Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Memilih Berkuda


__ADS_3

'' Tidak ada dok" jawabnya.


'' Kalau begitu saya pergi dulu. Dan nanti aku sudah meminta dokter hendra menggantikan saya." jelasku.


Beruntung jalanan masih sepi. Saat di jalan aku menghubungi seseorang. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk sampai di rumah Celyn....


Author pov...


Pagi itu Celyn melakukan rutinitas seperti biasa. Saat membereskan sisa sarapan Celyn teringat akan sesuatu. ''Umi... Apa umi tahu kalau kak Kia punya perasaan khusus ke Celyn?" tanya Celyn karena dari sikap umi nya dan mama Hizkia Celyn merasa ada sesuatunya.


Najwa terperangah '' Hah... Em dia cerita sekitar 2 bulan yang lalu. Umi yang bertanya duluan karena umi perhatikan dia sering memperhatikan foto kamu di ruang tengah. '' jelas Najwa. '' Tapi jangan hanya karena hutang budi kamu menerimanya nak'' imbuhnya.


Celyn menggeleng ''tidak umi...''


'' Benar dia sudah mengatakan isi hatinya? (Celyn mengangguk) Apa kau menerimanya? bagaimana dengan orang cina itu?" tanya Najwa yang tidak mudah mengingat nama Chung Chuan.


Celyn pun menjelaskan dari malam kedua dia dirumah ia ketiduran di mushala dan mimpi yang dia alami setelah shalat istikharah. Dan Celyn juga cerita kalau malam ke empatnya Celyn sudah mengakhiri hubungannya dengan Chung Chuan.


Najwa mendengarkan dengan seksama sebelum berkomentar '' umi hanya bisa berdoa semoga putri umi diberikan kemudahan dalam hidupnya dan menjadi salah satu umat yang namanya terus dipanggil-panggil dari surga.''


'' Aamiin...'' balas Celyn sambil memeluk Najwa '' Terimakasih umi... umi memang terbaik'' imbuhnya. '' Oh iya umi... Siang ini kak Kia ngajak Celyn keluar ''


''Pergilah nak...'' Najwa memberi ijin.


'' Terimakasih umi...'' ucap Celyn.


Siang harinya mobil Hizkia sampai tepat sebelum adzan dzuhur. Celyn dan Najwa yang tengah sibuk memasak tidak menyadari ada mobil mewah yang masuk ke halaman rumahnya.

__ADS_1


Hizkia yang baru turun dari mobil mencium aroma masakan. Dia tersenyum sambil berjalan ke pintu depan lalu mengetuk pintu. '' Assalamualaikum... Umi... Celyn...''


'' Waalaikumsalam '' teriak Celyn dan Najwa bersamaan.


Celyn bergegas membuka pintu. Ia tercengang , pasalnya ternyata yang datang bertamu Hizkia. Sementara ini belum jam dua belas tepat. '' Kakak sudah datang ?'' gumam Celyn dengan mata yang membulat. tapi masih bisa Hizkia dengar.


'' Ya tapi... sepertinya aku mau numpang shalat dulu. '' kata Hizkia sambil melihat jam di pergelangan tangan kirinya.


Celyn pun mempersilahkan Hizkia masuk terlebih dahulu. Disaat adzan berkumandang semua hidangan sudah tersedia di atas meja. Celyn mempersilahkan Umi dan Hizkia untuk shalat dzuhur sementara dapur ia yang bereskan. Tapi saat Hizkia menuju mushola, Najwa menyarankan Celyn untuk bersiap saja mengingat Hizkia mungkin tidak punya banyak waktu. Dan Celyn menuruti uminya.


Celyn keluar kamar bersamaan dengan Hizkia yang baru saja dari mushola. Mereka berdua berpamitan dengan Najwa.


MPV mewah itu membelah jalanan kota yang mulai padat. '' Kita mau kemana kak?'' tanya Celyn.


'' Apa kau sudah makan?" bukannya menjawab Hizkia malah balik bertanya. Celyn hanya menggeleng ia tahu Hizkia hanya mengalihkan pembicaraan. ''Kita makan dulu ya....'' imbuhnya.


Mereka mampir di sebuah cafe. Tapi Hizkia tidak membiarkan Celyn ikut turun karena hanya memesan sandwich dan coklat hangat untuk take away. Celyn semakin penasaran sebenarnya ke mana tujuan Hizkia sebenarnya. Namun bertanya pun rasanya percuma. Hizkia tidak akan mau menjawab dengan benar.


Hizkia kembali dengan menenteng tas plastik. dia menyodorkan bungkusan itu pada Celyn dan meminta Celyn untuk makan. '' Makanlah ini dulu perjalanan kita masih jauh ...''


'' jauh...? kenapa sandwichnya cuma ? trusk kakak?" bagaimanapun Celyn tidak akan tega makan sementara Hizkia juga kelaparan. Tapi untunglah sandwich itu sudah terpotong menjadi 2 bagian.


'' Aku tidak lapar... itu untukmu fase yang sedang kamu alami butuh banyak nutrisi '' bujuk Hizkia.


Pipi Celyn memerah mendengar ucapan Hizkia. Lagi-lagi Hizkia membahas haid. Celyn mengecilkan AC lalu membuka kaca di sampingnya tidak lucu bukan kalau mobil bermewah ini bau sandwich. potongannya pertama yang dia ambil dia sodorkan ke mulut Hizkia. '' Kakak dulu... ini ada 2 potong nanti yang sepotong lagi aku'' kata Celyn.


Hizkia terkejut sesekali dia melirik Celyn karena dia harus mengemudi. Melihat Hizkia yang masih terdiam Celyn kembali membujuk '' kalau kakak tidak makan bagaimana aku bisa makan ?''

__ADS_1


Hizkia pun tersenyum dalam hatinya bersorak gembira karena ini memang modusnya. Setelah membaca doa Hizkia mulai membuka mulut lalu menggigit sandwich yang di sodorkan Celyn . Suatu kebahagiaan tersendiri makan disuapi gadis pujaan hati.


Sekitar 10 menit kemudian mobil terparkir di dekat sebuah bangunan. '' Apa kau takut kuda?'' tanya Hizkia.


'' Tidak...'' jawab Celyn.


'' baguslah kalau berani naik kuda. tunggu sebentar '' ucap Hizkia sambil melepas sepatunya dan mengambil sepatu di bawah jok dan memakainya karena tidak mungkin di kebun teh menggunakan sepatu pantofel yang tadi ia kenakan di rumah sakit. Lalu Ia turun dan membukakan pintu untuk mempersilahkan Celyn turun.


Di sana sudah ada 2 ekor kuda yang menanti mereka tentu dengan pawangnya. Dengan kuda itulah mereka menaiki bukit. Ternyata perjalanan dari bawah tadi ke puncaknya cukup jauh pantas Hizkia menyiapkan kuda. Meskipun jalan ini bisa di lalui motor tapi Hizkia lebih memilih kuda. Entah kenapa othor pun tak tahu. Mungkin kalau pakai motor mereka yang belum muhrim harus berhimpitan atau pakai kuda lebih unik dan tidak mudah dilupakan.


Celyn menghirup dalam-dalam udara di sana yang memang terasa segar. Melihat itu dari samping Hizkia tersenyum. '' Apa kau suka?" tanya Hizkia.


Celyn menoleh sambil tersenyum lalu menjawab "sangat".


'' Dulu Almarhumah neneku sangat suka alam. Almarhum Kakek sangat mencintainya. Kakek pun memutuskan untuk membuat sebuah villa yang dikelilingi perkebunan teh untuk menghabiskan hari tuanya bersama nenek. Yang tadi itu adalah pabrik teganya. Dan lihat di atas sana itu adalah tempat tinggal mereka dulu'' kata Hizkia sambil menunjuk sebuah bangunan bernuansa putih tak jauh dari mereka.


Celyn melihat ke arah telunjuk Hizkia. Ia berfikir sejenak lalu berkata '' Kenapa di usia lanjut mereka memilih tinggal di tempat yang susah di jangkau ? bagaimana kalau sakit ?'' gumam Celyn yang masih bisa Hizkia dengar.


Hizkia Termiliki. '' bukan susah di jangkau di sana ada landasan helikopter. Dan mobil pun bisa sampai villa itu. '' jelas Hizkia.


'Hah mobil bisa sampai rumah yang sepertinya akan kami datangi lalu kenapa kami harus naik kuda ?' pikir Celyn.


Seolah tahu yang ada dalam otak Celyn, Hizkia kembali berkata '' Tapi aku ingin mengajak kamu naik kuda supaya perjalanan kita lebih unik.''


Celyn tersenyum mendengarnya karena ini pengalaman naik kuda pertama bagi Celyn.


tbc

__ADS_1


yuk gadis jangan bosan terus dukung Terkasih Tak Termiliki ya biar othor nya makin semangat . Ada kejutan buat pendukung Terkasih Tak Termiliki di bulan Februari....


__ADS_2