
'' Aswin apa kamu punya ide bagaimana caranya mengembalikan nama baik pak Diky?'' Prayuda.
krik krik krik... Hening sejenak...
''Bagaimana dengan gathering, tuan? meski terdengar berlebihan tapi mengingat kerja keras pak Diky dan apa yang sudah dialami keluarganya saya rasa mereka layak mendapatkanya. Bukanya karna kasus itu perusahaan juga tidak memberi santunan saat mereka berduka (kematian Diky Chandra)'' usul Aswin.
'' Ok adakanlah setelah kasus ini kelar, kalau perlu undang wartawan koran pun tak apa. Anggap saja kita lagi main lotre ini bisa berdampak buruk dan bisa juga bagus.'' ujar Prayuda.
''baik. apa masih ada yang tuan butuhkan?'' Aswin.
''tidak ada kamu bisa kembali ke ruanganmu...'' Prayuda.
''permisi'' Aswin undur diri sambil agak membungkuk
flash back of...
'' Baru saja om Prayuda menelphon Kia dia memberi tahu Kia, hari ini juga mereka mengajukan gugatan dan meminta umi jadi saksi.'' lanjut Hizkia
Mendengar penjelasan Kia Najwa dan Salwa hanya terdiam. Kehadiran Hizkia Selama lima hari ini selalu membawa kejutan. Mereka bimbang, bagamana orang yang baru mereka kenal beberapa hari ini bisa melakukan banyak hal untuk mereka. Meskipun musibah lima tahun silam tidak menimpa mereka pun mereka hanya orang kecil, apalagi sekarang. Seorang Hizkia yang bergelar dokter hebat termuda, anak dari pemilik rumah sakit HARAPAN yang memiliki cabang di beberapa kota. Sekaligus cucu dari pendiri perusahaan DHARMA perusahaan raksasa di negara ini. Bagaimana orang ini memandang bahkan memperlakukan keluarganya dengan baik. bahkan kalau itu bentuk penyesalan atas kesalah pahaman dulu, pun serasa berlebihan.
Tapi baik Salwa maupun Najwa tidak berani berburuk sangka, karna itu dibenci Allah. Melihat diamnya mereka Hizkia mengartikan dua hal, antara terkejut dan tidak percaya. Dia pun melakukan vidio call dengan omnya dan membiarkan Najwa berbicara langsung pada CEO PT.DHARMAtbk. Najwa memang pernah bertemu beliau di pengadilan dan masih mengenalinya saat itu Prayuda didampingi Aswin.
__ADS_1
Saat ini Najwa hanya bisa bersyukur air matanya lolos tanpa bisa dikendali. Allah selalu membuktikan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan hambanya yang taat Salwa menghampiri dan merengkuh tubuh uminya yang semakin mengurus bulan ini. Ditengah tengah suara haru ada suara panggilan masuk pada hp Najwa satu satunya benda yang mereka pertahankan untuk komunikasi, kebayang nggak satu keluarga hanya punya sebuah handphone.
Berhubung Najwa masih terisak Salwa yang menjawab telephon tersebut. Salwa bingung karna nomer asing yang menelphon
''Asalamu alaikum, maaf dengan siapa?' 'Salwa
'' I'm sorry is't Celyn Nadya chandra's familly?'' (maaf apa ini keluarga Celyn Nadya Chandra?) sebrang telephon
''yes, sorry ai do no inggris'' (ya, maaf saya tidak bisa bahasa inggris) Jawab salwa yang sontak mengejutkan hizkia
''sini berikan ke kakak'' Hizkia menyadari keadaan
''yea, is't Celyn family?'' Chung Chuan
''yes, sure'' (ya benar) Hizkia
'' I'm is Celyn's employer, and our familly will make surprise on her birth day. Because I see Celyn didn't have calling her familly, I want to make vidio call on that night. Perhaps all Celyn familly will contribute so ?'' (saya majikan Celyn, keluarga kami akan memberi kejutan pada hari ulang tahunya. karna saya tidak pernah melihat Celyn menghubungi keluarganya, saya akan membuat vidio call pada malam itu. mungkinkah semua keluarga Celyn bisa membantu) Chung Chuan
''Sure, I will tell they are. Thank you for youre kind. please keep Celyn for us'' (tentu aku akan memberi tahu semua keluarganya. terimakasih atas kebaikan anda. tolong jaga Celyn untuk kami)
Setelah beberapa percakapan mendetail tentang kejutan itu mereka memutus sambungan telephonya. Hizkia menjelaskan niat baik majikan Celyn.
__ADS_1
''umi sebenarnya Celyn kemana?'' akhirnya pertanyaan yang ia pendam selama beberapa hari ini terlontar juga.
'' Demi kami Celyn memutuskan untuk jadi TKI, saat ini dia berada di negara C'' terang Najwa.
Kekecewaan jelas sekali tertulis di wajah Hizkia saat ini. dan pemandangan itu tertangkap mata Najwa. kenapa sepertinya dia sedih sekali. Bukankah mereka baru ketemu sekali dan hanya beberapa menit. Apakah mungkin itu motifnya? batin Najwa.
''T K I? bagaimana bisa? aku kira dia hanya kerja di luar kota. Ternyata di luar negri'' gumamnya yang masih bisa didengar Salwa dan Najwa. ''umi apakah dia tidak bisa bekerja di dekat dekat dini aja?''
''Dia hanya lulusan SMP karna sewaktu musibah itu dia baru kelas satu SMA. Umi tidak punya keahlian yang bisa menghasilkan uang melamar pekerjaanpun susah karna usia umi hampir kepala lima. Salwa masih bisa sekolah, tapi Celin terpaksa putus sekolah. Setelah pindah ke kota ini saya tidak memiki cukup banyak uang. Awalnya kita coba usaha kulineran tapi tidak bisa, dan dengan sedikit uang tersisa kita buka usaha loundry di kota sekecil ini usaha loundrypun hasilnya tidak seberapa Celyn hanya bisa bekerja di toko penghasilanya tak seberapa. Sedangkan kedepanya biaya sekolah Salwapun semakin besar. Umi selalu menolak niatnya hingga sesuatu terjadi kami butuh uang. Terpaksa umi mengijinkanya.''
Dan saat ini Hizkia pun meneteskan air matanya. ''Umi dia bisa bekerja dirumah sakit papa atau di kantor om hendro, apa umi bisa menyuruhnya pulang? bukankah umi sakit juga karna memikirkanya?''
Najwa tersenyum kecut ''Dia terikat kontrak, kontrak sama juga dengan janji, dan umi yakin Celyn tidak akan menjadi seorang munafik dengan menyalahi kontrak. Setidaknya dari telephon tadi kita tahu majikan Celyn juga baik. Semoga Celyn selalu baik baik saja''
'' kalau begitu umi juga harus baik baik saja. Karna bagi kami, kami akan baik bila umi baik'' sambar Salwa.
Najwa mengelus tangan Salwa yang kini melingkar memeluk Najwa dari belakang. Hari itu berlalu dengan penuh kejutan dan kebahagiaan. Malam harinya Hizkia mendapat telphon dari papa karna kondisi rumah sakit di kota A sudah stabil, Hizkia disuruh pulang. Tapi Hizkia minta untuk dipindah tugaskan di rumah sakit ini atau diberi waktu lebih lama berada disini. Sungguh lucu Prayoga yang awalnya menolak keras akhirnya menyetujui kemauan Hizkia setelah Hizkia menyataka alasanya adalah 'gadis'.
''Papa kalau Kia harus pulang ke kota S, gimana Kia bisa deketin Celyn. Kalau kali ini gagal Kia nggak janji bisa ngasih papa mama mantu, palagi cucu'' ternyata dua kalimat itu mampu membungkam papanya. Coba saja Celyn di kota A sekarang...
tbc
__ADS_1