
Celyn merasa bersalah sekali karena keputusannya ini tidak adil untuk Chung Chuan. Harusnya dari awal dia tidak menanggapi perasaan Chung Chuan. Perhatian dan cinta tulusnya tidak pantas untuk dikecewakan. ''Maafkan aku '' Celyn kembali bergumam di sela-sela isak tangisnya.
Entah sudah berapa lama Celyn menangis. Celyn memejamkan mata ketika ia sudah lelah menangis. Kesadarannya pelan-pelan hilang. berganti alam bawah sadar.
Dini harinya Celyn bangun untuk shalat tahajud dengan mata yang berat. Sebelum keluar kamar ia melihat dirinya di cermin. Celyn terkejut mendapati penampilannya yang sangat menyedihkan. Bukan hanya rambut yang acak-acakan khas muka bantal. Tapi ada yang lebih mengejutkan. Kelopak matanya yang bengkak seperti habis di sengat tawon.
Dia mondar-mandir berfikir bagaimana mengatasi matanya. Akhirnya terfikir es batu. Celyn memutuskan setelah shalat akan mengompres matanya menggunakan es batu. Celyn pelan-pelan membuka dan menutup pintu kamarnya supaya tidak menimbulkan suara. Saat di dalam kamar mandi dia menyadari kedatangan tamu bulanan. Celyn pun merasa tenang karena punya waktu lebih untuk mengompres matanya.
Dia kembali menyalakan ponselnya. Ada seratus lebih notifikasi di àplikasi hijau hampir semua itu dari Chung Chuan. Khawatir tekatnya tergoyahkan Celyn menghapus percakapan tanpa dibaca dulu.
Pukul lima pagi Celyn baru keluar kamar dan menghampiri uminya di dapur. Tentu saja dengan penampilan yang lebih baik. '' Assalamualaikum umi...'' sapanya.
'' Waalaikumsalam... lagi nggak shalat nak?" tanya Najwa.
'' Iya umi'' jawab Celyn.
'' Eh mata kamu kenapa agak bengkak?" tanya Najwa khawatir.
'' Em semalam susah tidur mungkin karena itu '' jawab Celyn.
'' Emang kenapa ?'' tanya Ñajwa.
'' Perut Celyn nggak nyaman umi tapi sekarang sudah sembuh '' jawab Celyn yang memang semalam perutnya agak melilit tapi tak dirasa karena kesedihannya.
'' Ñanti umi bikinin kunyit asam ....'' tutur Najwa.
'' makasih umi '' ucap Celyn sambil memeluk dan mencium pipi uminya.
Mereka melakukan rutinitas seperti biasa. Ini adalah hari ke-empat Celyn kembali kampung itu. Siangnya Celyn mengantar londry ke pelanggan dan mengambil baju yang akan di londry. beberapa pelanggan ikut senang melihat Celyn yang sudah pulang bahkan ada seorang ibu yang membujuk Celyn supaya mau jadi mantunya. '' Mau ya neng anak ibu yang nomor dua dan bungsu belum menikah. Pilih saja salah satu. yang nomor dua guru sudah PNS yang bungsu punya showroom. Kalau jadi mantu saya nanti mas kawinnya sawah deket lapangan....'' bujuk wanita tambun itu.
Celyn hanya tersenyum '' untuk saat ini saya belum minat bu... Kalau jodoh sudah saya serahkan sama yang menciptakan saya. '' jawab Celyn.
__ADS_1
Celyn pun permisi dengan alasan banyak pekerjaan. Banyak warga yang mengenal Celyn karena Celyn sosok yang ramah.
Di sisi lain...
Hizkia yang tengah sibuk dengan beberapa map di atas mejanya dikejutkan dengan kedatangan wanita paruh baya .
'' Assalamualaikum...'' sapa Yumna.
'' Waalaikumsalam... mama...'' Jawab Hizkia yang terkejut dengan kedatangan mamanya. Pasalnya mamanya ini belum pernah datang menemuinya di kota kecil ini. Setiap hari dia hanya disibukan dengan teman sosialitanya dan butik. Apalagi baru kemarin dia pulang dari berlibur ke beberapa negara. '' Tumben mama kesini. '' imbuhnya sambil mengulurkan tangannya untuk salam lalu mencium punggung tangan Yumna.
'' Mama penasaran seperti apa gadis yang mampu meluluhkan cucu Darma yang satu ini...'' kata Yumna.
'' Ma jangan aneh-aneh deh.... Dia baru saja pulang 3 hari lalu, kami masih butuh waktu...'' bujuk Hizkia.
'' Mama cuma pengen makan bareng aja... nggak lebih. Ayo undang mereka ke vila!" bujuk Yumna.
'' Tapi ma...'' tolak Hizkia.
Hizkia tahu sekeras apapun dia menolak mamanya akan tetap punya cara untuk menemui Celyn. Toh hanya makan malam saja. Hizkia merogoh ponsel dari dalam sakunya. jemarinya berselancar pada layar ponselnya. Hizkia memencet tombol panggil pada kontrak 'umi' tak lama ada jawaban dari sebrang
Najwa '' Assalamualaikum...''
Hizkia '' Waalaikumsalam umi...''
Najwa '' ada apa nak?''
Hizkia '' Begini umi.... mama main ke sini tapi katanya suasana villa sepi banget. Jadi kalau berkenan Kia ngundang umi sekeluarga untuk makan malam di villa sekaligus supaya saling kenal. ''
Najwa '' oh begitu.... Kalau di villa sepi mama kamu bisa kerumah. meskipun tempatnya sederhana tapi bisa ada teman ngobrolnya. ''
Hizkia '' Tapi mama nggak lama di sini. Jadi apakah nanti malam umi, Celyn dan Salwa bisa datang ke villa ?''
__ADS_1
Najwa '' Insyaallah berikan saja alamatnya..''
Hizkia '' nanti bakda maghrib supir jemput. Soalnya Hizkia juga ada meeting akhir bulan jadi mungkin pulang agak telat''
Najwa '' Baiklah kalau begitu. Umi ikut saja...''
Hizkia '' Terimakasih umi... Assalamualaikum ''
Najwa '' Waalaikumsalam...''
Hizkia melihat mamanya yang tersenyum puas '' ingat mama sudah janji hanya makan malam untuk saling mengenal tidak lebih '' Hizkia kembali mengingatkan mamanya.
'' Iya iya'' Yumna mematutkan wajahnya. '' kira-kira menu apa yang pas buat mereka?'' tanya Yumna.
''0.Mereka nggak pilih-pilih makanan, tapi lebih bagus kalau ada sayur asem sama udang goreng '' jawab Hizkia.
Yumna yang mengerti hanya manggut manggut. Dia pun nampak berfikir sebentar lalu pamitan sama putranya untuk kembali ke villa. '' Baiklah mama pulang dulu assalamualaikum ....''
'' Waalaikumsalam...'' jawab Hizkia. '' mama mama... niat banget'' gumam Hizkia.
Sore hari pun tiba...
Di rumah sederhana itu sebuah keluarga kecil tengah bersiap. Celyn hanya mengenakan inner tosca, blazer tanpa lengan putih dengan pasmina tosca, Celana putih dan flat soes senada dengan pasminanya. Celyn sangat jarang bermake up. Untuk acara seperti ini dia hanya memoles tipis wajahnya dengan cream dan bedak, eye liner dan lipsteen.
Celyn keluar kamar dan mendapati Najwa dengan mengenakan abaya dan make up tipisnya. Sedangkan Salwa mengenakan pasmina putih bluss karakter cartoon warna pink celana putih dan sepatu sport putih. Mereka sudah siap. Belum sampai Celyn ikut duduk sudah terdengar suara ketukan pintu.
Seperti kata Hizkia itu adalah supir yang menjemput mereka. Meskipun dengan mobil yang berbeda tapi supir yang sama. Ya kali ini supir menjemput mereka menggunakan lexus lm 350. Melihat lagi-lagi mobil mewah yang menjemput mereka ada rasa sungkan dalam hati ke-tiganya.
Karena di belakang hanya ada 2 seater Celyn dan Salwa yang duduk di belakang. Sedangkan Najwa duduk di samping kemudi. Supir membukakan pintu untuk ketiganya. MPV mewah itu membelah padatnya jalanan kota kecil A.
Menuju ke villa jalanan menanjak tapi lebih sepi. Nampak lampu-lampu di kota yang menghiasi indahnya kota A di malam hari. mobil berhenti di depan bangunan mewah 2 lantai. Supir menekan tombol pada sebuah benda kecil dan pintu pagar pun terbuka.
__ADS_1
tbc