Terkasih Tak Termiliki

Terkasih Tak Termiliki
Kontrak Berakhir


__ADS_3

Semula Najwa sudah memberi kabar kalau pesawat yang di tumpangi Celyn akan mendarat pukul 5 sore.


Jet pribadi keluarga Prayoga sudah mendarat 5 menit yang lalu, tapi Belum ada tanda-tanda Hizkia akan bangun. Karena takut tuannya bermasalah, pramugari itu memanggil co pilot untuk membangunkan Hizkia. Karena mereka sudah hafal bahwa Hizkia tidak mau sembarangan disentuh lawan jenis .


'' Tuan... tuan maaf kita sudah mendarat di kota S. Apa anda masih ingin istirahat?" ucap co pilot hati-hati.


'' Eh em ya. bangunkan aku kalau setengah jam lagi aku tidak bangun '' ucap Hizkia setengah sadar. Dan dia pun tertid lagi.


🇮🇩➡➡➡🇨🇳


Malam sebelumnya di kota C....


Malam ini udara di luar sampai -3°C. Tapi itu tidak berpengaruh di kediaman keluarga Xiao. Setiap ruangan memiliki eco heater. Termasuk di kamar Celyn. Sepasang kekasih itu tengah terbaring di kamar yang sama tapi beda kasur. Mereka baring berhadapan dengan jarak tidak sampai 1 meter.


'' Lyn er apa kau tidak takut perpisahan?" tanya Chung Chuan.


Celyn tersenyum lalu menjawab '' bukankah dalam dunia ini selalu seperti itu adanya. ada siang pasti ada malam. Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Hanya satu yang kekal. Dan yang lainnya, semua bersifat sementara. Semua hanya masalah waktu. Dan siap atau tidak itu tetap terjadi. Oleh karenanya boleh sih memiliki rasa suka, sayang dan cinta pada apapun. Tapi alangkah baiknya tidak melebihi rasa sayang kita pada yang kekal '' Jawab Celyn sambil mengulurkan sebelah tangannya dan mengusap pipi Chung Chuan berharap tidak terbawa emosi.


'' Kita harus bersyukur paling tidak kita sudah diberi kesempatan untuk melewati hari bersama dengan di karuniai perasaan yang indah. Dan sampai kapanpun, dengan atau tanpa Chuan ge aku akan selalu mensyukuri saat-saat bersama kita. Tapi Allah ku Maha Mendengar, aku akan selalu berdoa supaya kebersamaan dan perasaan ini hanya ajal yang memisahkan. '' imbuh Celyn.


Awalnya Chung Chuan merasa kecewa tapi perkataan Celyn memang benar dan tidak bisa di bantah. Tapi kalimat terakhir Celyn sukses membuatnya tersenyum dan membalas mengusap pipi Celyn. ''Tidurlah aku akan menjagamu malam ini...'' saran Chung Chuan. Tapi seperti Chung Chuan, mata Celyn pun enggan terpejam.


Celyn tersenyum '' Kenapa Chuan ge bisa jatuh cinta padaku?" tanya Celyn iseng.


'' Entahlah... kadang cinta tidak butuh alasan bukan? awalnya aku mengira hanya kasihan. Tapi di sekitarku banyak orang yang lebih memprihatinkan dari pada kamu. Dan aku menyadari perasaan itu lebih dari rasa kasihan. Apalagi mengingat awal awal kita bertemu. Aku merasa kamu istimewa '' jawab Chung Chuan sambil menerwang ke masa lalu.

__ADS_1


'' Istemewa? keistimewaan seperti apa itu?'' tanya Celyn.


'' Kebanyakan gadis akan mengagumi ketampananku...''


'' Tampan? percaya diri sekali '' sela Celyn sambil menonyor pipi Chung Chuan dengan ibu jarinya.


'' Itu fakta... tapi kamu tidak...'' Chung Chuan.


'' Kata siapa? Waktu itu aku juga terpesona dengan wajahmu...'' jawab Celyn.


'' Bukannya kamu malah takut dan menempel di tembok seperti spiderman (Celyn tertawa, sebenarnya kalau Chung Chuan tidak mengingatkan kejadian itu dia sudah lupa) dengan tangan dan kaki seperti ini..." Ucap Chung Chuan sambil memperagakan gaya Celyn waktu itu.


'' ha ha ha tidak harus diperagakan juga kan ... aku malu... ha ha ha '' Celyn.


'' Apalagi he he kedua mata dan mulutmu itu yang membulat sempurn...um em em'' ucapan Chung Chuan jadi tak jelas karena dibekab Celyn.


Jarak mereka semakin dekat. Kedua pasang mata pun bertatapan enggan untuk berkedip apalagi beralih. Jantung mereka berpacu semakin cepat dan keras. Hingga masing-masing dari mereka bisa mendengar detak jantung lawan. Tatapan mereka cukup lama. Pelan tapi pasti tangan kanan Chung Chuan melilit pinggang Celyn. Dan tangan kirinya menggeser kedua telapak tangan Celyn dari mulut ke dadanya. Lalu dirabanya bibir ranum Celyn.


Celyn berusaha untuk bangkit tapi pinggangnya di tahan oleh Chung Chuan. '' Sebentar saja, sampai dirumah besok segeralah minta ijin sama orang tuamu. Aku sangat mencintaimu. Tidurlah sayang. '' ucap Chung Chuan. Tadinya ia ingin menahan Celyn dan menciumnya, tapi adik manisnya mulai reaksi. Khawatir menuntut lebih dia pun melepaskan Celyn.


Celyn juga khawatir terjadi sesuatu. dia segera kembali ke kasurnya dan berbaring membelakangi Chung Chuan untuk menutupi kegugupannya.


Melihat lekuk tubuh Celyn yang terbalut piyama namun masih terlihat seksi, Chung Chuan memprotes posisi tidur Celyn. '' Heh menghadaplah ke sini....'' perintahnya.


Celyn pun menurut. Tengah malam ia terbangun dan berniat untuk shalat tahajud. Diam-diam ia bangkit dari tidurnya sebisa mungkin tidak menimbulkan suara. Pada tahiyat awal Celyn merasakan kedatangan seseorang tapi tidak menganggu konsentrasinya. setelah salam ia menoleh ke asal suara tadi ternyata Chung Chuan menemaninya. Celyn pun melanjutkan zdikir dan doanya. Setelah selesai ia menoleh ke arah Chung Chuan lagi '' apa tadi aku membangunkan ge ge?'' tanyanya.

__ADS_1


'' Tidak sama sekali. ini sangat larut aku hanya ingin menemani kamu saja. '' jawab Chung Chuan.


'' Terima kasih ren ai...'' ucap Celyn.


'' Katakan sekali lagi!'' perintah Chung Chuan.


'' Sayangnya tidak ada program siaran ulang '' jawab Celyn.


Chung Chuan mencubit gemas hidung Celyn. Dia merasa gadisnya ini bukan hanya cantik luarnya. Bahkan inner beauty nya lebih kuat.


Pagi harinya saat Celyn membuat sarapan untuk dirinya, Chung Chuan, nyonya Lu dan tuan besar Xiao bibi Ye yang bekerja di rumah itu menggantikan Celyn, menyampaikan pesan bahwa jam 8 tuan besar Xiao menyuruh Celyn ke ruang kerja.


Celyn masuk ke ruang kerja sebelum pukul 8. Karena dia tidak ingin membuat tuan besar Xiao menunggu. Setelah berapa menit tuan besar Xiao masuk. Melihat ada yang datang, Celyn berdiri dan memberi salam ''selamat pagi bapak ''.


'' Em pagi sudah menunggu lama di sini ?'' tuan besar Xiao.


'' Baru saja masuk bapak...'' jawab Celyn.


'' Sudah mau pulang a.... hati-hati di jalan. Sampai rumah ingat beri kabar'' ucap tuan besar Xiao sambil duduk di kursi kebesarannya.


'' Baik bapak '' jawab Celyn.


Tuan besar Xiao membuka berkas yang sudah disiapkan di atas meja. '' Kontrak kamu sudah habis. Kamu tanda tangan ini dulu (sambil menyodorkan selembar kertas) Dan ini daftar gaji yang sudah kamu dapat selama di sini. Kamu chek dulu apakah sesuai seperti yang selalu kalian transfer (setahun lebih ini yang mengurus gaji semua pekerja termasuk Celyn dan semua anggota keluarga adalah Celyn dan Chung Chuan)? kalau betul tanda tangan juga di bawahnya.'' Tuan besar Xiao.


tbc

__ADS_1


maafin othor telat update bab . Nih othor bela-belain melek sampai lewat tengah malam untuk nulis. jangan bosan dukung othor ya biar makin semangat


__ADS_2