Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Anak Instan


__ADS_3

Hizkia menapaki lorong rumah sakit, akan tetapi bukan ke ruang kerjanya yang ia tuju melainkan bangsal. Bukan utuk kunjungan dokter ya.... karna di rumah sakit ini tidak ada nama dr.Hizkia pada jadwal kunjungan dokter maupun operasi. Tugas Hizkia di sini hanya memperbaiki pelayanan dan sistem kerja.


tok tok tok


Karna tidak ada jawaban dari dalam Hizkia mendorong pintu pelan di intipnya pasien yang tengah tertidur. Pelan pelan Hizkia memasuki ruangan itu bisa dikatakan seperti pencuri tapi bukan untuk mencuri lo ya melainkan untuk meminimalisir suara yang bisa ditimbulkan dari gerakanya. Setelah dekat dengan pasien, ia membuka rekamedisnya. Lalu bernafas panjang. Ketika ingin keluar dia melihat memo di atas nakas. karna penasaran ia membacanya


......umi, salwa pergi ke sekolah dulu. salwa nggak mau nyia nyiain pengorbanan kak celyn. biar ketika kak celyn pulang nanti dia bisa lihat prestasi salwa......


...kalau umi gimana? umi mau ngecewain kak celyn, bikin dia resah dan sedih kalau tahu umi sakit atau mau bikin kak celyn tenang disana karna dengar umi sehat? nanti kalau salwa ditanya kak celyn salwa nggak bisa bohong loh. umi juga nggak mungkin bohong kan?...


......kalau mau sehat umi harus jaga hati dan pikiran umi. fokus saja untuk sembuh. jangan lupa makanya dihabiskan dan minum obat......


...salwa sayang umi. Salwa nggak minta lebih cuman minta umi sehat....


Hizkia meletakan memo itu kembali dan menekan pangkal hidungnya supaya air matanya tidak menetes. Hampir tidak percaya memo itu ditulis anak yang belum lulus SD. Entah apa saja yang mereka alami, tapi berusaha kuat untuk saling menguatkan itu luar biasa. Bahkan seorang Hizkia yang sudah hidup 31thn, seorang dokter lulusan harvard medical school pun belum tentu bisa melakukanya. Ketika akan melangkah pergi dia menangkap pergerakan Najwa, lalu mengurungkan niatnya. '' selamat pagi ibu Najwa?'' sapanya.


''Selamat pagi Dok, kenapa saya ada di sini?'' tanya Najwa balik.


'' Ibu tidak sadarkan diri selama satu kali dua puluh empat jam. Putri ibu yang mengantar anda kesini. Tadi pagi ia menitipkan anda ke saya dan meninggalkan ini (sambil menyodorkan memo yang tadi).''


Najwa meraihnya dan membacanya. Dia tersenyum sekaligus menitikan air mata.

__ADS_1


Hizkia menyodorkan segelas air putih. '' minumlah ini dulu supaya tubuh anda siap menerima makanan nanti'' ujar Hizkia. Lalu duduk di kursi sebelah brankar '' bu Najwa, mungkin ini terdengar aneh. Tapi bolehkah saya memanggilmu ibu? Maaf jujur saja saya kesepian karna saya di sini tinggal sendiri. Jauh dari orang tua dan tidak punya saudara. Melihat bu Najwa saya jadi ingat ibu saya. dan punya saudara seperti najwa pasti menyenangkan. Kumohon ijinkan saya jadi bagian dari kalian'' pintanya sambil memasang caty eyes. ''Bu Najwa percayalah saya akan jadi anak yang baik, tidak akan rewel, janji (sambil mengangkat tangan seperti seorang calon presiden yang menyatakan sumpah)'' jelas Hizkia panjang kali lebar kali tinggi kali dalam kali jarak kali waktu. Yang membuat Najwa ingin tertawa. '' Tu kan ibu menertawÄ·an saya pasti bu Najwa nggak sudi saya panggil ibu (samil pura pura sedih dan memanyunkan bibirnya).


Sontak najwa melambaikan tanganya. ''bukan bukan begitu. Emang kamu tahu siapa saya? atas dasar apa kamu ingin dipanggil anak dari wanita seperti saya?'' tanya Najwa dengan suara yang berat khas bangun tidur. Apalagi ini tidurnya kelamaan.


''Saya tidak mengenal bu Najwa tapi saya mengenal Salwa. Dan saya ingin memiliki ibu seprti anda atas dasar perilaku Salwa, saya ingin anda mendidik saya supaya saya bisa seperti Salwa'' mungkin kalian tidak mengingatku tapi mulai sekarang aku ingin kalian selalu ingat ada aku di kehidupan kalian dan semoga seterusnya batin Hizkia.


''Baiklah anggap saja saya ibumu'' jawab Najwa yang terharu dengan jawaban Hizkia.


''Ibu kalau begitu bisa aku panggil ibu seperti Salwa memanggilmu?'' pinta Hizkia sambil menghilangkan kecangungan dengan tidak menggunakan bahasa baku. Dan dijawab anggukan oleh wanita yang usianya hampir setengah abad.


''Umi sarapan dulu ya, terus minum obat'' Najwa kebali mengangguk. Hizkia segera mengatur posisi brankar supaya Najwa bisa duduk dengan nyaman. '' aaaa..'' Hizkia menyodorkan setengah sendok bubur sumsum untuk menyuapi Najwa.


Najwa tidak lansung membuka mulut, dia berkata ''sini biar umi makan sendiri tidakah kamu dokter pasti pekerjaanmu banyak.''


''Tidak jangan tersinggung umi hanya tidak mau mengganggu pekerjaanmu'' Najwa


'' Tidak sama sekali tidak, umi bisa panggil aku Kia, yuk Kia suapin dulu umi masih terlalu lemah. Aaa...'' dan untuk kali ini Najwa menurut. Dia tidak menyangka sesulit apapun kehidupanya Allah selalu memberikan pertolongan. Dan sakit kali ini Allah memberinya putra instan. '' ok sudah habis sekarang obatnya.... bagus'' dengan telaten Hizkia merawat Najwa.


'' Terima kasih nak...''


''Sama sama umi, sekarang Kia keluar sebentar, untuk mengecek sesuatu. Umi bisa menonton tv, Apa umi bawa hp?'' Najwa menggeleng. ''ok paling telat istirahat siang saya kesini.''

__ADS_1


''Tidak usah terburu buru lakukanlah pekerjaanmu dengan baik'' ujar Najwa.


''baik. Asalamu alaikun'' Hizkia memberi salam dan di jawab salam oleh Najwa.


''Ruangan ini bagus sekali pasti biayanya mahal bagaimana melunasinya nanti?'' gumum Najwa.Tak berselang lama seorang suster masuk membawa baki air hangat.


'' Selamat pagi nyonya, dokter Hizkia meminta saya membantu nyonya membersihkan diri.'' dan Najwa mempersilahkanya.


Najwa yang penasaran memberanikan diri untuk bertanya '' Sust, tahu tidak untuk kelas saya ini seharinya berapa?''


''kalau orang luar sih sekitar delapan ratusan bu. tapi ibu kan keluarga dr. Hizkia. Sebenarnya begitu mengetahui anda kerabat dokter Hizkia waktu itu ibu akan ditempatkan di ruang VVIP. Tapi Beliau khawatir nanti ibu kepikiran dan menyarankan untuk menempatkan di kelas 1.'' terang si perawat.


''oh gitu''. delapan ratus ribu bagaimana saya membayarnya nanti? mana sudah tidak ada uang batin Najwa.


Disisi lain Hiskia tengah sibuk memantau perkembangan rumah sakit. Dia juga mengecek data data yang kemarin amburadul. Jam sebelas dia menutup komputernya. Dan menuju bangsal tempat Najwa dirawat.


Najwa dan Hizkia pun bercerita tentang banyak hal. Sampai ketika kembali terdengar ketukan pintu


tok tok tok


''asalamu alaikum umi, eh ada kakak yang kemarin. Terumakasih kak ke...'' ucapan salwa belum selesai dipotong Hizkia.

__ADS_1


'' tidak apa apa sekarang aku kakamu kita adalah keluarga, bekerjasama saling menolng adalah hal biasa bukan?'' kata Hizkia.


Salwa bingung dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. kakak dari hongkong?


__ADS_2