebuah store pakaian formal. Celyn bingung kenapa Chung Chuan membawanya ke sini.


''Pilihlah beberapa syal yang bisa kamu pakai berhijab. Sementara ini dulu, karna saya tidak tau di negara ini dimana tempat menjual barang-barang seperti itu selain xinjiang. Tempat itu sangat jauh, nanti kalao ada waktu baru ke sana.'' ujar chung chuan.


Celyn yang masih terkejut hanya diam mematung. Melihat reaksinya, Chung Chuan memanggil pelayan dan berkata. ''Kakak kalau gadis ini tidak memilih tolong bungkus semua syal di sini''.


Mendengar kata-kata Chung Chuan Celyn semakin membelalakan matanya. Dia segera menghampiri pelayan tersebut dan menghentikanya. '' Tidak biarkan saya memilih sendiri. Terimakasih''. setelah memilih 3 syal Celyn menghampiri majikanya. ''Chuan gege saya sudah memilih''.


Chung chuan yang saat itu menunduk fokus dengan gawainya hanya menjawab ''emm'' tanpa mengalihkan pandanganya. Setelah beberapa menit Celin menunggu akhirnya Chung Chuan menyimpan gawainya. ''Sini berikan padaku'' ia meminta barang yang sudah Celyn pilih. ''tunggu sebentar'' lalu ia menuju kasir. Tak butuh waktu lama Chung Chuan kembali dengan paper bag. Celyn terkejut karna lagi-lagi Chung Chuan menggandeng tanganya.


''Chuan gege saya bisa jalan sendiri. Bisa tolong lepaskan tangan saya?'' Pada dasarnya Celyn keberatan tanganya di gandeng Chung Chuan.


'' Ini negara C bukan negara I, nanti kalau kamu tersesat bagaimana?''


''Saya bisa minta bantuan polisi.''


''Polisi di sini tidak sama. Kalau ketika kamu jalan sendiri terus ada orang ras china yang menginginkanmu. Terus mereka memaksamu, membawamu pergi ke tempat terpencil. Lalu mereka mengurungmu untuk dijadikan budak s*x bagaimana?''kata Chung Chuan sambil melirik Celyn yang sedang begidik. Melihat reaksi Celyn Chung Chuan diam diam tersenyum. '' Apa masih ada kesempatan untuk melapor polisi?'' imbuhnya. Kata-kata Chung Chuan sukses menakuti Celyn. Tangan Chung Cuan yang tadi menggenggam pergelangan tangan Celyn kini semakin turun dan menyusupkan jemarinya di antara jemari Celyn. Celyn memperhatikan tangan yang di genggam Chung Chuan dan ada rasa nyaman yang muncul dari genggaman itu. Mereka pun kembali ke parkiran.


Saat di dalam mobil Chung Chuan kembali bertanya tentang agen yang menyita kerudung dan mukena Celyn. ''Sebenarnya atas dasar apa mereka mengambil kerudungmu?'' tanya Chung Chuan.


'' Entahlah, saya juga tidak mengerti. Aturan itu tidak ada dalam kontrak.'' kata Celyn wajahnya menunjukan hatinya yang sakit mengingat hijabnya yang dilepas paksa.

__ADS_1


'' Apa kamu ingin menuntut mereka?'' Cung Chuan.


''Saya rasa tidak perlu sampai seperti itu gege.'' Celyn.


''Kenapa? bukankah mereka sudah menyalahi aturan dan mengganggu privasimu? apa kau tidak merasa mereka jahat?'' Cung Chuan.


Celyn terseyum sambil menggelengkan kepalanya. Melihat bibir ranum itu tersenyum membuat Chung Chuan menelan kasar ludahnya. Ingin sekali merasakan kelembutanya. Tapi kata-kata Celyn membuatnya lebih terkagum-kagum. ''Saya rasa di dunia ini tidak ada yang namanya orang jahat. Hanya ada orang serakah dan orang egois yang menghalalkan segala cara untuk suatu tujuan. Dan satu lagi, tidak cocok. Sebaik apapun orang lain berbuat kalau tidak cocok biasanya yang terlihat hanya keburukanya''


''Ternyata hatimu lebih cantik dari wajahmu'' gumam Chung Chuan sambil tersenyum yang masih bisa didengar Celyn. Suasana menjadi canggung.


Celyn mencoba mencairkan suasana. ''Chuan ge ge, saya rasa kalau mobilnya tidak segera diyalankan, saya tidak dapat membantu Hui jie jie''


Setelah menurunkan Celyn di depan rumah, Chung Chuan kembali melanjukan mobilnya meninggalkan Celyn menuju ladang semangka.


Saat membantu Tang Hui memasak Celyn merasa kalau sikap Tang Hui sedikit berbeda. Tapi Celyn tidak berani banyak bertanya.


Saat makan malam semua sudah berkumpul kecuali Chung Chuan. Padahal Celyn sangat menantikanya karna tadi siang dia lupa mengucapkan terimakasih. Apa sebenarnya dia sibuk? tapi kenapa tadi siang dia membawaku ke mall? Hais.... kenapa aku menunggunya, bukankah besok juga bisa? batin Celyn.


Sampai saat Celyn mau tidur pun Cung Chuan belum pulang. Pagi harinya Celyn melakukan rutinitas seperti biasa. Tapi saat Chung Tau sarapan dia memberi tahu Celyn bahwa Chung Chuan tidak pulang untuk beberapa hari kedepan karna ini masa panen. Ada rasa kecewa namun Celyn menyangkalnya.


Hari-hari berganti menjadi minggu. Tanpa Celyn sadari ia sudah hampir dua minggu tidak bertemu dengan Cung Chuan.

__ADS_1


hingga suatu malam, saat menyetrika Celyn sudah sangat mengantuk. Akhirnya dia tertidur dan lupa mengunci pintu. Pagi harinya ia terbangun sebelum alarm berbunyi. Dan matanya langsung membulat sempurna mendapat penampakan yang tak biasa. Bagaimana tudak Celyn yang terbaring di atas kasur tanpa dipan begitu membuka mata yang dilihatnya adalah seorang pria dewasa yang terbujur di lantai dan ke duanya saling berhadapan. Saat kesadaranya masih loading lima puluh persen Celyn langsung bangkit dan lari keluar kamar.


Bam...


Celyn menutup pintu agak keras dan itu membangunkan Chung Chuan. ''Kenapa dingin sekali'' gumamnya setelah bergerak ia baru sadar kalau ia tertidur di atas lantai. Ia mengedarkan pandanganya ke sekeliling lalu menyadari bahwa ini kamar Celyn. Chung Chuan berusaha menggali ingatanya.


flash back on.


Sudah hampir dua minggu ini Chung Chuan kurang istirahat. Pagi hari ia harus mengawasi pemanenan siang sampai sore peyortiran, pengepakan dan pengiriman malamnya baru meringkas menjadi laporan. Sebenarnya disetiab bagian sudah ada orang kepercayaan tapi mr. perfec dari kutub utara ini tidak mau ada kesalahan sedikitpun apalagi barang grade A yang mereka expor.


Malam ini adalah akhir dari masa sibuknya. Ia pulang dengan antusias karna besok pagi akan bertemu dengan sosok yang sangat dia rindukan. Sampai dirumah sudah tengah malam.


Saat dia memasuki ruang kerja ternyata kakak kedua ada di sana. ''Wow pangeran kita sudah kembali? terlalu berbahaya kamu menyetir selarut ini dalam keadaan lelah. Kenapa? sudah rindu beratkah?'' godanya. Chung Chuan hanya tersenyum lalu meletakan map ditanganya ke dalam rak. '' Lihatlah baru berapa hari kamu jauh dari Celyn wajahmu sudah semakin tirus. Sepertinya kamu memang butuh Celyn.'' imbuhnya


'' Kakak kedua apa menurutmu aku dan Celyn bisa bersama mengingat terlalu banyak perbedaan diantara kami?'' tanya Chung Chuan sambil mendaratkan pant*tnya di sofa.


''Apa kau benar-benar menyukainya?'' kini wajah Chung Tao berubah menjadi semakin serius.


'' Sepertinya.... Tapi masalahnya dari segi ras, budaya dan agama sulit bagi kami. Apalagi semakin kesini aku melihat dia sangat taat beragama.''


tbc

__ADS_1


__ADS_2