Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Chung Chuan pov


__ADS_3

Chung Chuan pov...


Leherku terasa pegal. Aku melihat jam tangan di pergelangan tanganku. Niat awal ingin memastikan waktu aku malah tersenyum melihat jam tangan patek philippe couple yang sengaja aku pesan untuk kami. ''benar katamu jam tangan lebih mudah membuat kita saling mengingat. Apa kau pernah merasakan rindu seperti yang aku rasakan ?'' gumamku.


Pada kedua jarum jam itu tertulis namaku da tulisan Celyn yang sangat kecil namun bisa di lihat dengan kaca pembesar. Kedua jarum yang memiliki putaran tidak seirama tapi bisa seiring di waktu tertentu dan saling terpaut. Aku berharap itu seperti aku dan Celyn memiliki banyak perbedaan tapi berdampingan pada waktunya dan semoga hati kami saling terpaut bahkan meski nafas kami berhenti..


Pagi itu aku tidak mau telat. Pukul lima pagi aku sudah chek out dari hotel. sampai di bandara aku mencari cafe dan memesan sesuatu untuk sarapan. Aku mengambil tiketku lalu mengikuti prosedur penerbangan di bandara. setelah setengah jam menunggu ada pemberitahuan maskapai yang sesuai tiket di tanganku terpaksa delay penerbangan dikarenakan cuaca buruk. Aku kesal meski dari kaca besar di depanku aku dapat melihat hujan lebat disertai angin.


Setelah penantian hampir dua jam penerbangan pun bisa di lakukan. Pukul dua belas aku baru bisa keluar dari bandara. Aku segera memesan taxi untuk mengantarku ke alamat yang seorang ibu kasih waktu itu. Aku sampai di sebuah rumah berukuran sedang. Pagarnya berwarna putih setinggi 2 meter. Dari sela besi pintu pagar aku melihat seorang gadis seumuran Yuqi dan seorang wanita usianya sekitar setengah abad.


Aku melihat gadis itu bergumam saat melihatku. Tapi entah apa yang dia katakan. Aku tersenyum lalu berkata '' Pemisi. Maaf saya mengkangku anta. Benakah inyi lumah Celyn Natya Chantla?" kataku.


Aku melihat wanita itu seperti memikirkan sesuatu sambil berkata'' Iya benar, Saya ibunya ada yang bisa saya bantu? '' tanyanya.


'' Maaf ibu... bisa saya beltemu tengan Celyn" kataku.


'' Boleh saya tahu siapa anda ?" tanya ibu itu memastikan.


'' Nama saya Xiao Chung Chuan. Saya majikan tia ti china. Saya ke sinyi singgah kalena kebetulan ata ulusan ti negala inyi." jawab saya.


'' Oh baiklah... silahkan masuk dulu, akan saya panggilkan anak saya'' ibu itu mempersilahkan saya masuk.

__ADS_1


Kami memasuki rumah bernuansa putih ini. Sofa hitam dan beberapa perabot berwarna hitam sangat kontras dengan dinding dan lantainya tami karena penataannya yang epik menunjukkan suatu ketegasan. Dia mempersilahkan saya duduk lalu menaiki tangga.


Pada dinding terpampang sebuah foto keluarga kecil. Seorang laki-laki dewasa dengan wajah mirip Lyn er yang di apit dua wanita. Salah satunya Celyn. Dan ibu tadi yang memangku balita. Aku tersenyum memandang wajah Celyn saat seumuran Yuki.


Hingga aku mendengar suara langkah kaki di belakangku. Posisiku saat ini membelakangi tangga. Aku tersenyum saat melihat wajah yang aku rindukan.


'' A privilege for me my employer is willing to visit my house. I say welcome. ( Suatu kehormatan bagi saya karena majikan saya sudi bertamu kerumah saya. saya ucapkan selamat datang. )'' katakunya.


Aku merasa seperti di tampar. 'Employer?' meski tadi aku memperkenalkan diri sebagai majikannya, tapi aku tidak ingin dia menganggapku sebagai majikan. '' Lyn er'' kataku dengan suara lirih.


'' Please sit down... I will prepare the drinks. What do you want to drink?( silahkan duduk... Aku akan mengambil minuman. kamu mau minum apa?) '' kata Celyn.


'' look at me... you sure to break our relationship?( lihat aku... kamu yakin memutuskan hubungan kita?)'' tanyaku.'' Itu titak betul bukan? Atas tasal apa ? '' tanyanya lagi '' kenapa tiam? siapa yang memaksa?'' imbuhku.


'' Tidak..'' jawabnya sambil menggeleng. '' Tidak ada yang memaksa. Tidak ada yang mempengaruhiku. Murni pilihanku. Maaf seharusnya dari awal aku tidak memberi Chuan ge harapan... Aku memupuk cinta di hati Chuan ge itu adalah kesalahan terbesar saya. Im so sorry '' katanya


'' No.... Saya tao kamu tipu. Saya tao kamu sangat cinta saya. Lyn er... '' aku berusaha meraih tangannya.


Dia menghindarkan tangannya sambil memberi isyarat gelengan kepala supaya aku tidak melanjutkan aksiku.


'' Alasannya sudah ku katakan. '' balasannya.

__ADS_1


'' Bagaimana kalau saya change my religion?" aku mencoba memancingnya


'' Allah just accept who one worship because sincere love and believe to Allah and there is no god to worship but Allah ( Allah hanya menerima manusia yang menyembah karena tulus mencintai- Nya dan percaya pada -Nya. Dan tidak ada tuhan yang di sembah selain Allah) " jawabnya . ''You know, God already prepared someone to acompany you to enjoy true love. So just get up and find her dont drowning in adversity (kau tahu, Tuhan telah mempersiapkan seseorang untuk menemani kamu untuk menikmati cinta sejati. Jadi bangkit dan temukan dia , jangan tenggelam dalam keterpurukan ) ''.


Tidak aku tidak terima dengan perkataannya itu. Perasaanku lebih sakit dari pada melihat Mey Lee yang berselingkuh. Aku tidak peduli dengan harga diriku. Aku tidak peduli kalau akan mendapat penolakan. Aku segera memeluknya dengan erat. Ku lampiaskan kesedihanku dalam pelukan tak berbalas ini. Tapi ada dua hal yang membangkitkan semangatku. Pertama dia tidak menolak pelukanku. Kedua aku merasakan detak jantungnya yang seperti dulu saat kami bersama.


'Aku tidak akan menyerah begitu saja Lyn er... aku tahu cintamu masih sama akan kuperjuangkan cinta kita ' batinku....


Aku pun tidak mau terlalu banyak mendebatnya, karena aku tahu semakin aku mendebatnya semakin jauh jarak kami. Aku mengusap kedua pipiku yang basah dengan punggung tanganku.


Aku melepaskan pelukan ku dan berkata " setitaknya bisaka kita belteman? Masihkah kamu menganggap kelualga Xiao kelualgamu?" dan dia mengangguk. '' kalau begitu bisakah kamu menganggap saya seperti kamu menganggap ta ge dan er ge?''.


'' Sure I can '' jawab Lyn er.


Aku mengusap kepalanya sambil tersenyum. Mata Lyn er menelisik kedua mataku. Seolah mencari sesuatu. Aku pun berusaha tenang. Meskipun di dalam hatiku ada hasrat untuk melampiaskan rasa rindu yang menggebu. Ingin me**mat bibir ranumnya. Sebenarnya selama ini aku selalu memperhatikannya. Wajahnya tidak terlalu cantik, tapi cukup cantik dan tidak membosankan untuk di pandang. Bibir ranumnya sangat manis dan membuat candu apalagi body goalnya dengan ukuran dada dan pan*at yang di atas rata-rata dengan tubuh langsing yang padat berisi. Tubuh seperti ini lebih seksi dari pada model papan atas yang menurutku tinggal kulit dan tulang. Tapi sikapnya selalu seperti benteng pertahanan yang membuatnya tidak mudah di sentuh.


Setelah berbicara baik-baik aku pun pamit dan minta di panggilkan ibunya untuk berpamitan secara langsung. Aku tetap harus meninggalkan kesan yang baik karena aku yakin aku akan tetap menjadi menantunya.


Aku berjalan keluar dan mendapati seorang laki-laki yang menungguku di depan pintu .


tbc

__ADS_1


__ADS_2